Pelatihan Berbasis Kompetensi
Ekonomi

Pelatihan Berbasis Kompetensi

Siapkan generasi mendatang yang mandiri dan berbudi.

Progress Donasi0.0%

Terkumpul

Rp 0

Target

Rp 1.000.000.000

Detail Program

Kategori:Ekonomi
Status:Unggulan
Dibuat:22/2/2026

Deskripsi Program

Tantangan besar ketenagakerjaan Indonesia hari ini adalah tingginya pengangguran usia muda. Data ILO menyebut kelompok usia 15–24 tahun menyumbang hampir setengah pengangguran global (sekitar 88 juta dari 186 juta), dan jika pengangguran muda turun, dampaknya bisa mengerek PDB global secara signifikan. Di Indonesia, BPS 2024 mencatat TPT usia 15–24 tahun mencapai 18,84%, dengan sekitar 1,36 juta penganggur berasal dari kelompok usia muda. Ketimpangan antara 909 ribu pencari kerja dan 630 ribu lowongan memperlihatkan masalah utama: ada kesenjangan keterampilan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan pasar. 

Di saat yang sama, dunia kerja makin kompetitif dan menuntut kompetensi yang terukur serta diakui melalui sertifikasi. Laporan LinkedIn Workplace Learning Report 2024 yang dicantumkan dalam dokumen menegaskan bahwa banyak organisasi besar memprioritaskan karyawan bersertifikasi untuk promosi, dan sertifikasi profesional memperbesar peluang seseorang mengisi peran strategis. Artinya, pelatihan yang berbasis kompetensi (lebih banyak praktik, standar jelas, dan ada pengakuan/sertifikat) bukan sekadar “kursus”, tapi bisa menjadi pintu masuk yang realistis bagi anak muda—termasuk dari kalangan dhuafa—untuk bekerja layak atau membangun usaha mandiri. 

Karena itu, YDSF menghadirkan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi: bantuan biaya pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar (misalnya welder/pengelasan, barber, dan bidang teknis lainnya), lengkap dengan dorongan sertifikasi agar peserta punya nilai tawar yang lebih kuat. Dampaknya ditargetkan nyata: peluang kerja dan pendapatan meningkat, keluarga lebih mandiri, serta transformasi mustahik menuju kondisi yang lebih berdaya saing. Program ini dipetakan relevan dengan SDG 4 (4.3, 4.4), SDG 8 (8.5, 8.6), serta SDG 9 (9.c), juga Maqashid (menjaga jiwa, akal, dan harta) dan indikator IZN (transparansi pengelolaan, ketepatan sasaran, serta dampak pemberdayaan).

Selama 2025, YDSF telah mencetak 30 tenaga welder profesional yang dididik dalam dua gelombang pelatihan. Hingga saat ini, 75%nya telah tersalurkan menjadi tenaga ahli di berbagai perusahaan nasional hingga multinasional di Indonesia. 

Bismillah, mari kita teruskan kebaikan bersama dalam mencetak generasi yang mandiri dan berbudi bersama YDSF!