<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Takdir memang
sebuah kepastian yang didatangkan oleh Allah Swt. Namun, takdir tidak tepat
bila dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Ada banyak kejadian di mana
orang-orang terlena dengan takdir baiknya sehingga tidak ada kegigihan dalam
ibadah dan hidup. Maka, hal seperti inilah yang harus kita hindari. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Takdir merupakan
hukum sebab akibat yang berlaku secara pasti sesuai dengan ketentuan Allah Swt.,
yang baik maupun yang buruk. Sedangkan ikhtiar merupakan kebebasan atau
kemerdekaan manusia dalam memilih serta menentukan perbuatannya. Dalam bahasa
Arab, takdir disebut <i>qadara </i>atau <i>yuqaddiru </i>atau <i>taqdir</i>/takdir. Arti harfiahnya
adalah ukuran, ketentuan, kemampuan, dan kepastian.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sedangkan ikhtiar
dalam bahasa Arab adalah ikhtara atau yakhtaru atau ikhtiyar yang berarti
memilih. Kata ini seakar dengan kata <i>khayr</i> yang berarti baik. Ikhtiar dapat
pula diartikan memilih yang lebih baik di antara yang ada. Berikut definisi
ringkas takdir dalam Islam sebagaimana diolah dari ayobandung.com (23/12/2019).<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Takdir dalam Definisi Al-Qur’an<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Takdir dalam Al
Qur’an terdapat dalam Surah Al Anam ayat
96, Surah Al Furqan ayat 2, Surah Yasin ayat 38, dan Surah Fussilat ayat 12. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Allah Swt.
berfirman, “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak
mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia
telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan
serapi-rapinya.” (QS. Al Furqan 2)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Ada tiga
kesimpulan. Pertama, takdir berlaku untuk fenomena alam, artinya hukum dan
ketentuan dari Allah mengikat perilaku alam. Sehingga hukum sebab akibat yang
terjadi di alam ini dapat dipahami manusia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Kedua, takdir Tuhan terkait hukum sosial (<i>sunnatullah</i>).
<span lang="IT">Hukum ini melibatkan manusia di
dalamnya. Ketiga, akibat dari takdir dalam arti hukum kepastian Allah yang baru
diketahui setelah berada di akhirat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Takdir seperti
ini yang harus diyakini dengan keimanan. Selama manusia masih di dunia,
dampaknya belum bisa dibuktikan, hanya melalui Al Qur’an , manusia membayangkannya saja. Inilah yang
disebut qadarullah, nasib manusia yang ditentukan oleh perbuatannya selama di
dunia.</span></p><pre><span lang="IT"><o:p><b>Baca juga: <br></b></o:p></span><span lang="IT"><o:p><a href="https://ydsf.org/berita/pintu-dosa-di-era-digital-ydsf-JUVs.html" target="_blank">Pintu Dosa di Era Digital | YDSF<br></a></o:p></span><span lang="IT"><o:p><a href="https://ydsf.org/berita/karakteristik-para-hamba-yang-dicintai-allah-ydsf-QYan.html" target="_blank">Karakteristik Para Hamba yang Dicintai Allah | YDSF</a></o:p></span></pre><h2><span lang="IN">Takdir dalam </span>Teologi
Islam<o:p></o:p></h2><p class="MsoNormal">Dalam teologi Islam, Tuhan berkehendak mutlak. Allah yang
menciptakan alam, termasuk manusia. Karena itu, kebebasan manusia sangat kecil
di hadapan Tuhan. Secara alamiah sesungguhnya manusia telah memiliki takdir
yang tidak bisa diubah. Manusia secara fisik tidak bisa berbuat lain kecuali
mengikuti hukum alam yang Allah telah tetapkan.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Tetapi manusia
memiliki daya kreatif karena dibekali akal dan hawa nafsu. Inilah yang
menyebabkan manusia bebas berpikiran dan berkehendak.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Kehidupan manusia
merupakan realisasi dari apa yang digariskan Tuhan pada saat zaman azali, baik
kehidupan yang baik ataupun yang buruk, beruntung atau merugi, dan senang atau
menderita. Manusia akan menjalani semua ini sejak lahir sampai mati.<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Menerima Takdir </span><span lang="IT">Bukan Pasrah<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Takdir tidak sama
dengan menerima nasib secara pasrah, dalam arti tidak mau berusaha sama sekali.
Doktrin tentang takdir dalam Islam tidak mengarahkan manusia ke sikap
fatalistik atau menyerah kalah kepada nasib (<i>fate</i>).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Islam sangat
menekankan pentingnya usaha dan amal perbuatan. Al-Qur’an menyatakan, manusia tidak akan mendapatkan
sesuatu selain yang dia usahakan, dan bahwa hasil usahanya itu akan
diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan dibalas dengan balasan yang setimpal.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Allah Swt.
menjelaskan, “Dan bahwa insan hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.
Dan sebenarnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan
diberi jawaban kepadanya dengan jawaban yang paling sempurna. Dan sebenarnya
kepada Tuhanmulah akhirnya (segala sesuatu).” (QS. An-Najm 39-42).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Ayat ini sering dijadikan rujukan pandangan bahwa makna
takdir harus diletakkan secara proporsional. Bertopang dagu sambil menerima
nasib merupakan salah satu gejala fatalistik. Seorang mukmin dituntut untuk
beriman bahwa segala hal sudah diketahui Allah sejak awal dan pasti terjadi
sesuai pengetahuan-Nya. Tetapi dia tak boleh menjadikan hal itu sebagai alasan
untuk berdiam diri atau menjadikan takdir sebagai alasan sebab ia tak tahu apa
takdirnya. <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Manusia diwajibkan terus berusaha menyambut masa depannya,
berusaha dengan cara yang dibenarkan syariat dan hukum. Berusaha dengan cara
yang baik, dengan niat yang baik pula tentunya. Dalam konteks inilah, Nabi saw.
bersabda, “Berusahalah, karena semua
akan dimudahkan.” (HR. Bukhari <span lang="IN">dan</span>
Muslim). <i>Wallahua'lam</i>.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN"> </span></i></b></p><h2><span lang="IN">Bantu Penyintas Bencana<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h3><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/korban-bencana-boleh-terima-zakat-ydsf-r29x.html">KORBAN BENCANA BOLEH TERIMA ZAKAT | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-nazhir-dan-wakif-dalam-wakaf-ydsf-ib42.html">Perbedaan Nazhir dan Wakif dalam Wakaf | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/6-keutamaan-sedekah-dalam-janji-allah-swt-ydsf-7NaR.html">6 KEUTAMAAN SEDEKAH DALAM JANJI ALLAH SWT. | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-sedekah-dan-wakaf-ydsf-n4oh.html">Perbedaan Zakat, Sedekah, dan Wakaf | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-umrah-tapi-belum-zakat-maal-ydsf-IbrT.html">BOLEHKAH UMRAH TAPI BELUM ZAKAT MAAL? | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-nazhir-dan-wakif-dalam-wakaf-ydsf-ib42.html">Perbedaan Nazhir dan Wakif dalam Wakaf | YDSF</a></span></pre><p class="MsoNormal"><br></p><p>
</p><h2><span lang="IN">Indonesia #SiagaBencana<o:p></o:p></span></h2><center> <iframe class="instagram-media instagram-media-rendered" id="instagram-embed-0" src="https://www.instagram.com/reel/Cj9fus6jE1o/embed/?cr=1&v=14&wp=540&rd=https%3A%2F%2Fydsf.org&rp=%2Fadmin%2Fcontent%2Fberita%2Fcreate#%7B%22ci%22%3A0%2C%22os%22%3A82601.20000004768%2C%22ls%22%3A82558.79999995232%2C%22le%22%3A82595.79999995232%7D" allowtransparency="true" allowfullscreen="true" frameborder="0" height="880" data-instgrm-payload-id="instagram-media-payload-0" scrolling="no" style="background: white; max-width: 540px; width: calc(100% - 2px); border-radius: 3px; border: 1px solid rgb(219, 219, 219); box-shadow: none; display: block; margin: 0px 0px 12px; min-width: 326px; padding: 0px;"></iframe></center>
Program
Takdir Bukan Alasan Malas | YDSF
20 Oktober 2022•43 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat