<p>Ada perkembangan kesadaran positif yang harus ada pada orangtua tentang penggunaan <em>gadget</em> anak-anak mereka. Yaitu, perlunya pengawasan dalam pembatasan waktu dan konten yang diakses oleh anak-anak.</p>
<p>Tentu kesadaran ini tumbuh dari pengalaman para orangtua yang banyak merasakan dampak penggunaan <em>gadget</em> yang tidak terbatas.</p>
<p>Namun, kesadaran yang positif di atas bukan tanpa tantangan-tantangan yang menyertainya. Beberapa di antaranya:</p>
<h5><strong>Merasa Memiliki <em>Gadget</em> Sepenuhnya</strong></h5>
<p>Beberapa anak menganggap bahwa <em>gadget</em> yang di tangannya adalah miliknya sepenuhnya. Apalagi kalau beberapa <em>gadget</em> itu dibeli oleh si anak dengan uang mereka sendiri atau sebagiannya.</p>
<p>Dengan pemahaman akan <em>gadget</em>nya seperti di atas, maka mereka menganggap orangtua tidak berhak untuk melihat dan mengatur penggunaanya.</p>
<p>Sehingga terjadilah pola di mana <em>gadget</em> itu diberi password atau harus selalu izin ketat dari si anak jika orangtua menggunakannya.</p>
<h5><strong>Peran Orangtua terhadap <em>Gadget</em> Anak</strong></h5>
<p>Beberapa orangtua mengalami kendala saat ingin mengurangi dan mengambil <em>gadget</em> anak untuk beberapa saat. Si anak pun akan memiliki banyak alasan yang meyakinkan, contohnya <em>gadget</em> tersebut digunakan untuk belajar sekolah.</p>
<p>Tentu dengan alasan tersebut orangtua lebih sering mengalah kepada anak. Walaupu, mereka sangat mengetahui bahwa anaknya sedang bermain dengan <em>gadget</em>nya, bukan sedang belajar.</p>
<p>Menghadapi tantangan-tantangan di atas, orangtua perlu bersikap proaktif terhadap penggunaan <em>gadget</em> anak. Sikap-sikap tersebut di antaranya:</p>
<ol>
<li>
<h6><strong>Membangun kesadaran pada anak</strong></h6>
</li>
</ol>
<p>Anak perlu paham tentang fungsi dan tanggung jawab ayah sebagai pemimpin di rumah. Sehingga apapun yang terjadi di dalam rumah, berada di bawah kendali sang ayah. Dari pola inilah, maka orangtua dapat membangun kesadaran pada anak.</p>
<p>Walaupun anak sudah memiliki televisi di dekat kamarnya dan televisi tersebut adalah hasil hadiah yang didapatnya, namun jadwal melihat televisi harus tetap disesuaikan dengan jadwal kesepakatan keluarga. </p>
<p>Tidak dibenarkan mereka bebas menggunakan laptop dan ponsel pada setiap waktu (kapan saja) dengan alasan <em>gadget</em> tersebut telah menjadi miliknya.</p>
<ol start="2">
<li>
<h6><strong>Buat kesepakatan dengan anak</strong></h6>
</li>
</ol>
<p>Ada beberapa anak yang mulai meyakini bahwa ponsel ini miliknya, sehingga merasa berhak memberi <em>password</em> pada ponsel tersebut. Sehingga orangtua pun tidak bisa dengan mudah mengaksesnya.</p>
<p>Maka buatlah kesepakatan dengan anak-anak bahwa semua <em>gadget</em> tidak ter-<em>password</em> di rumah dengan memberi contoh <em>gadget</em> orangtua sendiri tidak mempunyai <em>password</em>.</p>
<ol start="3">
<li>
<h6><strong>Mendiskusikan waktu belajar</strong></h6>
</li>
</ol>
<p>Diskusikan dengan anak tentang waktu belajar mereka. Dari waktu belajar yang telah didiskusikan tersebut, menjadikannnya sebagai pedoman penggunaan <em>gadget</em> yang boleh.</p>
<p>Jika di luar jam belajar tersebut anak masih memegang <em>gadget</em>, maka orangtua bisa menegurnya dan menanyakannya. Tidak disarankan bagi anak untuk memegang ponsel hingga tidur lelap.</p>
<p>Sebagaimana tidak bijak bagi orangtua masih terikat ponselnya hingga tertidur lelap di samping <em>gadget</em> tersebut.</p>
<ol start="4">
<li>
<h6><strong>Membuat peraturan waktu memegang <em>gadget</em></strong></h6>
</li>
</ol>
<p>Orangtua bisa melakukan kesepakatan dengan anak, kapan saat semua anggota keluarga boleh memegang <em>gadget</em> dan kapan saat tidak boleh memegangnya. Seperti pada kesempatan makan, waktu baca Alquran, dan lain-lain.</p>
<p>Tentu ini semua harus dimulai dari contoh orangtua. Dengan demikian, pembatasan pemakaian <em>gadget</em> adalah program bersama keluarga</p>
<p> </p>
<p><em>Oleh: Miftahul Jinan (Direktur Griya Parenting Indonesia)</em><br /><em>Editor: Ayu SM</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<p><a title="Pintu Dosa di Era Digital | YDSF" href="../../../../berita/pintu-dosa-di-era-digital-ydsf-JUVs.html">Pintu Dosa di Era Digital | YDSF</a></p>
<p><a title="Waspadai Perkara Perusak Amal | YDSF" href="../../../../berita/waspadai-perkara-perusak-amal-onpH.html">Waspadai Perkara Perusak Amal | YDSF</a></p>
<p><a title="Tips Menghafal Al Quran Otodidak | YDSF" href="../../../../berita/tips-menghafal-alquran-otodidak-d6Mc.html">Tips Menghafal Al Quran Otodidak | YDSF</a></p>
<p><a title="Mencetak Ahli Tafsir Alquran dari Anak Cerdas nan Beradab" href="../../../../berita/mencetak-ahli-tafsir-alquran-dari-anak-cerdas-nan-beradab-DO0S.html">Mencetak Ahli Tafsir Alquran dari Anak Cerdas nan Beradab</a></p>
<p><a title="Banyak Menghafal Alquran, Tubuh Jadi Semakin Sehat" href="../../../../berita/banyak-menghafal-alquran-tubuh-jadi-semakin-sehat-8fMH.html">Banyak Menghafal Alquran, Tubuh Jadi Semakin Sehat</a></p>
<p><a title="Asy Syifa’, Alquran Penyembuh Penyakit" href="../../../../berita/asy-syifa-alquran-penyembuh-penyakit-OUAZ.html">Asy Syifa’, Alquran Penyembuh Penyakit</a></p>
<p><a title="Kisah Keluarga Teladan dalam Al Quran" href="../../../../berita/kisah-keluarga-teladan-dalam-al-quran-0Roc.html">Kisah Keluarga Teladan dalam Al Quran</a></p>
<p><a title="Kisah Umar dalam Melayani Umat" href="https://www.instagram.com/p/Bu5PXP_HotX/">Kisah Umar dalam Melayani Umat</a></p>
<p><a title="Tak hanya Membagi Ilmu, Imam Syafi'i juga Membagi Harta" href="https://www.instagram.com/p/BunAbUOHpWn/">Tak hanya Membagi Ilmu, Imam Syafi'i juga Membagi Harta</a></p>
<p><a title="Belajar Membaca Alquran di Masa Rasulullah SAW | YSDF" href="../../../../berita/belajar-membaca-alquran-di-masa-rasulullah-saw-ysdf-ueY9.html">Belajar Membaca Alquran di Masa Rasulullah SAW | YSDF</a></p>
<p><a title="Adab Terhadap Alquran | YDSF" href="../../../../berita/adab-terhadap-alquran-ydsf-7vvM.html">Adab Terhadap Alquran | YDSF</a></p>
Program
Tips Mengatur Penggunaan Gadget pada Anak | YDSF
8 April 2019•31 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat