Program

Sukses Gelar Panen Raya Beras Sehat Bebas Pestisida di Gresik

25 Februari 2026•16 min baca•MediaHumas
Sukses Gelar Panen Raya Beras Sehat Bebas Pestisida di Gresik
<p class="MsoNormal">Program pengembangan beras sehat tanpa pestisida dan pupuk urea yang diinisiasi Lembaga Amil Zakat dan Nadzir Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersama Kementerian Agama (KUA Balongpanggang) resmi memasuki masa panen. Program pemberdayaan ekonomi umat yang dimulai sejak awal November 2025 ini dilaksanakan bersama petani di wilayah Balongpanggang, Kabupaten Gresik.</p> <p class="MsoNormal">Seremonial Panen Raya digelar pada Kamis (26/2) dan dihadiri oleh Ketua Pengurus YDSF, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag, Kepala Dinas Pertanian, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Muhayyan, Camat Balongpanggang, Kepala Desa Bandung Sekaran, Kepala Desa Ngampel, serta Forkopimcam Balongpanggang.</p> <p class="MsoNormal">Program ini bertujuan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui pendampingan intensif, sebanyak 10 petani dari tiga desa didorong untuk beralih dari sistem pertanian konvensional menuju pertanian sehat dengan memanfaatkan pupuk organik, pestisida nabati, serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan.</p> <p class="MsoNormal">Salah satu petani peserta program, Pariati, mengaku merasakan manfaat nyata dari pendampingan tersebut. Selain biaya produksi yang lebih efisien, kondisi tanah menjadi lebih subur dan hasil panen relatif stabil.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Awalnya ragu, tapi setelah dijalani hasilnya jauh lebih bagus dan lebih tenang karena berasnya aman dikonsumsi,&rdquo; ungkapnya.</p> <p class="MsoNormal">Tenaga ahli dari YDSF, Abdul Wahab, menjelaskan bahwa metode budidaya padi sehat tanpa pestisida dan urea menghasilkan kualitas beras yang lebih baik.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Hasil panennya lebih bagus, yang sudah dipanen ada yang meningkat 20&ndash;30%, jadi misalkan satu kuintal kalau pakai urea atau pestisida berlebihan itu 50 kilo per satu kuintal gabah kering, untuk sekarang ini Insya Allah nanti ketemunya di atas 70 kilo per kuintal gabah,&rdquo; terangnya.</p> <p class="MsoNormal">Camat Balongpanggang, M. Dedy Hartadi, S.STP., M.Si., menyampaikan harapannya agar program ini terus berkelanjutan, seiring dengan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antar berbagai pihak.</p> <p class="MsoNormal">Ketua Pengurus YDSF, Shakib Abdullah, yang hadir dalam panen raya kali ini menegaskan bahwa proyek pemberdayaan dirancang untuk memperkuat perekonomian desa secara berkesinambungan.</p> <p class="MsoNormal">&ldquo;Konsep ini adalah bersamaan karena di dalamnya ada kelompok tani yang menjadi koordinator, yang akan menggerakkan teman-temannya untuk makin produktif, diharapkan hasilnya akan dibagi kepada petani berikutnya sehingga yang sejahtera satu komunitas yang ada di desa itu,&rdquo; ujarnya.</p> <p class="MsoNormal">Usai seremonial panen raya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan bersama mahasiswa Palestina, Sajed Al Haddad, yang menceritakan kondisi ladang di Palestina yang kini telah hancur. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, di mana seluruh tamu undangan menikmati nasi tumpeng yang berasal dari beras sehat hasil panen petani Balongpanggang.</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat