<p class="MsoNormal">Pelatihan Shalat Kaifa Tusholli untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas shalat sesuai tuntunan Rasulullah Saw. kembali digelar Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Maghfiroh, Surabaya, Sabtu (3/10), ini diikuti lebih 50 peserta dari komunitas pengajian, donatur, dan guru ngaji di wilayah Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal">Pelatihan Kaifa Tusholli berawal dari kitab <em>Kaifa Tusholli</em> karya Kiai Haji Muhammad Ihya Ulumuddin yang membahas tata cara shalat menurut riwayat hadist. Dari kitab tersebut kemudian lahir Kaifa Tusholli Center (KTC) pada 2017.</p>
<p class="MsoNormal">“Lembaga kami bergerak di berbagai masjid dan majelis taklim untuk training tata cara shalat menurut riwayat hadist. Kemudian berkembang menjadi sebuah kurikulum yang bisa diajarkan di sekolah dasar,” terang Direktur KTC Pujon Malang, Ustadz Muhim Kamaluddin.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga menjelang Ashar itu, YDSF menghadirkan dua narasumber, yakni Ustadz Muhim Kamaluddin dan Master Trainer Ustadz Masyhuda Al Mawwaz.</p>
<p class="MsoNormal">Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari pada setiap Sabtu. Dua pertemuan pertama difokuskan pada pembelajaran tata cara shalat sebagaimana riwayat Nabi Muhammad Saw., sedangkan pada hari ketiga peserta akan mengikuti ujian praktik.</p>
<p class="MsoNormal"><img src="https://api.ydsf.org/file/8e3edfd79e0a08ae" alt="" width="1050" height="700"></p>
<p class="MsoNormal">Ustadz Masyhuda Al Mawwaz menyampaikan bahwa shalat merupakan amal yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT. di tengah panjangnya proses hisab pada hari kiamat. Karena itu, menurutnya, tata cara shalat penting untuk terus dikaji berdasarkan sunah Rasulullah Saw.</p>
<p class="MsoNormal">Dengan memahami hal tersebut, umat Islam diharapkan dapat lebih mengerti adab-adab dalam shalat dan menerapkannya dalam ibadah sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal">Antusiasme terlihat dari para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan terkait materi shalat. Salah satunya Fahilita dari Mataka Majelis Ta'lim. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai niat dalam shalat.</p>
<p class="MsoNormal">“Tadi saya dapat materi dari ustaz, niat itu tidak harus diucapkan. Jadi bisa juga di dalam hati, bahkan ketika kita berangkat ke masjid. Itu saya baru tahu,” ucap Fahilita.</p>
<p class="MsoNormal">Peserta lainnya, Supri, guru ngaji SD Tanwir, juga mendapatkan pandangan baru mengenai perbedaan gerakan dalam shalat. Menurutnya, perbedaan gerakan yang selama ini kerap dianggap salah ternyata memiliki dasar riwayat masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal">“Dari materi yang saya ingat dan berkesan bagi saya, mengenai riwayat tentang ragam gerakan shalat. Anggapannya selama ini berbeda gerakan itu sebuah hal yang salah. Ternyata, perbedaan itu ada riwayat dan dasarnya masing-masing,” kata Supri.</p>
<p class="MsoNormal">Pelatihan akan dilanjutkan pada Sabtu (10/10) dengan materi yang lebih mendalam mengenai tata cara shalat yang sempurna sesuai riwayat hadist sahih.</p>
Edukasi
Tingkatkan Kualitas Ibadah, YDSF Dalami Kaidah Shalat Melalui Kaifa Tusholli
3 Oktober 2026•16 min baca•MediaHumas
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat