Program

Utang Bank untuk Haji | YDSF

16 Mei 2023โ€ข40 min bacaโ€ขAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak dapat dipungkiri, bahwa setiap muslim pasti mendambakan untuk menunaikan ibadah haji. Banyak umat muslim yang berusaha sekuat tenaga agar bisa pergi ke tanah suci Mekkah, terlebih untuk urusan finansial. Bahkan untuk lebih mudahnya, tak jarang dari mereka yang menunaikan haji dengan cara utang bank. Lantas, apakah hal demikian diperbolehkan dalam Islam?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><b><span lang="IN">Hukum Menunaikan Ibadah Haji<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Islam menjadi salah satu agama yang banyak memberikan kemudahan bagi umatnya. Termasuk perihal mengerjakan amalan ibadah. Allah Swt. tak pernah memerintahkan hamba-Nya untuk beribadah yang sifatnya berat dan menyusahkan. Seperti pada ibadah haji.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam Al-Qurโ€™an, Allah Swt. berfirman,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right"><span lang="IN">ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุญูุฌูู‘ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽู†ููŠูŒู‘ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">โ€œ<i>Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam</i>.โ€ (QS. Ali Imran: 97).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak hanya itu, haji juga termasuk ke dalam salah satu rukun Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., โ€œIslam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadhanโ€ (HR. Bukhari dan Muslim).<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-umrah-tapi-belum-zakat-maal-ydsf-IbrT.html"><span lang="IN">Bolehkah Umrah Tapi Belum Zakat Maal? | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Maka, berdasarkan ayat dan hadits di atas, mayoritas ulama sepakat bahwa hukum menunaikan ibadah haji ialah fardhu โ€˜ain bagi setiap muslim. Namun, hukum wajib di sini diperuntukkan bagi umat muslim yang mampu, baik secara fisik, spiritual, maupun finansial. Apabila terdapat salah satu aspek tersebut yang tidak dimiliki oleh seorang muslim, berarti ia belum dikatakan wajib menunaikan ibadah haji.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Namun, meski demikian bukan berarti umat muslim diperbolehkan bermalas-malasan tanpa berusaha untuk menunaikan ibadah haji. Terlebih, bagi mereka yang seharusnya mampu, namun sengaja menunda-nunda ibadah haji. Tentu, hal demikian tidak dibenarkan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bahkan, sebagian ulama seperti Ibnu Habib Al Maliki, Nafiโ€™, dan Al Hasan Al Basri, menganggap kafir bagi setiap orang yang mampu tetapi sengaja tidak berhaji. Hal ini sejalan dengan perkataan dari Umar bin Khatab r.a., โ€œBarangsiapa yang mampu berhaji namun tidak berangkat haji, maka sama saja apakah ia mati sebagai orang Yahudi atau sebagai orang Nashraniโ€ (HR. Ibnu Katsir, dishahihkan Hafizh Al Hakami). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><b><span lang="IN">Ibadah Haji dengan Utang Bank<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ibadah haji memang menjadi salah satu ibadah yang sangat didambakan oleh setiap muslim. Maka tak heran bila terdapat umat muslim yang melakukan segala usaha demi bisa menunaikannya. Salah satu hal yang bahkan sering ditemui yaitu memakai uang pinjaman bank untuk daftar haji agar segera mendapatkan kuota kursi di masa mendatang.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ustadz Dr. Zainuddin, Lc., MA. (Dewan Syariah YDSF) menjelaskan bahwa kewajiban haji ialah bagi mereka yang mampu. Sedangkan, kemampuan setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada dirinya masing-masing, terlebih dalam aspek finansial. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ada yang memang kondisinya mampu langsung daftar haji saat itu juga secara tunai, bahkan dengan mudah memilih paket haji plus. Namun, ada juga yang harus mulai dari nol, rela menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, meski ada saja yang membuat gagal mengumpulkan dana haji. Tak hanya itu, ada pula yang memilih melakukan pinjaman atau utang di bank untuk daftar haji dulu, baru kemudian membayar setorannya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada prinsipnya, setiap ikhtiar yang dilakukan untuk menunaikan ibadah haji hukumnya sah dan memiliki nilai kebaikan di sisi Allah Swt. Apabila dengan jalan menabung atau utang untuk pergi haji tersebut tidak memberatkan diri sendiri, maka boleh jadi itulah salah satu cara Allah Swt. agar hamba-Nya dapat memenuhi panggilan ke Baitullah. <o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><a href="https://ydsf.org/berita/karakteristik-para-hamba-yang-dicintai-allah-ydsf-QYan.html"><span lang="IN">Karakteristik Para Hamba yang Dicintai Allah &nbsp;| YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tetapi, apabila jalan tersebut dirasa menimbulkan beban tersendiri di kemudian hari lantaran utang, sebaiknya ditangguhkan terlebih dahulu. Selain itu, jika dari awal memiliki keputusan untuk pergi haji dengan utang bank, hendaklah kita memastikan bahwa utang tersebut tidak mengandung riba. <i>Wallahuaโ€™lambisshowab</i>.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN">Sumber: Majalah Al Falah Edisi Januari 2019<o:p></o:p></span></b></h3><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">&nbsp;</span></b></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN">Featured Image by <a href="https://unsplash.com/photos/IAwnp88Fz8Y">unsplash</a><o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN">Mudah Tunaikan Qurban:<o:p></o:p></span></b></h3><p><a href="http://bit.ly/ekspedisiqurban1444"><img src="../../../assets/media/2022/06/02/1826/1-ekspedisi-qurban-ydsf.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/5-amalan-penting-selama-bulan-dzulhijjah-ydsf-Cleg.html"><span lang="IN">5 AMALAN PENTING SELAMA BULAN DZULHIJJAH | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/keutamaan-10-hari-pertama-dzulhijjah-ydsf-IFiC.html"><span lang="IN">Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/kisah-habil-dan-qabil-qurban-hingga-pembunuhan-ydsf-7RnW.html"><span lang="IN">KISAH HABIL DAN QABIL, QURBAN HINGGA PEMBUNUHAN | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/pengorbanan-nabi-ismail-as-dalam-ibadah-qurban-ydsf-P6Dc.html"><span lang="IN">PENGORBANAN NABI ISMAIL AS. DALAM IBADAH QURBAN | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/belum-aqiqah-boleh-qurban-ydsf-iPdA.html"><span lang="IN">Belum Aqiqah Boleh Qurban | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/13-adab-dalam-berdoa-ydsf-ztLA.html"><span lang="IN">13 Adab dalam Berdoa | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/menguatkan-sesama-dengan-berjamaah-ydsf-8ykj.html"><span lang="IN">Menguatkan Sesama dengan Berjamaah | YDSF</span></a></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat