UPDATE NEWS

...

Tuesday, 1 October 2019 05:18

Perbuatan yang Merusak Amal Shalih | YDSF

Apa yang kita tanam, buahnya akan kita petik. Tidak akan kita memetik sesuatu yang kita tidak menanamnya. Demikian pula dalam beramal. Allah tidak akan berbuat dzalim kepada hamba-Nya.

Ajaran Islam mengajak manusia beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan beramal shalih. Semua itu demi kebaikan manusia itu sendiri. Allah berfirman, “Siapa saja yang mengerjakan amal shalih, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan tidaklah Tuhanmu berbuat dzalim kepada hamba. (QS. Fushshilat 46).

Setelah beramal shalih, tugas seorang mukmin adalah menjaga jangan sampai amal shalih itu rusak atau terhapus karena suatu amal lainnya. Ada beberapa amal perbuatan yang bisa merusak amal shalih. Kita memohon kepada Allah agar terhindar dari amal perusak amal kebaikan ini. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang merusak amal shalih kita seperti di bawah ini.

  1. Syirik

Syirik adalah suatu keyakinan dan perbuatan yang mengadakan tandingan/sekutu terhadap kekuatan dan kekuasaan Allah Swt. Tandingan itu bisa berupa kekuatan pada benda mati seperti batu, gunung, gelang, kalung, bunga, patung, laut, sungai, dll. Bisa juga berupa makhluk hidup (manusia, pohon atau hewan) dengan meyakini akan kekuatan tandingan itu. Padahal segala kekuatan dan keselamatan hanyalah dari Allah semata.

 Maka pelaku syirik –dari kalangan umat Islam maupun non muslim- meyakini dan mengamalkan perbuatan kesyirikan, merupakan kezaliman terbesar dan melecehkan keagungan Allah Swt serta menghapus amal-amal terdahulu.

 “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am 88).

 

  1. Murtad

“…Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan…” (QS. Yunus 32).  Imam Al Qurthubi berkata, “Ayat ini memutuskan bahwa tidak ada tempat yang ketiga setelah kebenaran dan kebatilan.Dan agama yang diridhai Allah dan jalan ditempuh Rasulullah Muhammad Saw. hanyalah Islam. Tak ada jalan lainnya. “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam…” (QS. Ali Imran 19).

 Maka sangat merugilah orang yang murtad. “Siapa saja yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah 217). 

 

  1. Perbuatan zalim

Perbuatan zalim adalah memgambil hak orang lain secara paksa, tanpa keridhaan si pemilik hak. Kezaliman adalah sumber kegelapan dan kerugian di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak.

 Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji. Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang (secara batil/zalim), menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya, maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad).

 

  1. Dengki

Kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat akan hangus gara-gara dengki. Rasulullah saw. bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

 

  1. Memberi dengan ucapan menyakiti hati penerima

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer di hadapan manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat ...”(QS. Al Baqarah 264).

 

  1. Memutus silaturahim dan persahabatan

Nabi saw. bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat berkata, “Baiklah ya Rasulallah.” Maka Nabi saw. pun bersabda, “Mendamaikan orang yang bermusuhan (bertengkar) karena merusak hubungan seseorang itu berarti mencukur. Saya tidak berkata mencukur rambut tetapi mencukur agama.” (HR. Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi). ***

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi April 2019

Editor: Nara

 

Baca juga:

 

Sehat Dengan Membaca al-Qur`an

 

Pilar Dakwah Di Rumah Kita

 

Buah Manis Dari Usaha Manis

 

Shalat Khusyuk itu Mudah

 

Mendekatkan Anak Kepada Masjid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share: