Doa Pagi Hari Ajaran Nabi Muhammad saw. | YDSF

Doa Pagi Hari Ajaran Nabi Muhammad saw. | YDSF

2 Des 2020

Salah satu bentuk bersyukur yang paling sederhana adalah dengan selalu ingat atas nikmat hidup yang selalu Allah beri dari hari ke hari. Bahkan, sekadar mengucap alhamdulillah setiap dapat kembali bernafas dan terbangun setelah tidur pun juga salah satu bentuk bersyukur pada Allah. Hal sederhana seperti ini dapat kita lakukan secara rutin. Selain bersyukur, kita juga harus mengawali hari kita dengan doa pagi hari sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw. agar selalu dalam lindungan-Nya.

Dalam memanjatkan doa pagi hari, kita hendaknya merujuk atas apa dan bagaimana yang telah dicontohkan dalam ajaran Nabi Muhammad saw. Agar tidak asal dan justru menjadi bid’ah.

Doa Pagi Hari dalam Islam

Doa pagi hari dalam Islam dapat dibaca sejak lepas subuh. Begitu pentingnya pula pagi hari, bahkan Rasulullah saw. bersabda,

“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka.” (HR. Tirmidzi).

Oleh karena itu, untuk menggapai berkah Allah Swt. di setiap hari yang akan kita lalui, maka jangan lupa pula untuk berdoa. Karena atas izin, ridho, dan rahmat-Nya lah kita dapat menghadapi segala hal dalam suatu hari, hingga memperoleh berkah.

Di pagi hari, selain dzikir, Rasulullah saw. juga pernah meneladankan untuk berdoa. Imam Nawawi juga mencontoh doa pagi hari Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud,

“Ashbahna wa ashbahal mulku lillahi wal hamdu lillahi, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai‘in qadir. Rabbi, as’aluka khaira ma fī hadzihil lailata wa khaira ma ba‘daha, wa a‘udzu bika min syarri ma fī hadzihil lailata wa khaira ma ba‘daha. Rabbi, a‘udzu bika minal kasli wa su’il kibari. A‘udzu bika min ‘adzabin fin nari wa ‘adzabin dil qabri.”

Artinya, “Kami dan kuasa Allah berpagi hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], hal. 64).

Baca juga: Haid, Tidak Boleh Ngaji dan Dzikir? | YDSF

Atau, juga bisa berdoa lebih singkat namun tetap sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw., yakni,

“Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyuru.”

Artinya, “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya pada-Mu (kami) kembali,” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

Kebiasaan Pagi Hari ala Rasulullah saw.

Anda suka tidur setelah shalat subuh? Memang, tidur di pagi hari itu sama enaknya. Namun, dalam Islam diajarkan untuk hendaknya tidak tidur di pagi hari, utamanya usai shalat subuh. Ini dia yang biasa dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. di pagi hari:

Segerakan Mandi

Bangun di pagi hari, hendaknya segera mandi. Selain membuat kita lebih segar dan siap menghadapi hari dengan semangat, dengan mandi lebih awal (sebelum shalat subuh) dapat membuat kita lebih khusyuk dalam menunaikan ibadah shalat subuh pula.

Berdzikir

Untuk mengawali pagi hari, Rasulullah saw. juga mengajarkan untuk berdoa dan berdzikir. Bahkan, ada pula dzikir khusus usai selesai shalat subuh hingga matahari akan terbenam.

Tilawah Al-Qur’an

Mengawali hari dengan membaca Al-Qur’an juga akan membuat hati dan otak kita lebih dokus dan siap menghadapi hari dengan kebaikan. Apalagi, bila membaca Al-Qur’an diiringi dengan muhasabah, membaca arti dan makna, hingga mengamalkannya dalam keseharian.

Shalat Dhuha

Nah, salah satu amalah sunnah pagi hari yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. adalah shalat dhuha. Dari Abu Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda,

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at.” (HR. Muslim no. 720).

Mulai Beraktivitas

Bila telah melakukan amalan-amalan sunnah, maka jangan lupa untuk selalu bersemangat dalam memulai aktivitas. (asm, berbagai sumber)

 

Artikel Terkait:

Banyak Menghafal Alquran, Tubuh Jadi Semakin Sehat | YDSF

Zakat Penghasilan, Syarat dan Nishab Zakat | YDSF

WAKTU TERBAIK TERKABULNYA DOA | YDSF

Definisi Rezeki Berkah dalam Islam | YDSF

 

Sedekah Mudah

Share:


Baca Juga