Program

YDSF Adakan Mental Healing Untuk Anak-anak Korban Gempa Palu-Donggala

19 Oktober 2018•15 min baca•Admin
featured
<p>YDSF menggandeng Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) mengadakan <em>Mental Healing</em> untuk penanganan anak-anak yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak mengalami trauma.&nbsp;YDSF dan PPMI memberangkatkan dua delegasi sebagai pengkisah, Kak Hakim dan Kak Rubi.</p> <p style="text-align: center;"><img src="../../../assets/media/2018/10/22/728/2-mentalhealingpalu.jpg" alt="" width="500" /></p> <p>Selain membutuhkan bantuan dalam bentuk fisik dan materi, para korban juga membutuhkan pendampingan guna menghilangkan dampak trauma pascagempa. Aktivitas ini biasanya disebut dengan Mental Healing. &nbsp;"Mental Healing ini harapannya untuk memberikan pengobatan secara psikis pada anak-anak dari trauma pascagempa dan tsunami yang melanda daerah ini kemarin," papar Kak Hakim.</p> <p>Tim <em>Mental Healing</em> YDSF berada di Sulawesi Tengah selama sepakan. Mereka melakukan <em>Mental Healing</em> di 15 titik yang tersebar di Kota Palu, Kabupeten Donggala, dan Kabupeten Sigi. Cuaca ekstrem dan kondisi jalan yang rusak menjadi penghambat proses <em>Mental Healing.</em></p> <p>Selama proses <em>Mental Healing </em>tim dari YDSF dan PPMI berusaha mengibur anak-anak korban gempa melalui kisah-kisah inspiratif. &ldquo;Selama disana kami memberikan pengertian kepada anak-anak untuk menerima kenyataan yang&nbsp; ada, bagaimana menerima musibah, sehingga mereka tetep bisa menjalani hidup&rdquo; terang Kak Hakim. &ldquo;Kami juga memberi pengertian kepada mereka bahwa Allah sayang pada mereka, Allah tidak marah, dan Allah tidak jahat&rdquo; terang pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.</p> <p>&ldquo;Sambutan anak-anak sangat antusias&rdquo; kenang Kak Rubi. Anak-Anak korban becana pasti mengalami kesedihan yang mendalam. Diusianya yang masih kecil mereka harus mengalami musibah yang sangat berat. Tak sedikit diantara mereka yang kehilangan rumah dan barang-barang yag mereka cintai, bahkan ada yang kehilangan keluarga dan sanak saudara. &ldquo;Saya yakin mereka sedih&rdquo; lanjut bapak lima anak itu.</p> <p>Wajah anak-anak nampak ceria ketika proses <em>Mental Healing,</em> tidak nampak kesedihan di raut wajah mereka. Walupun sifatnya sementara semoga pelan-pelan bisa ikut mempersiapkan mental anak-anak untuk menghadapi kenyataan. &ldquo;Kita sempat datang lagi ke tempat yang pernah diadakan mental healing, dari kejauhan mereka sudah senang. Kak Rubiii... Kak Hakiiiim...&rdquo; kenang Kak Rubi.</p> <p>Pendidikan anak-anak lumpuh, sekolah-sekolah libur. Dampak dari bencana ini anak-anak kurang perhatian, kegiatannya pun tak tentu. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk kepada mental anak-anak.</p> <p>&ldquo;Anak-anak korban bencana butuh support. Saya merekomendasikan YDSF tetap menjadi yang terdepan memberi perhatian kepada anak-anak. Program ini sangat positif,&rdquo; tutur Kak Rubi. (Habibi)</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat