UPDATE NEWS

...

Friday, 12 April 2019 10:00

Tips Memakmurkan Masjid | YDSF

Masjid adalah rumah Allah. Tempat yang digunakan umat Islam untuk melaksanakan ibadah mahdhah ataupun sebagai pusat kegiatan dakwah Islam.

Dalam sejarah, Rasulullah Saw mencontohkannya saat hijrah ke Yastrib pertama kali. Beliau mendirikan Masjid guna membangun sebuah peradaban Islam yang maju dan mulia di kota yang saat ini kita kenal dengan nama Madinah ini.

Maka dari itu, orang Islam dianjurkan untuk memakmurkan dan meramaikan masjid. Dalam surat At-Taubah ayat 18, Allah Swt menjelaskan bahwa yang memakmurkan masjid tersebut hanyalah orang-orang beriman pada hari akhir, mendirikan shalat, dan membayar zakat.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Rasulullah Saw juga bersabda,

سنن الترمذي ت بشار  -  4/308  

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ} الآيَةَ. رواه الترمذي وقال : هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ حَسَنٌ.


"Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman" (HR. Ahmad, At-Thirmidzi).

Lalu, bagaimana cara atau langkah-langkah untuk tetap bisa memakmurkan atau meramaikan masjid? Mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.

Saya mau sharing bagaimana supaya masjid bisa ramai para jamaahnya?

-Hamba Allah-

Jawaban:

Sebenarnya untuk memakmurkan sebuah masjid tidak sulit. Program yang dicanangkan ta’mir semestinya dapat mengakomodasi kepentingan lingkungannya. Contoh sederhana, ketika merayakan hari Raya Qurban, biasanya ternak qurban disembelih lalu dibagikan, selesai.

Tetapi jika diformat agar masyarakat ikut serta menyembelihnya, kemudian dimasak bersama di lingkungan masjid itu dan dikonsumsi bersama, sisanya dibontot dan dibagikan kepada masyarakat, maka akan melahirkan kesan kebersamaan.

Umat akan berkomentar, masa ke masjid hanya makan qurban?

Kita merindukan adanya masjid seperti di Jawa Tengah. Semua kegiatan masyarakat sampai aqiqah dipercayakan kepada ta’mir masjid, maka jadilah masjid sebagai pusat budaya masyarakat. Ada kajian agama, wirausaha, kesenian, dan lain-lain.

Bahkan ada masjid yang menyiapkan tempat olahraga, seperti Masjid Ceng Hoo. Sehingga banyak remaja yang kerasan di masjid. Meskipun begitu, tentu waktu shalat semua kegiatan dihentikan dan mengikuti jamaah shalat.

 

Penanya: salah satu donatur YDSF
Sumber jawaban: Dr. H. Zainuddin MZ. Lc. MA
Editor: Ayu SM

 

Baca Juga:

Share: