...

Terdampak Pandemi, Pasangan Difabel Tidak Menyerah

Di masa pandemi Andri yang sempat berprofesi sebagai tukang pijat, kehilangan pelanggannya. Tidak ada lagi orang yang datang untuk memakai jasa pijat Andri.

Andri tidak hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga tidak memiliki penghasilan. Padahal ia harus menghidupi istri dan anak-anaknya yang masih sangat kecil. Rumah Andri yang sangat sederhana bahkan masih berdiri menumpang di atas tanah dinas perairan Desa Glagahagung Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

 

Andri (34) dan Arin (29) keduanya adalah sepasang suami istri tunanetra. Cobaan demi cobaan satu per satu datang untuk menguji keluarganya. Selain sakit, juga keadaan ekonomi yang sulit.

Andri pun berikhtiar beternak bebek. Sayang, upayanya ini tidak membuahkan hasil. Bebek Andri beberapa mati, karena tidak ada uang untuk membeli pakan. 

Sebelum beternak bebek bahkan Andri pernah berjualan sosis. Andri mengandalkan kejujuran para pembeli. Lagi-lagi usaha Andri tidak bertahan lama. Keuntungan yang didapat tidak seberapa.

Sungguh malang nasib Andri, tapi di sisinya ada istri yang tetap setia menemai Andri di segala kondisi. Andri dikenal sebagai suami yang tidak pernah berhenti berjuang.

“Andri itu orangnya baik, rajin ke masjid untuk shalat berjamaah 5 waktu. Ia ikhlas dalam menjalani hidup. Saya ga pernah liat Andri ngeluh walaupun saya tahu dia hidup serba kurang. Dengan keterbatasannya Andri pantang menyerah pada keadaan untuk menghidupi istri dan anak-anaknya,” ucap Mas Win, salah satu teman pengajian Andri.

Sahabat, Andri adalah saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan dalam menghidupi keluarga. MasyaAllah dalam keterbatasannya Andri sangat menahan minta-minta kepada siapa pun selama masih memiliki tenaga.

Ayo bantu Andri lewat sedekah dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

Jadilah donatur pertama
  • Terkumpul: Rp. 0
  • Target: Rp. 150.000.000
Rp


Share: