...

Bangun Madrasah Pertama untuk Pelosok NTT

“Anak-anak di sini itu dari zaman saya masih kecil sekolahnya jauh, harus nyebrang sungai. Kalau hujan, ya sudah, kami tidak sekolah karena banjirnya pasti besar. Jadi di rumah saja. Orang tua mereka pengen anak-anaknya bisa sekolah yang layak dan dekat”, tutur Bu Ita

***

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Qalam Nanga Rema merupakan satu-satunya sekolah muslim pertama yang ada di Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT.

Sekolah ini didirikan sejak 2015 atas prakarsa warga setempat. Karena keterbatasan biaya, maka masih banyak kekurangan fasilitas yang layak untuk anak-anak belajar. Satu ruangan dibagi untuk tiga kelas.

“Disini ada sekolah lain juga, tapi itu sekolah katolik. Jaraknya lumayan jauh, harus menyeberang sungai” tambah Ita Purnama Sari (23), satu-satunya guru MIS Al Qalam Nanga Rema.

Seiring berjalannya waktu, bangunan seadanya ini semakin memprihatinkan. Atapnya banyak yang bolong dan dinding bambunya juga semakin rapuh dan lapuk bahkan ada bagian samping yang sudah tidak ada.

Ditambah, jumlah pengajar saat ini yang hanya satu orang saja untuk mengerjakan seluruh pekerjaan. Mulai mengajar untuk seluruh jenjang, menjadi admin, bendahara, hingga berperan menjadi kepala sekolah.

“Saya merasa prihatin dengan  sekolah ini. Beberapa bulan itu sempat vakum, mereka tidak belajar. Sebenarnya, saya pernah ditawari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya dan gaji yang lebih besar. Hanya saja saya lebih mengikhlaskan diri mengabdi di sini,” imbuh Ita.

Selayaknya orang tua pada umumnya , pasti ingin anak mereka  dapat bersekolah di sekolah yang dekat dan memiliki fasilitas pendidikan yang layak. Namun balik lagi karena faktor biaya dan sulitnya akses dari desa ke desa lain, membuat mereka harus menerima keadaan.

Hal yang paling mereka inginkan adalah anak-anak bisa mendapatkan pendidikan aqidah, belajar Alquran dan tentang Islam yang lebih kuat lagi.

Dusun Nanga Rema juga merupakan salah satu dusun yang mana belum mendapatkan fasilitas listrik dari pemerintah. Latar belakang para orang tua di dusun tersebut juga hanya bekerja mengandalkan panen jagung yang tak tentu. Untuk bisa makan besok saja, alhamdulillah.

Bila sekolah ini tidak segera dibangun dan fasilitas pendidikan yang layak, maka akan anak-anak bisa tertinggal pelajaran sangat jauh. Bahkan, bisa berpotensi membuat mereka putus sekolah dan buta huruf karena tak sekolah.

Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) mengajak Sahabat bergerak bersama memberikan fasilitas pendidikan terbaik dan sekolah layak untuk anak-anak muslim di Dusun Nanga Rema, NTT. Kami pun ingin menambah sejumlah tenaga pendidik untuk mereka.

Mari ikut gotong royong, membangun sekolah islam pertama di pelosok NTT

Sulistyaningsih

Rp. 100,000

  • Terkumpul: Rp. 100.283
  • Target: Rp. 300.000.000
Rp


Share: