Tips Mendidik Anak Tangguh dan Kerja Keras | YDSF

Tips Mendidik Anak Tangguh dan Kerja Keras | YDSF

26 Juli 2022

Kita hidup di era digital yang membawa perubahan pada semua aspek kehidupan manusia. Dalam banyak kajian tentang perkembangan dunia saat ini, kita dihadapkan pada sebuah kondisi yang disebut VUCA world. VUCA merupakan singkatan dari Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas). Sebuah kondisi dunia yang penuh dengan kekacauan dan keterbaruan yang terus menerus yang berpotensi menimbulkan kegalauan kronis di masa sekarang akan kondisi di masa depan.

Menghadapi kondisi ini kita sebagai orang tua harus mempersiapkan anak-anak untuk siap menghadapi situasi apapun. Jangan sampai anak kita tidak siap dan tidak berdaya menghadapi persoalan hidup yang semakin komplek. Hal ini selaras dengan Surat An-Nisa ayat 9: “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Karena itu kita wajib menyiapkan anak yang tangguh dan memiliki karakter pekerja keras. Anak yang tangguh adalah anak yang memiliki keterampilan tata kelola emosi yang bagus, sehingga dia siap menghadapi gejolak emosi dan menemukan cara tepat untuk mengeskpresikan emosinya dengan tepat.

Menumbuhkan sikap pekerja keras pada anak adalah bekal yang berharga. Akan berguna untuk memenuhi tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di dunia. Bekerja keras adalah sebuah sikap mulia yang perlu dilakukan oleh setiap muslim, sebagaimana dahulu Rasullulah mencium tangan sahabat yang melepuh dan kasar karena bekerja keras. Rasulullah mengatakan bahwa tangan inilah yang nanti akan membawa sahabat tersebut ke surga.

Mengajarkan sifat bekerja keras pada anak akan menumbuhkan beberapa karakter positif yang akan membantunya dalam menjalani kehidupan, di antaranya: (1) Kemandirian, anak yang terbiasa dididik untuk bekerja keras otomatis akan mengembangkan kemandiriannya. (2) Tanggung jawab, sebagai manifestasi dari kesanggupannya menerima tugas dengan segala risikonya. (3) Ketekunan, karena adanya sikap tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik dan menuntaskan tugas. (4) Sikap pantang menyerah, secara tidak langsung membuat anak terbiasa untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan apapun. (5) Bersyukur dan Tawakal, tujuan utamanya adalah munculnya sikap syukur dan tawakal atas semua proses yang dihadapi hingga hasil akhir.

Mengajarkan sikap bekerja keras pada anak adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan kesabaran dari orang tua. Berikut ini adalah kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sikap kerja keras.

Baca juga:
Cara Membentuk Karakter Baik pada Anak Menurut Islam | YDSF
Pola Komunikasi Pengasuhan Anak dalam Islam | YDSF

Pertama, keteladanan orang tua sebagai contoh dan bukti paling nyata bagi anak-anak tentang makna sebuah kerja keras sehingga mereka dapat memahami hal ini dengan baik.

Kedua, mengajarkan life skill kepada anak. Membiasakan anak menyelesaikan pekerjaan rumah sesuai usia dan kemampuannya. Sebagai sebuah bentuk latihan yang membuatnya bertanggung jawab dan bekerja keras untuk menyelesaikan tugasnya.

Ketiga, membuat anak fokus pada kegiatan yang menjadi minatnya. Orang tua perlu menggali dan mengeksplorasi kekuatan dan kekurangan anak sehingga nantinya anak menemukan minat dan bakatnya. Apabila anak sudah menemukan bakat atau kelebihannya dorong dia untuk berprestasi dengan terus belajar dan berusaha mendapatkan hasil optimal.

Keempat, mengajarkan anak hidup sederhana. Kita melatih anak untuk tidak mendapatkan keinginannya dengan mudah yang membuatnya manja dan penuntut. Membiasakan anak hidup sederhana dan bersahaja membuatnya lebih peka dan memiliki sifat tahan banting. Ini akan membuatnya menjadi pribadi yang bersemangat dan memiliki tekad kuat untuk mencapai keinginannya.

Kelima, menanamkan sikap pantang menyerah. Anak-anak perlu latihan dan diberi kesempatan untuk melakukan kesalalahan atau kegagalan. Namun perlu ditanamkan untuk berusaha lebih baik lagi dan terus mencoba untuk mencapai tujuan. Karena dari proses inilah anak memahami makna berjuang dan kerja keras. Orang tua perlu memberikan dukungan dan motivasi sebagai apresiasi kepada anak agar dia memiliki mental besi dan pribadi yang kuat.

Sesungguhnya mengembangkan sikap tangguh dan bekerja keras adalah sebuah keniscayaan bagi para orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya untuk menghadapi kehidupan. Pada saatnya kita akan melepaskan pengawasan dan penjagaan saat mereka dewasa. Kebiasaan dan latihan yang diterima anak sejak dini akan membantunya mengembangkan sifat kerja keras yang memang diperintahkan oleh Allah untuk urusan akhirat maupun urusan dunianya. Pada akhirnya, tercapailah misi penciptaan manusia sebagai khalifah yang akan memakmurkan bumi dan menjadi tempat untuk beribadah mengharap ridho dari Allah Swt.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Maret 2021


Sedekah Mudah:


Artikel Terkait:

Mendidik Anak Komunikatif dengan Orang Tua | YDSF
MENGELUARKAN SEDEKAH DARI BUNGA BANK | YDSF
Mempersiapkan Anak Gadis Menginjak Usia Dewasa | YDSF
DOA MINTA REZEKI HALAL DAN BERLIMPAH SESUAI SUNNAH | YDSF
Program Pemerintah Cegah Stunting Berkonsep Isi Piringku | YDSF
2 JENIS HARTA BENDA WAKAF | YDSF



Membangun Keluarga & Generasi Kokoh | YDSF | Ustadz Wijayanto



Tags: mendidik anak tangguh, mendidik anak kerja keras

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: