Program

Skala Richter dan Magnitudo, Gempa yang Menggucang Turki-Suriah | YDSF

7 Februari 2023•39 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gempa berkekuatan 7.8 Skala Richter (SR) dan Magnitudo (M) 7,6 mengguncang kawasan Provinsi Gaziantep, Turki, Senin (06/02), tepat pukul 04.17 (0117 GMT). </span><i>United States Geological Survey</i> (USGS) menyatakan usai gempa dini hari, setidaknya telah tercatat 19 kali gempa susulan dengan kekuatan lebih dari M 4,0. Gempa yang juga berdampak di Suriah ini, menyebabkan kehancuran yang cukup besar dan menghantam banyak wilayah berpenduduk.<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dilansir dari AFP, gempa tersebut menyebabkan</span> lebih dari 7.900 orang meninggal dunia, 34.000 orang luka-luka, dan 380.000 lainnya mengungsi. Bahkan, <i>World Health Organization</i> (WHO) memprediksi korban jiwa gempa Turki ini akan terus bertambah hingga menembus angka 20.000 orang.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Turki dan Suriah menjadi wilayah yang rentan tertimpa gempa, sebab keberadaannya terletak di antara persimpangan tiga lempeng tektonik besar yaitu Afrika, Anatolia, dan Arab. Apabila salah dua atau ketiga lempeng tersebut saling bertumbukan, tentu mengakibatkan terjadinya gempa bumi. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sementara, menurut Roger Musson, salah satu peneliti kehormatan dari <i>British Geological Survey</i>, mengungkapkan bahwa gempa Turki-Suriah pada Senin lalu, terjadi akibat patahan lempeng Anatolia Timur yang bergesekan dengan lempeng Arab. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Adapun pusat gempa berada pada jarak 26 kilometer sebelah timut kota Nurdagi, Turki, dengan kedalaman 18 kilometer. Gempa kemudian menyebar ke arah timur laut, hingga menyebabkan kehancuran wliayah Turki tengah dan Suriah. Gempa yang melanda tak hanya Skala Richter (SR), namun juga satuan Magnitudo (M). <o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><a href="https://ydsf.org/berita/hikmah-terjadinya-bencana-dan-menolong-sesama-ydsf-dLHe.html"><span lang="IN">Hikmah Terjadinya Bencana Dan Menolong Sesama | YDSF</span></a></pre><h2><b><span lang="IN">Gempa Skala Richter (SR)</span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Skala Richter merupakan ukuran kekuatan gempa berdasarkan energi yang telah dilepaskan. Sementara, <i>United States Geological Survey</i> menyatakan bahwa dasar perhitungan dari satuan Skala Richter menggunakan amplitudo (pergeseran vertikal gelombang atau simpangan terjauh dari titik keseimbangan getaran). Hal inilah yang menyebabkan Skala Richter terbatas hanya untuk mengukur gempa lokal saja atau di wilayah yang cakupannya lebih sempit.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Satuan ini, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1935 oleh Charles F. Richter, seorang fisikawan asal Amerika Serikat. Biasanya, gempa Skala Richter diukur menggunakan pengukur gempa seismometer.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Salah satu kelemahan dari pengukuran gempa Skala Richter yaitu tidak dapat mengukur magnitudo gempa di atas 6,0. Karena inilah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak tahun 2008 sudah tidak menggunakan satuan Skala richter (SR) dalam menghitung kekuatan gempa.<o:p></o:p></span></p><h2><b><span lang="IN">Gempa Magnitudo (M)</span></b></h2><p class="MsoNormal">Magnitudo merupakan ukuran kekuatan gempa bumi yang didasarkan pada momen seismik (frekuensi getaran saat gempa berlangsung). Semakin besar getaran tanah, maka akan semakin tinggi pula angka magnitudo gempa yang terjadi.</p><p class="MsoNormal">Satuan Magnitudo pertama kali diperkenalkan oleh Tom Hanks dan Hiroo Kanamori pada tahun 1979. Biasanya, gempa Magnitudo diukur menggunakan alat bantu seismograf. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Dibandingkan dengan Skala Richter, pengukuran Magnitudo memberikan hasil yang lebih akurat, serta cakupan wilayah pengukurannya pun lebih luas. Selain itu, satuan ini dapat mengukur magnitudo gempa dari angka 6,1 hingga di atas 12,9.</p><pre style="font-size: 11.375px;"><span style="font-weight: 600;"><span lang="IN">Baca juga</span></span><span lang="IN">: </span><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-korban-bencana-menerima-zakat-ydsf-qzum.html"><span lang="IN">Bolehkah Korban Bencana Menerima Zakat? | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"> <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Secara garis besar, gempa Magnitudo terbagi menjadi <span lang="IN">enam tingkatan. Yaitu</span>:<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">1. Gempa Magnitudo kurang dari 2,5: terekam seismograf, tidak terasa getarannya. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">2. Gempa Magnitudo 2,5 - 5,4: terekam seismograf, sering dirasakan getarannya, menyebabkan kerusakan kecil. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">3. Gempa Magnitudo 5,5 - 6,0: terekam seismograf, getaran yang dirasakan cukup kuat, menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">4. Gempa Magnitudo 6,1 - 6,9: terekam seismograf, getaran yang dirasakan kuat, menyebabkan kerusakan cukup parah di daerah padat penduduk. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">5. Gempa Magnitudo 7,0 - 7,9: terekam seismograf, getaran sangat kuat, berdampak kerusakan serius di wilayah cukup luas. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">6. Gempa Magnitudo 8,0 hingga lebih besar: terekam seismograf, getaran gempa sangat hebat, berdampak menghancurkan wilayah yang sangat luas bahkan di luar titik pusat gempa. <span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">(berbagai sumber)</span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><b><span lang="IN"><i>Pray For Turkey-Syria</i>:</span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">&nbsp;</span></b></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">&nbsp;</span></b></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:</span></b></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/huntara-untuk-korban-bencana-ydsf-8n4m.html"><span lang="IN">Huntara untuk Korban Bencana | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/bagaimana-seorang-muslim-menyikapi-musibah-ydsf-fwlQ.html"><span lang="IN">Bagaimana Seorang Muslim Menyikapi Musibah | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/kisah-mualaf-musibah-membuatku-hijrah-ydsf-0fw6.html"><span lang="IN">Kisah Mualaf, Musibah Membuatku Hijrah | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/cara-menyikapi-musibah-dalam-ajaran-islam-ydsf-rg6g.html"><span lang="IN">Cara Menyikapi Musibah dalam Ajaran Islam | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/bersedekah-agar-terhindar-dari-musibah-ydsf-w1lG.html"><span lang="IN">Bersedekah Agar Terhindar Dari Musibah | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/melangitkan-doa-untuk-menjemput-harapan-Nw7n.html"><span lang="IN">Melangitkan Doa untuk Menjemput Harapan | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/sasaran-distribusi-penerima-sedekah-ydsf-3kxq.html"><span lang="IN">Sasaran Distribusi Penerima Sedekah | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/waktu-sedekah-terbaik-ydsf-bzl9.html" style="background-color: rgb(255, 255, 255);"><span lang="IN">Waktu Sedekah Terbaik | YDSF</span></a></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat