Ustadz Nurbuat Telah Berpulang Meninggalkan Jejak-jejak Istiqamah | YDSF

Ustadz Nurbuat Telah Berpulang Meninggalkan Jejak-jejak Istiqamah | YDSF

14 Juni 2022

*Ustadz Nurbuat paling kiri dalam foto

Salah satu Dai Senior YDSF, Ustadz Nurbuat wafat pada awal Februari 2021. Almarhum merupakan dai YDSF yang bertugas di Dusun Durmo, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Ustadz ini hidup sederhana, namun memiliki banyak mimpi.

Ustadz Nurbuat telah bergabung sebagai dai YDSF sejak awal 1990-an. Niatnya berawal ketika melihat kondisi masyarakat sekitar tempat tinggalnya yang terbelakang dalam pendidikan formal maupun keagamaan. Ia mulai tergerak membuka lahan pendidikan dan dakwah.

Berbekal kemampuan seadanya, Ustadz Nurbuat yang “hanya” lulusan SD dan bukan alumni pesantren, dengan mantab melangkah mewujudkan mimpi indahnya. Ia mulai membekali dirinya dengan bersemangat menuntut ilmu melalui pembinaan yang dilakukan oleh YDSF, Masjid Al Falah, dan Dewan Dakwah Islam Indonesia.

Perjuangannya dimulai tahun 1985. Ketika itu, sembari menjadi petani dan buruh di Pasar Bantur, Ustadz Nurbuat juga menjadi menarik ojek untuk menambah penghasilannya. Setiap malam, ia selalu menyempatkan diri untuk menularkan ilmu yang dimiliknya. Ia mengajari anak-anak di kampungnya membaca dan menulis, serta menanamkan nilai dasar-dasar agama. Walaupun hanya mengajar enam anak, Ustadz Nurbuat tetap mengajar dengan sepenuh hati.

Pada pertengahan 1991, dengan tabungan yang dia miliki dari mengojek, Nurbuat mulai mendirikan sebuah madrasah ibtidayah. Sekolah ini menjaring 25 murid.

Baca juga: Beda Zakat Penghasilan dan Zakat Maal | YDSF

Meski terbilang cukup banyak, namun proses belajar mengajar masih dilakukan di musala. Sedikit demi sedikit, Ustadz Nurbuat terus membangkitkan impiannya. Bermodal hasil ojekan itu, tahun 1992, ia mendirikan gedung Yayasan Nurul Huda. Semua gedung itu ia dirikan di atas tanah warisan miliknya.

Tahun 1995 Yayasan Nurul Huda mendapat bantuan dari YDSF berupa bangunan gedung sekolah. Berkah usaha dari Ustadz Nurbuat, Yayasan tersebut telah berkembang pesat. Yayasan Nurul Huda menaungi Pondok Pesantren, Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Selain berdakwah, Ia juga merupakan seorang aktivis masjid. Seperti kenangan yang dituturkan Mashari, Manager Bidang Dakwah dan Masjid YDSF. Menurutnya, Abah Buat adalah seorang yang menyatukan jaringan masjid-masjid di Kecamatan Bantur.

“Sampai akhir hayat beliau masih bersemangat membangun masjid, mencarikan sumber air bagi masyarakat. Salah satu prestasi beliau adalah membuat jaringan-jaringan masjid di Kecamatan Bantur bisa bersatu antarormas,” tutur Mashari.

Ustadz Nurbuat berperan menjadi jembatan antara YDSF dengan masyarakat, khususnya di Kecamatan Bantur. Beberapa programnya adalah pengajuan pembangunan masjid, penugasan dai, dan pipanisasi air bersih. Jasa Ustadz Nurbuat sangat besar bagi masyarakat Bantur.

“Beliau mengayomi, sabar, tutur katanya halus, murah senyum. Makanya beliau dipanggil Abah. Insya Allah peninggalan beliau sangat banyak dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Bantur,” tuturnya.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Maret 2021

 

Sedekah Mudah:


Artikel Terkait:

Doa Minta Rezeki Halal dan Berlimpah Sesuai Sunnah | YDSF
HUKUM DAN DALIL QURBAN DALAM ISLAM | YDSF
Amalan Ibadah Pembuka Pintu Rezeki | YDSF
HUKUM BAYAR ZAKAT ONLINE DALAM ISLAM
Hadits Palsu: Setiap Bulu Hewan Qurban Ada Kebaikan | YDSF
MENGELUARKAN SEDEKAH DARI BUNGA BANK | YDSF


#EkspedisiQurbanYDSF



Tags: jalan istiqamah, dai YDSF

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: