...

Tambahan Honor Relawan (THR) untuk Guru Ngaji

59b0b625-c4b7-497d-a500-1f6e8637a438.jpg

“Saya bukan guru ngaji ataupun ustadz. Tapi berusaha membagikan pengetahuan agama saya yang tak seberapa ini. Saya ini termasuk hamba Allah yang ditakdirkan menjadi begini. Meski keaadaan saya begini inshaallah saya tidak ingkar terhadap keimanan kepada Alah. Apapun yang ditakdirkan Allah seperti ini saya jalani dengan ikhlas lahir dan batin,”  kata Amin yang tak pernah mengenyam pendidikan formal, namun mondok di beberapa ponpes.

Muhammad Amin (56) tinggal berdua bersama istrinya Wijiyah (50) di Desa Kudu, Kertosono, Nganjuk. Mempunyai seorang putri yang kini ikut suaminya. Sejak lahir kaki kirinya polio dan tongkat penopang kayu menjadi temannya berjalan. Meski cacat secara fisik, Amin tetap aktif dalam menjalani hidupnya. Berbekal kemampuannya memahat, dia membuka Galeri Ukir Kudu di rumahnya. Anak-anak sekitarpun diajak untuk diajari mengukir yang pada saat itu banyak orderan terutama ukiran kaligrafi. Beberapa anak didiknya dalam hal mengukir sudah mandiri dan Amin tidak merekrut lagi untuk fokus beribadah.

 

f9b918de-c32b-4112-9818-94df8fc46dd6.jpg

Beberapa orang menitipkan kambing untuk aqiqah yang dirawat sejak kecil di rumah Amin. Bila kambing itu beranak maka menjadi bagian hasil dari Amin sebagai perawatnya. Saat ini ada 5 ekor kambing titipan yang dirawat. Untuk mencarikan makanan kambing, Amin menggunakan sepeda roda 3 yang dibuatnya sendiri.

Melihat beberapa anak-anak sekitar ada yang tak mau mengaji. Dengan kemampuannya memahat, anak-anak diberi iming-iming mainan dari kayu bila mau mengaji. Karena banyak yang akhirnya ikut mengaji tak hanya anak-anak tapi juga kalangan remaja, maka dibentuklah Majelis Nyambung Rejeki Kudu Barokah. Saat ini ada 15 anak yang mengaji, serta 30an jamaah malam hari dari remaja dan orang tua.

 

aace0cd1-2d78-4a1d-b729-d9efa7f2bd38.jpg

Untuk kegiatan bulanan, Amin membentuk Paguyuban Tombo Ati dengan kegiatan santunan bulanan anak yatim di akhir bulan, dan awal bulan shalat dhuha bersama. Mengikuti anjuran gurunya bila ada rejeki harus mencari anak yatim, hingga saat ini sudah 50 anak yatim yang disantuni paguyuban ini.

Anggota majelis pengajiiannya makin bertambah, saat ini sedang dibangun ruang untuk mengaji di belakang rumahnya. Walau jiwa kepeduliannya tinggi, namun tak begitu peduli dengan kondisi rumahnya berupa bangunan tua yang atapnya bolong-bolong. “Tempat tinggal saya biarlah begini apa adanya karena apa lagi yang saya cari? Langkah saya saat ini hanya tinggal dua, tuwek matek (tua lalu meninggal,” terang Amin.

 

Di Ramadhan tahun ini, kami ingin mengajakmu kembali ikut mendukung taraf hidup para pengajar mengaji. Mari sisihkan rezeki untuk 1.000 guru ngaji pelosok yang telah mengabdi, terus mencetak generasi Rabbani, dengan cara:

  1. Masukkan nominal donasi
  2. Klik "DONASI"

Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

Ayu Wahyu Wijayanti

Rp. 25,000

Nugroho Aryawijaya

Rp. 150,000

Aida Fitriyah

Rp. 25,000

Aida Fitriyah

Rp. 25,000

Terkumpul: Rp. 226.304
Target: Rp. 100.000.000

Rp


Share:
Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: