10 Hal Penting dalam Pendidikan Karakter Anak | YDSF

10 Hal Penting dalam Pendidikan Karakter Anak | YDSF

15 Juli 2020

Keterampilan sosial sangat penting sebagai bekal aktualisasi dan interaksi sosial. Anak-anak perlu mempelajari dan mendapatkan arahan orangtua. Ini penting agar mereka mampu beradaptasi dan memiliki kendali diri yang baik saat bermasyarakat, berhadapan dengan beragam kepribadian dan latar belakang.

Berikut 10 keterampilan sosial yang harus dimiliki:

  1. Merepresentasikan Diri

Sejak dini, ajarkan anak untuk terbiasa menyapa dan memberi salam pada orang yang ditemui. Biasakan menjabat tangan dan menyebutkan nama. Ajarkan pula cara bersalam pada yang bukan mahram, saat anak di fase amrad. (????)

  1. Meminta Tolong

Kemampuan meminta tolong penting dimiliki. Agar anak tahu bagaimana bersikap ketika memerlukan pertolongan. Keterampilan ini menghindarkan anak menjadi pribadi bossy. Jangan sampai anak memiliki pola komunikasi tidak tepat. Pola komunikasi tidak tepat, potensial menimbulkan konflik.

  1. Mengikuti Instruksi

Kemampuan mengikuti instruksi, bersikap patuh pada aturan yang diberikan, serta memahaminya dengan baik adalah syarat utama bersosialisasi.  Anak perlu berlatih dan dilatih mendengarkan. Nantinya diharapkan bisa mengembangkan sikap tanggung jawab dan inisiatifnya saat menghadapi suatu masalah.  Menjadikan anak patuh, memerlukan perjuangan. Selalu libatkan Allah dalam mengasuh anak-anak.

  1. Bertahan Dalam Tugas

Sejak dini, anak perlu dilatih bersikap tekun atas tugas yang diberikan. Tujuannya, agar mereka bisa mengerjakan semua tugas yang menjadi tanggung jawabnya dengan tuntas. Jangan sampai anak mudah merasa bosan dalam menghadapi rutinitasnya. Ini tidak menguntungkan.  Mereka perlu dilatih cara menetralisir dan mengatasi kebosanan. Mereka juga harus memiliki komitmen dan konsistensi untuk bertahan dalam tugas yang diberikan.

  1. Menyatakan Sikap Tidak Setuju dengan Baik

Tidak selamanya kita selalu sepakat dengan pendapat orang lain. Tetapi, untuk menyatakan sikap tidak setuju, haruslah disampaikan dengan baik. Dalam kehidupannya, anak akan menemui kondisi ini. Anak dituntut mampu mengungkapkan ketidaksetujuannya tanpa menyinggung perasaan orang dan tidak menyebabkan konflik dengan lingkungannya.

  1. Menerima Kata “Tidak” Sebagai Jawaban

Kemampuan menerima penolakan atas permintaan ataupun pertanyaannya, juga perlu dimiliki. Dengan mengalaminya, anak belajar merasakan kecewa saat tidak mendapatkan keinginannya. Anak juga harus belajar memahami sebuah penolakan. Kemudian dia harus mampu mengelolanya dengan tepat, sehingga tidak menyebabkan stres. Bila tidak memiliki keterampilan ini, mereka menjadi lebih mudah stres saat keinginan atau harapan tidak terpenuhi yang bisa berujung pada depresi.

  1. Menunjukkan Apresiasi

Kemampuan menunjukkan apresiasi pada orang lain kerap diabaikan. Sehingga, anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang mampu berterima kasih dan kurang peduli.  Misalnya, tidak terbiasa mengucapkan “terima kasih” kepada pramusaji yang membawakan pesanan kita. Atau menyunggingkan senyum pada penjaga pintu. Padahal senyum saja merupakan hadiah terindah bagi mereka.

  1. Keterampilan Memaafkan

Kemampuan meminta dan memberi maaf harus diajarkan dan dilatih. Ketidakmampuan mengembangkan kecakapan ini dapat mengakibatkan kemarahan dan rasa dendam, menimbulkan penyakit berat seperti jantung, hipertensi dan kanker. Meminta maaf dan memaafkan ini suatu keterampilan manusia yang perlu dilatih dan dibiasakan sehingga kita lebih enjoy menikmati hidup.

Rasulullah saw bersabda:

“Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (Hadits riyawat Bukhari dan Muslim)

  1. Mengontrol Emosi

Kemampuan dan kecerdasan mengendalikan emosi sangat memengaruhi kesuksesan hidup seseorang. Kesuksesan individu 80% ditentukan oleh EQ dan 20%  saja yang ditentukan oleh IQ. Menjadi catatan penting bagi setiap orangtua, bahwa anak usia 0 – 7 tahun harus mendapatkan pelatihan dan pengajaran emosi dasar.

  1. Menerima Konsekuensi dan Kritik

Kemampuan menerima konsekuensi atas perbuatan atau keputusan yang diambil, mengajarkan anak mengukur risiko serta mempertimbangkan setiap sikap dan tindakannya.  Keterampilan ini dapat membantu menjadi pribadi bijak dalam memutuskan suatu persoalan. Anak juga harus terbiasa menerima kritik. Anak harus menyadari bahwa dirinya adalah makhluk sosial dan segala tindakannya pasti berdampak pada diri maupun sekitarnya.

Selain itu, bila anak terampil menerima kritik, dia menjadi pribadi berpikiran terbuka dan bisa melakukan muhasabah/instropeksi diri. Dia akan mampu menerima perbedaan dengan bijak. Anak harus memahami bahwa perbedaan adalah lumrah. Beri pemahaman bahwa perbedaan bisa diterima asalkan sesuai syariat dan akidah agama dengan berpegang teguh pada Al-Quran dan hadits.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Maret 2020

 

 

Bayar Qurban Online:

 

 

Baca juga:

Harga Qurban Domba YDSF

Harga Qurban Sapi YDSF

Qurban untuk Orang Meninggal | YDSF

Hukum Mengajak Anak Kecil ke Masjid | YDSF

Hukum dan Dalil Qurban dalam Islam | YDSF

Ringkasan Fiqih Qurban | YDSF

HUKUM BAYAR AQIQAH UNTUK DIRI SENDIRI | YDSF

Tags:

Share:


Baca Juga

Berinfaq/Bersedekah lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: