UPDATE NEWS

...

Thursday, 13 June 2019 10:00

Amalan Ringan Berpahala Besar

Sesungguhnya  Allah  Swt  Maha Penyayang.  Banyak  perbuatan  baik manusia  diganjar  pahala  besar  padahal kebaikan itu di mata manusia dianggap kecil  atau  sepele.  Pasti  Allah  menyediakan banyak  hikmah  di  balik  kebaikan-kebaikan  itu.

Berikut  ini  sekelumit  tentang  amalan-amalan ringan yang punya bobot besar di timbangan Allah.

  1. Menyingkirkan Duri/Halangan di Jalan

عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ 

لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيْقِ كَانَتْ تُؤْذِي الْمُسْلِمِيْنَ 

رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

وَفِي رِوَايَة : مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ 

وَفِي رِوَايَة لهما : بيْنَما رجُلٌ يمْشِي بِطريقٍ وجد غُصْن شَوْكٍ علَى الطَّرِيقِ، فأخَّرُه فشَكَر اللَّهُ لَهُ، فغَفر لَهُ

 

Nabi  Muhammad  saw.  bersabda,  “Sungguh, aku melihat seorang lelaki menikmati (berbagai kenikmatan) di surga karena suatu pohon yang ia  tebang  di  tengah  jalan,  yang  mengganggu orang-orang” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Di zaman modern ini, transportasi sangatlah padat. Beragam kendaraan berseliweran. Tentu akan  sangat  mengganggu  jika  jalan  rusak, atau  halangan  lainnya.  Akibatnya  kemacetan panjang pun tak terhindarkan.

Jika  menyingkirkan  dahan  atau  duri  saja bisa mengantarkan seseorang ke surga atas izin Allah, maka tentu Allah akan merahmati orang yang membantu kelancaran di jalan yang ramai. Yang menyingkirkan halangan yang lebih besar dari duri. Dan, ikhlas melakukannya.

 

  1. Senyum Saat Bertemu Saudara

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ


“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”  (HR.  Tirmidzi).

Di  riwayat  lain,  Nabi saw.  bersabda,   

(( عن أبي ذرّ رضي الله عنه قال : قالَ لي النبي صلى الله عليه و سلم : لاَ تَحْقِرَنَّ منَ المعْرُوفِ شَيْئاً ولوْ أنْ تَلْقَ أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ)).

 “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu” (HR. Muslim).

Senyum  merupakan  sedekah  yang  paling mudah  dan  murah.  Tak  membutuhkan harta  maupun  tenaga.  Dalam  banyak  teori psikologi  dan  bisnis,  senyum  yang  tulus mampu menyingkirkan prasangka (suudzon)dan  mempererat  pergaulan.  Bukankah  untuk membangun hubungan yang hangat diperlukan wajah  yang  ceria,  jabat  tangan  yang  erat  dan ucapan yang baik?

  1. Menanam Pohon

“Tanamlah bibit pohon yang ada di tanganmu sekarang juga, meski besok kiamat. Allah akan tetap memperhitungkan pahalanya.”

Demikian pesan Nabi saw. Tanaman atau pepohonan merupakan salah sumber kehidupan yang disediakan Allah bagi manusia dan makhluk lainnya. Sumber produksi oksigen untuk pernafasan makhluk hidup.

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kecuali yang dimakan darinya merupakan sedekah, apa yang dicuri darinya merupakan sedekah, apa yang dimakan oleh binatang merupakan sedekah, apa yang dimakan oleh burung merupakan sedekah, dan apa yang diambil oleh orang lain juga merupakan sedekah.”  Dalam  lafal  lain,“…merupakan sedekah sampai kiamat” (HR. Muslim).

Menurut banyak riset, rata-rata sebuah pohon dewasa menyerap karbondioksida sebanyak 24 kilogram  setiap  tahunnya.  Pohon  yang  sama akan  melepaskan  oksigen  yang  cukup  untuk 2  orang  dewasa  pada  tahun  yang  sama.  Rata-rata  produksi  oksigen  per -pohon  adalah  130 kilogram  per  tahun.  Dua  buah  pohon  dewasa mengeluarkan  oksigen  yang  cukup  untuk sebuah keluarga dengan empat orang anggota.

Angkanya  berbeda-beda.  Besar kemungkinan  disebabkan  oleh  jenis  pohon yang  diteliti  berbeda  jenis,  ukuran,  dan usianya. Tetapi, ada hal yang jelas sama ‘pohon menghasilkan oksigen’ setidaknya cukup untuk dua orang per tahun.

  1. Memberi Pinjaman yang Baik

“Siapa  saja  memberi  pinjaman  berupa unta  (untuk  diambil  air  susunya)  atau  uang atau  memberikan  tanahnya  untuk  dijadikan jalan  umum,  baginya  sama  dengan  pahala memerdekakan  budak.”  (HR  Ahmad,  Tirmidzi dan  Ibnu  Hibban).

Di  hadits  lain, ”Ada  empat puluh  macam  perbuatan  utama,  sedangkan yang  paling  utama,  adalah  mendermakan seekor  kambing  untuk  diperah  susunya.  Siapa saja  yang  mengerjakan  salah  satunya  dengan tujuan  mengharapkan  pahala  dari  Allah  dan melaksanakan apa yang pernah di janjikan-Nya, niscaya  Allah  akan  memasukkannya  ke  dalam surga.” (HR. Bukhari)

Terkadang ada rekan atau kerabat kita memilih  jalan  meminjam  daripada  meminta. Bisa jadi karena ia merasa malu untuk meminta atau dia sedang kesulitan. Di sisi lain, kita juga sedang memiliki beberapa yang sangat mungkin dipinjamkan.

Nabi  saw.  mencontohkan  ternak  untuk dipinjamkan untuk diambil susunya. Namun ada hikmah lain bahwa hewan itu bisa dipinjamkan untuk  keperluan  lain,  sebagai  kendaraan misalnya.

Apalagi kendaraan untuk kepentingan sosial  dan  dakwah.  Di  satu  sisi  banyak  orang memiliki kendaraan berlebih sedangkan banyak kegiatan  sosial  dan  dakwah  membutuhkannya.

Tentu  saja  ini  pinjaman  yang  bersifat  sosial, bukan pinjaman yang bersifat keuntungan materi apalagi ada unsur ribanya. (dari berbagai sumber). ***

Share: