EdukasiProgramDakwah

Familyhub YDSF: Keluarga Berkualitas Ciptakan Generasi Berkualitas

30 Oktober 2026•37 min baca•MediaHumas
Familyhub YDSF: Keluarga Berkualitas Ciptakan Generasi Berkualitas
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&ldquo;Generasi yang akan kita bentuk ini adalah generasi berkualitas. Untuk kemudian menciptakan warga negara berkualitas. Warga negara berkualitas ini yang akan menyelamatkan NKRI.&rdquo;</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Pernyataan tegas di atas disampaikan oleh Pembina Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) Dr. (HC) Ir. Abdulkadir Baraja dalam&nbsp;<em>Training of Trainers</em> (ToT) Sekolah Keluarga YDSF (Familyhub). ToT yang mengusung tema <em>Keluarga Tangguh, Peradaban Tumbuh</em> itu diikuti oleh 15 peserta dan diadakan di PrimeBiz Hotel Surabaya, Gayungsari, Surabaya, Senin-Jumat (26-30/10/2026).</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Selain itu, Ustadz Kadir juga mengingatkan bahwa di antara keterampilan yang perlu dimiliki setiap suami adalah bagaimana cara melarang istri yang membuat istri makin cinta. Dan dari larangan tersebut, istri tidak marah dan tidak membenci sang suami. Namun, cintanya makin bersemi.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Cahyadi Takariawan&nbsp;<em>Grand Master</em> Sekolah Keluarga YDSF. Bahwa, tidak ada cara lain untuk menghadirkan generasi berkualitas, kecuali dengan membangun keluarga berkualitas. Tidak ada cara yang lainnya.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&ldquo;Sekolah sehebat apapun, kalau keluarganya berantakan, tetap tidak baik generasinya,&rdquo; kata pendiri&nbsp;<em>Wonderful Family Institute</em> ini.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Selain itu, hadir pula Ketua Pengurus YDSF Ir. Shakib Abdullah, didampingi Direktur Utama YDSF Jauhari Sani, dan tim&nbsp;<em>Wonderful Family Institute</em>. 15 peserta berasal berbagai daerah seperti Bali, Depok, Surabaya, Sidoarjo, serta Magetan, dan mereka yang lolos seleksi dari total 257 pendaftar.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><img src="https://api.ydsf.org/file/2dc2bf32a394e541" width="1137" height="757"></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><strong>Total 257 Pendaftar dari 23 Provinsi</strong></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Beberapa waktu sebelumnya, YDSF berkolaborasi dengan <em>Wonderful Family Institute</em>, menyelenggarakan <em>Sosialisasi Seleksi Trainer Sekolah Keluarga YDSF</em>. Kegiatan tersebut diikuti 200 peserta dari total 257 pendaftar yang berasal dari 108 kabupaten/kota di 23 provinsi di Indonesia.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Capaian tersebut menjadi langkah awal dalam menyiapkan jaringan trainer untuk memperkuat pendidikan dan ketahanan keluarga di Indonesia. Dan lantaran para peserta berasal dari berbagai wilayah yang tersebar, maka kegiatan dilakukan secara daring melalui&nbsp;<em>Zoom Meeting</em> pada Rabu (14/10/2026).</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&ldquo;Ini merupakan angkatan pertama. Harapannya, ini bisa menjadi motor penggerak untuk membangun ketahanan keluarga di Indonesia,&rdquo; ungkap Direktur Utama YDSF Jauhari Sani.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Kegiatan juga diisi dengan pemaparan desain program Sekolah Keluarga YDSF oleh Koordinator/Leader of Master Trainer Dr. M. Zahri, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga YDSF dirancang untuk membangun sistem pendidikan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;"><img src="https://api.ydsf.org/file/8a30e0974b500aad" width="1141" height="760"></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Program ini memiliki visi mewujudkan keluarga berkualitas untuk melahirkan generasi yang berkualitas. Untuk mewujudkan visi tersebut, Sekolah Keluarga YDSF mengembangkan sistem yang didukung kurikulum, silabus, modul, master trainer, trainer atau fasilitator,&nbsp;<em>coach</em>, serta konselor.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&ldquo;Orientasi dari sekolah keluarga ini yang paling utama adalah dakwah, untuk memperbaiki kualitas bangsa Indonesia melalui keluarga yang berkualitas,&rdquo; ujar Muhammad Zahri.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Lebih lanjut, Zahri menegaskan bila Sekolah Keluarga menjadi ikhtiar bersama untuk mengkristalisasi sejumlah ide tentang perbaikan umat melalui dakwah, yang diwujudkan dalam bentuk Sekolah Keluarga.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Adapun untuk sasaran program mencakup wali murid di sekolah atau lembaga pendidikan, jamaah masjid, serta komunitas dan donatur lembaga amil zakat (LAZ).</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Melalui pendekatan tersebut, Sekolah Keluarga YDSF diharapkan mampu menghadirkan pendidikan keluarga yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya keluarga berkualitas sebagai model di lingkungannya.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Selain itu, untuk pengembangan program juga mencakup berbagai bentuk kegiatan, mulai dari&nbsp;<em>pre-learning</em>, pelatihan, <em>coaching</em> atau pembimbingan, konsultasi, konseling, penguatan komunitas, hingga syiar. Keseluruhan rangkaian tersebut dirancang untuk mendukung proses belajar keluarga secara berkelanjutan.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Selanjutnya, Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd., Koordinator Pengembangan Modul dan Trainer, menyampaikan sosialisasi mengenai proses seleksi calon trainer Sekolah Keluarga YDSF. Sesi ini memberikan penjelasan kepada para pendaftar mengenai proses seleksi serta peran calon trainer dalam mendukung implementasi program di berbagai wilayah.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai desain program, proses seleksi, serta kontribusi yang diharapkan dari calon trainer.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Melalui kolaborasi YDSF dan&nbsp;<em>Wonderful Family Institute</em>, Sekolah Keluarga YDSF diharapkan berkembang menjadi gerakan pendidikan keluarga yang menjangkau masyarakat lebih luas.</p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">Dengan jangkauan pendaftar dari 23 provinsi dan 108 kabupaten/kota, program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para trainer, mendorong tumbuhnya komunitas pembelajar keluarga, serta mewujudkan keluarga yang berkualitas dan tangguh sebagai fondasi lahirnya generasi penerus yang berkualitas.&nbsp;<strong>(<em>YDSF</em>)<br><br><img src="https://api.ydsf.org/file/7c95035dfad8e309" width="1114" height="742"><br></strong></p> <p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0cm; line-height: normal;">&nbsp;</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat