<p class="MsoNormal">Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) menandai milad ke-39 sekaligus halal bihalal, dengan menyelenggarakan kajian aktual al-Falah (Kaafah). Acara tersebut menghadirkan Pendakwah Nasional Dr. (H.C.) M. Subki Al-Bughury, S.Sos.I., M.Ag. dengan mengusung tema Menguatkan Ukhuwah, Menggapai Berkah, dan dihelat pada Ahad (12/4). YDSF juga mengundang M. Yugo Dwi Satrio, penerima beasiswa Program Pena Yatim YDSF, yang mendapatkan medali emas dari <em>the Duke of Edinburgh’s International Award</em> 2026.</p>
<p class="MsoNormal">Ketua Panitia Kaafah Milad ke-39 dan Halal Bihalal YDSF Purnomo mengatakan, YDSF memang rutin menyelenggarakan Kaafah setiap tahunnya. Utamanya untuk menandai Milad dan Halal Bihalal. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga besar YDSF beserta mitra, dan Sahabat Donatur.</p>
<p class="MsoNormal">“<em>Insya Allah</em> dari pemaparan yang disampaikan para narasumber yang hadir hari ini, kita semua mendapatkan wawasan baru. Semoga bermanfaat dan menjadi pencerahan demi menguatkan ukhuwah,” ujar Purnomo.</p>
<p class="MsoNormal">Lebih lanjut Purnomo mengatakan, Kaafah kali ini dihadiri hampir 1.000 orang. Sedangkan yang mendaftarkan diri melalui <em>link</em> yang disediakan panitia, mencapai lebih dari 1.000 orang. Mereka terdiri dari para Sahabat Donatur YDSF beserta keluarganya, tamu undangan, dan mitra YDSF.</p>
<p class="MsoNormal">Pada kesempatan tersebut, Pembina sekaligus salah satu pendiri YDSF Ustadz Abdulkadir Baraja membagikan sebagian kisah perjuangan awal berdirinya lembaga pelopor gerakan filantropi Islam di Indonesia ini. Bahwa YDSF bukan semata lembaga, melainkan “anak biologis dari masjid”. Nyatanya, cikal bakal lahirnya YDSF dari Masjid Al Falah Surabaya, yang menjadi tempat berkumpulnya para pejuang umat, dengan salah satu solusinya, tak lain melalui zakat.</p>
<p class="MsoNormal">“Momentum milad ini menjadi pengingat bahwa kekuatan besar selalu bermula dari niat yang tulus dan langkah yang sederhana. Dari masjid, untuk umat, dan kembali menguatkan peradaban,” tegas Ustadz Kadir.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam perjalanan 39 tahun YDSF, tentu penuh doa, pengorbanan, dan semangat menebar manfaat. Dari sebuah gerakan kecil di masjid, YDSF menjadi Lembaga yang dipercaya ribuan donatur, serta memberi manfaat bagi jutaan penerima manfaat.</p>
<p class="MsoNormal">Alhamdulillah selama Ramadhan 1447 H, YDSF telah mendistribusikan kebaikan lebih dari Rp7 miliar. Dari nilai kebaikan tersebut menjangkau para penerima manfaat di 15 provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, saudara-saudara kita di Palestina pun merasakan uluran kebaikan tersebut. Jumlahnya, lebih dari 31 ribu penerima manfaat yang berbahagia menerimanya.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam momen tersebut, juga dihadirkan bazaar berbagai produk UMKM hasil karya para donatur binaan YDSF. Salah satunya, Pisang Kirana Mas yang menjadi komoditi andalan program wakaf pertanian produktif YDSF Cabang Jember. Buah yang termasuk sumber energi alami yang baik ini, merupakan hasil dan saksi perjuangan para petani pisang di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di antaranya, ada jajanan khas dari Banyuwangi, olahan kerupuk ikan, terasi, juga petis dari Gresik, Dawet dari Sidoarjo. Selain itu, ada Kopi Tujuh Bidadari yang merupakan buah kerja sama YDSF dengan IAI At Taqwa Bondowoso.</p>
Dakwah
39 Tahun YDSF: Bermula dari Niat Tulus dan Langkah Sederhana
12 April 2026•18 min baca•MediaHumas
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat