
Pemberdayaan Ekonomi Pertanian
Kuatkan lumbung pangan bangsa dengan optimalkan pemberdayaan pertanian nasional.
Terkumpul
Rp 0
Target
Rp 2.000.000.000
Detail Program
Deskripsi Program
Sektor pertanian punya peran besar bagi hidup masyarakat Indonesia—bukan cuma soal menghasilkan makanan, tapi juga soal ketahanan pangan dan penghidupan jutaan keluarga. Dengan penduduk yang terus bertambah (diproyeksikan sekitar 284 juta jiwa pada 2025) kebutuhan pangan ikut meningkat, sementara pertanian juga disebut menyumbang lebih dari 10% PDB nasional. Artinya, ketika pertanian kuat, efeknya terasa ke stabilitas ekonomi keluarga petani sampai ketahanan pangan bangsa.
Namun di lapangan, petani masih menghadapi masalah yang cukup berat: harga pupuk naik, ketergantungan pada pestisida kimia, dan kualitas tanah menurun karena penggunaan bahan kimia jangka panjang. Dampaknya berantai—hasil panen bisa terdampak, lingkungan makin rentan, dan pendapatan petani jadi tidak stabil. Karena itu dokumen ini menekankan pentingnya pergeseran ke budidaya yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, agar petani tidak terus terjebak dalam biaya produksi tinggi dan risiko kualitas lahan yang makin turun.
Menjawab tantangan tersebut, YDSF menguatkan skema Pemberdayaan Ekonomi Pertanian melalui bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini menyasar petani dari berbagai latar (umum, da’i, bunda yatim, mualaf, hingga difabel) yang punya potensi berkembang, dengan tujuan mendorong pertanian yang lebih baik sekaligus meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga. Dari program ini, yang telah berjalan adalah pemberdayaan petani beras di Balongpanggang, Gresik.
Mari, jadikan lumbung pangan nasional mampu memenuhi kebutuhan bangsa melalui program pemberdayaan ekonomi pertanian YDSF!
Donasi Sekarang
Dengan melanjutkan, Anda menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku