Teladan Luqman dalam Menasihati Anak | YDSF

Teladan Luqman dalam Menasihati Anak | YDSF

20 Juli 2022

Pernah mendengar nama Luqman Al Hakim? Ya, karena caranya yang baik dalam mendidik anak, namanya bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an. Banyak pelajaran tentang pendidikan terhadap anak yang dapat kita teladani darinya. Salah satunya adalah nasihat yang layak diberikan untuk anak. 

Dalam Islam, keluarga mempunyai peranan penting. Sebab, keluarga bisa dikatakan sebagai pondasi awal sebuah peradaban. Menguatkan ukhuwah di dalam sebuah keluarga, dapat menjadi sebuah ikhtiar nyata untuk menegakkan peradaban yang mulia. Untuk itu, Islam bukan semata menganjurkan hidup berkeluarga, melainkan juga memberikan berbagai ketentuan dan tuntunan dalam menjalankannya.

Sebuah keluarga, yang diawali dengan terjadinya pernikahan di dalamnya, merupakan amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya. Dalam Islam, sebuah pernikahan merupakan perjanjian yang agung dan suci (mitsaqan ghalidza). Artinya, dilarang untuk dipermainkan.

Setiap anggota keluarga menjadi amanah bagi satu sama lain, yang harus saling menghargai, menghormati, menasihati/mengingatkan, menjaga, dan merawat. Keluarga dapat menjadi tempat ideal di mana terjadinya proses pengenalan, penanaman, dan pembiasaan terhadap nilai-nilai tauhid, kebaikan, dan berbagai hal positif lainnya.

Al-Qur’an sebagai kitab suci yang menjadi pedoman bagi setiap muslim berisi nasihat, pelajaran, serta tuntunan. Luqman Al Hakim adalah satu di antara sedikit nama tokoh yang disebutkan di dalamnya. Ia bukan seorang nabi atau rasul yang mendapatkan wahyu dari Allah Swt. Namun, nama tersebut istimewa, lantaran diabadikan menjadi nama surat dalam Al-Qur’an.

Luqman dikenal karena kebijaksanaanya. Ini dapat dilihat dari gelar yang disandangnya, yaitu Al-Hakim yang artinya seseorang yang bijaksana dan baik tutur-katanya. Nasihat Luqman kepada anaknya diabadikan Allah dalam Surat Luqman ayat 13 - 19. Tentunya, kita bisa mengambil pelajaran, untuk dipahami dan diterapkan.

Nasihat Tauhid     

Nasihat pertama yang disampaikan Luqman kepada buah hatinya adalah nasihat tauhid. Meng-esa-kan Allah. Serta, menjauhi perbuatan syirik atau menyekutukan Allah.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar." (QS. Luqman: 13).

Penanaman tauhid menjadi hal paling penting dalam mendidik anak. Tauhid adalah pondasi pertama yang harus dikuatkan. Tauhid adalah pembeda antara seorang muslim dan non-muslim. Muslim sejati akan meniatkan segala yang dilakukan karena Allah Swt.

Nasihat tauhid ini, senada dengan wasiat yang disampaikan Nabi Ya’kub kepada anak-anaknya di akhir hayatnya.

Baca juga: TIPS MENUMBUHKAN TANGGUNG JAWAB ANAK | YDSF

“Adakah kamu hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya,’” (QS. Al-Baqarah: 133).

Berbakti pada Orang Tua

Nasihat kedua, berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam, sehingga perintah berbakti kepada orang tua ditempatkan setelah perintah tauhid.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Luqman: 14).

Setiap Perbuatan Pasti Ada Balasannya

“(Luqman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.” (QS. Luqman: 16).

Sekecil apapun perbuatan manusia pasti akan ada balasannya. Walaupun ia mencoba menyembunyikannya dari orang lain (dalam batu), menyembunyikan di tempat yang jauh dan tidak dapat dijangkau penglihatan (di langit) atau di tempat yang gelap (di bumi).

Sungguh Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Allah akan membalas perbuataan hamba-Nya, sebesar maupun sekecil, seburuk maupun sebaik apapun perbuatan itu.

Mendirikan Shalat, Amar Ma’ruf Nahi Mungkar & Bersabar

Setelah menanamkan iman ke dalam hati anaknya, Luqman menasihati buah hatinya untuk mendirikan shalat.

“Wahai anakku, laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman: 17).

Baca juga: 
10 HAL PENTING DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK | YDSF
Mengajarkan Aqidah dan Keterampilan pada Anak | YDSF


Ibnu Katsir menjelaskan pengertian “mendirikan shalat” adalah menyempurnakan rukun, syarat, tata cara, dan ketepatan waktu mengerjakannya. Karena shalat yang sempurna akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Karena orang yang bersungguh-sungguh dalam shalat tidak mungkin bermain-main dengan hukum Allah.

Menjauhi Sikap Sombong

Setelah menanamkan pendidikan tauhid, berbakti kepada orang tua, serta ibadah, Luqman menasihati anaknya untuk tidak bersikap sombong. Karena sikap sombong akan merusak jika seseorang merasa lebih baik dari orang lain, serta memandang hina orang lain. Allah tidak meridhai orang yang sombong, bahkan Allah akan melemparkannya ke neraka.

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18).

Semua ketaatan dan kebaikan yang bisa dilakukan, semata-samata karena taufiq dan hidayah dari-Nya. Kebalikan dari sombong adalah tawadhu (rendah hati). Sikap tawadhu ini, dapat terwujud bila ditempa dengan menjalankan pola hidup yang sederhana.

“Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS. Luqman: 19)

 

Demikianlah nasihat Luqman kepada anaknya. Nasihat tersebut dicatat dalam Al-Qur’an agar setiap muslim mengambil hikmahnya. Setidaknya ada lima hal yang harus ditanamkan orang tua kepada anaknya: 1) Nasihat tauhid, 2) Berbakti kepada orang tua, 3) Setiap perbuatan pasti ada balasannya, 4) Mendirikan shalat, amar ma’ruf nahi mungkar, dan bersabar, serta 5) Menjauhi sifat sombong.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Mei 2022


Zakat di YDSF:


Artikel Terkait:

Hukum Shalat dan Puasa Bagi Orang Koma | YDSF
BOLEHKAH SEDEKAH DARI HARTA HARAM? | YDSF
Parenting Islami: Cara Mendidik Anak Agar Bahagia | YDSF
AMALAN IBADAH PEMBUKA PINTU REZEKI | YDSF
Setelah Menjual Tanah, Apakah Wajib Zakat? | YDSF
MENDAHULUKAN JAMAK-QASHAR DALAM SHALAT FARDHU | YDSF
Hukum Arisan Dalam Islam | YDSF


Sedekah Dzulhijjah

Tags: teladan menasihati anak

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: