UPDATE NEWS

...

Tuesday, 22 January 2019 10:00

Kelas Rusak, Siswa SD & MI Cokroaminoto Bergantian Bersekolah

Memasuki halaman SD/MI Cokroaminoto Surabaya kita akan disuguhkan pemandangan menara dan kubah Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya. Ya, karena letaknya berada tepat di sebelah selatan Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya.

Lembaga pendidikan satu atap ini berada di bawah naungan satu badan hokum yaitu Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto. Yayasan ini memiliki empat lembaga pendidikan yaitu PAUD, TK, SD dan MI Cokroaminoto. Baik SD maupun MI keduanya termasuk dalam program Sekolah Pena Bangsa YDSF.

Kondisi Kelas SD/MI Cokroaminoto yang Rusak

Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto berdiri pada 1955. Nama  Cokroaminoto terispirasi dari nama guru para pendiri bangsa Oemar Said Tjokroaminoto. Para pendiri Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto merupakan para anggota Serikat Islam yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di Surabaya khususnya.

 

YDSF ikut andil dalam pengembangan dan pembinaan lembaga ini selama lima tahun terakhir ini. Hal ini juga diungkapkan oleh Dra. Lilik Nurhayati, Kepala MI Coktroaminoto. “Ruang kelas, mushola, kamar mandi semua bantuan dari YDSF, alhamdulillah,” terangnya.

“Dulu muridnya tidak seberapa. Satu kelas ada yang dua, ada yang empat. Mulai meningkat setelah bekerja sama dengan YDSF pada 2012. Kini jumlah total SD dan MI 239 siswa,” kata kepala sekolah yang menjabat mulai 2012 ini.

Soal kurikulum baca Al Quran juga membaik. “Memang dari dulu sudah ada pelajaran mengaji Al Qur’annya. Namun tidak terarah. Tapi sejak ada Program Sekolah Pena Bangsa YDSF dan Ummi Foundation, jelas sekali perbedaannya lebih terarah dan terprogram. Guru ngajinya dipilih khusus yang telah melalui sertifikasi dari Ummi,” ungkapnya.

Kondisi Atap Kelas

Namun masih ada beberapa kendala mendasar. Bertambahnya jumlah siswa ini tidak dibarengi dengan jumlah kelas yang memadai. SD/MI Cokroaminoto hanya memiliki lima ruang kelas dan satu mushala. Sebenarnya masih ada satu kelas, tetapi kondisinya memprihatinkan. Atapnya bolong, dinding luar sudah keropos, dan banyak bata-bata yang terlepas. Padahal kelas yang rusak ini sederet dengan ruang kepala sekolah SD/MI Cokroaminoto. Hal ini memaksa pihak sekolah untuk memutar otak agar seluruh siswanya dapat bersekolah.

Pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk membagi jadwal masuk setiap kelas.  Di pagi hari adalah jam masuk untuk SD-MI kelas rendah sedangkan di siang harinya untuk SD-MI kelas tinggi. Kelas 1 masuk pukul 07.00-10.00, Kelas 2 dan kelas 3 masuk pukul 10.00-14.30, dan kelas 4-6 masuk pukul 12.00-16.30. untuk kelas 2-6 sebelum masuk kelas ada pelajaran ngaji selama satu jam.

“Nanti kalo kelasnya sudah jadi, semoga kita bisa masuk pagi semua. Agar gurunya bisa pulang lebih awal. Tidak terlalu sore,” harap Lilik yang juga alumni MI Cokroaminoto. Karena jadwal yang dibagi-bagi, selama ini guru SD/MI Cokroaminoto masuk sejak pagi dan pulang sekitar pukul 17.00.

Desain Pembangunan Kelas SD/MI Cokroaminoto

Mari bersama YDSF membangun kelas untuk SD/MI Cokroaminoto untuk keberlangsungan pendidikan siswa. Dana ditransfer melalui No. Rekening Bank Syariah Mandiri 7001162677, BNI 0049838571. Konfirmasi Ketik: COKROAMINOTO#POL#NAMA#NOMINAL kirim ke 0811 3203 267

Share: