ProgramPemberdayaan

Wakaf Produktif Kopi: Petani Berdaya, Hasilnya Biayai Pendidikan Anak Dhuafa

21 Juli 2026•15 min baca•MediaHumas
Wakaf Produktif Kopi: Petani Berdaya, Hasilnya Biayai Pendidikan Anak Dhuafa
<p class="MsoNormal">Program Wakaf Produktif Kopi yang dikembangkan Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) terus menunjukkan dampak ganda bagi masyarakat. Melalui program Kopi Tujuh Bidadari, sekitar 30 petani dhuafa di kawasan kaki Gunung Ijen dan Gunung Raung diberdayakan dalam seluruh rantai produksi kopi, sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan anak-anak dhuafa hingga jenjang perguruan tinggi.</p> <p class="MsoNormal">Senior Manajer Wakaf YDSF, Aries Munandar, menjelaskan bahwa program tersebut dikelola menggunakan dana wakaf produktif dengan prinsip menjaga pokok wakaf agar tetap utuh. Adapun hasil pengelolaannya digunakan untuk mendukung berbagai program pendidikan, termasuk beasiswa mahasiswa dari keluarga kurang mampu.</p> <p class="MsoNormal"><img src="https://api.ydsf.org/file/b34c2a65598b0452" alt="" width="1051" height="700"></p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Kami merancang pemberdayaan ini kepada para petani kopi, dan melibatkan mitra untuk membantu pendampingan di lapangan. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Institut Agama Islam di Bondowoso untuk mendukung pendidikan mahasiswa,&rdquo; ujar Aries.</p> <p class="MsoNormal">Program yang digagas sejak Agustus 2025 melalui kolaborasi YDSF dan pelaku usaha kopi Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I., melibatkan petani dalam setiap tahapan produksi, mulai dari panen, penjemuran, pengolahan pascapanen, penggilingan, sortasi, roasting, hingga pengemasan. Selain terlibat langsung dalam proses produksi, para petani juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Kami memberdayakan petani lokal melalui keterlibatan langsung dalam setiap tahapan produksi kopi, mulai dari pemetikan buah hingga menjadi produk siap konsumsi,&rdquo; kata Suheri yang juga mantan Rektor IAI At Taqwa itu.</p> <p class="MsoNormal"><img src="https://api.ydsf.org/file/7e812168ef00be69" alt="" width="1051" height="700"></p> <p class="MsoNormal">Melalui skema tersebut, YDSF berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan. Selain membantu meningkatkan perekonomian petani dhuafa, hasil usaha kopi juga digulirkan untuk membantu anak-anak dhuafa yang terkendala biaya melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan demikian, manfaat wakaf tidak hanya dirasakan oleh penerima program saat ini, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi generasi berikutnya.</p> <p class="MsoNormal">Salah satu petani kopi Kaki Gunung Raung, di Desa Rowosari, Kecamatan&nbsp;Sumberjambe, Kabupaten Jember, Tika, mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Wakaf Produktif Kopi.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em> dengan adanya wakaf produktif pengelolaan kopi ekonomi keluarga saya sangat terbantu, terima kasih YDSF,&rdquo; ungkap Tika.</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat