Program

Sifat-Sifat Mulia Bangsa Arab Sejak Sebelum Kenabian | YDSF

12 Mei 2023•60 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">M</span>emang kita memungkiri bahwa di tengah kehidupan orang-orang Jahiliyah <span lang="IN">sebelum </span>kenabian di Jazirah Arab banyak terdapat hal-hal yang hina, amoralitas, dan masalah-masalah yang tidak bisa diterima akal sehat dan tidak disukai manusia. Meskipun begitu mereka masih memiliki <span lang="IN">sifat mulia dan akhlak</span> terpuji <span lang="IN">yang</span> mengundang decak kagum.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Sifat-sifat mulia yang dimiliki menjadi bekal penting dalam penerimaan tugas kenabian. Akhlak mulia tersebut menentukan bahwa bangsa Arab memang layak menerima amanah dakwah Islam ke seantero jagat. Di antara akhlak itu, antara lain:<o:p></o:p></p><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b>1.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></b><!--[endif]--><b>Kedermawanan <o:p></o:p></b></h2><p class="MsoNormal">Mereka saling berlomba-lomba dan membanggakan diri dalam masalah kederwanan dan kemurahan hati. Bahkan separuh syairsyair mereka bisa dipenuhi dengan pujian dan sanjungan terhadap kedermawanan ini. Adakalanya seseorang didatangi tamu yang kelaparan pada saat hawa dingin menggigit tulang. Sementara saat itu dia tidak memiliki kekayaan apa pun selain ekor unta yang menjadi penopang hidupnya.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Namun rasa kedermawaan bisa menggetarkan dirinya, lalu dia pun bangkit menghampiri unta satu-satunya, lantas menyembelihnya agar bisa menjamu tamunya. Dengan sifat kedermawaan seperti ini, bahkan mereka bisa menanggung pembayaran denda (dalam hal hukum pidana) dengan jumlah sangat tinggi dan membuat mata terbelalak. Sehingga tidak jarang hal ini justru menyebabkan pertumpahan darah dan mengakibatkan kematian. Yang pasti, mereka biasa membuat pujian dan membanggakan diri, terutama dari kalangan para penguasa dan pemimpin.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Di antara pengaruh sifat ini, mereka biasa bangga karena minum khamr/arak. Bukan kebanggaan karena meminumnya, tetapi hal itu dianggap sebagai salah satu cara menunjukkan kedermawanan dan paling mudah untuk menunjukkan pemborosan. Maka tidak heran jika mereka menyebut pohon anggur dengan nama<i> Al karam</i> (kedermawanan). Sedangkan arak yang terbuat dari anggur disebut <i>Bintul Karam</i> (putri kedermawanan).<o:p></o:p></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/memupuk-sifat-kedermawanan-dan-meneladani-rasulullah-ydsf-G5Um.html">Memupuk Sifat Kedermawanan dan Meneladani Rasulullah | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><p class="MsoNormal">Pengaruh lainnya terlihat pada kebiasaan bermain judi. Mereka menganggap main judi sebagai salah satu cara mengekspresikan kedermawanan. Karena laba dari judi itulah mereka bisa memberi makan orang-orang miskin. Atau mereka menyisihkan sebagian uang dari andil orang-orang yang mendapat laba. <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Oleh karena itu, Al-Qur’an tidak mengingkari manfaat dari<i> khamr</i>/arak dan judi. Namun Al Qur’an menyatakan, “Tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya<span lang="IN">.</span>” (QS. Al Baqarah 219)<span lang="IN">.<o:p></o:p></span></p><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b>2.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></b><!--[endif]--><b>Memenuhi janji <o:p></o:p></b></h2><p class="MsoNormal">Di mata mereka, janji adalah utang yang harus dibayar. Bahkan mereka rela anaknya sendiri terbunuh dan rumah mereka terbakar daripada mengingkari janji. Kisah Hani bin Mas’ud Asy Syaibani, As Samau’al bin Adiya dan Hajib bin Zararah sangat masyhur di dalam sejarah. <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Hani bin Mas’ud Asy Syaibani adalah salah satu pemuka Arab di masa sebelum Islam. Diceritakan, ia telah berjanji memberikan suaka/ perlindungan kepada keluarga Nu'man bin Mundzir. Ia tetap menjaga janji itu meski diancam oleh Imperium Persia. Keselamatan diri dan keluarganya menjadi taruhan demi memegang teguh janji itu.<o:p></o:p></p><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b><span lang="IN">3.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></span></b><!--[endif]--><b>Kemuliaan diri dan keengganan menerima kehinaan &amp; kezaliman</b><b><span lang="IN"><o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal">Akibatnya, mereka sering berlebih-lebihan dalam masalah keberanian, sangat pencemburu dan cepat naik darah. Mereka tak mau mendengarkan kata-kata yang menggambarkan kehinaan dan pelecehan, melainkan mereka bangkit menghunus pedang. Lalu pecah perang yang berkepanjangan. Mereka tak memedulikan kematian yang bisa menimpa pada diri sendiri karena hal itu.<o:p></o:p></p><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b><span lang="IN">4.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></span></b><!--[endif]--><b>Pantang mundur</b><b><span lang="IN"><o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal">Jika mereka sudah menginginkan sesuatu yang di situ ada kehormatan dan kemuliaan, maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghadang atau mengalihkannya.<o:p></o:p></p><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b><span lang="IN">5.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></span></b><!--[endif]--><b>Lemah lembut dan suka menolong</b><b><span lang="IN"><o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal">Mereka suka membuat sanjungan tentang sifat ini dalam bentuk syair. Hanya saja, sifat ini kurang tampak karena mereka berlebih-lebihan dalam sifat keberanian dan mudah terseret pada peperangan.<o:p></o:p></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/balasan-menolong-dan-membantu-orang-lain-ydsf-evkd.html">Balasan Menolong dan Membantu Orang lain | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><h2 style="margin-left:14.2pt;text-indent:-14.2pt;mso-list:l0 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b><span lang="IN">6.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: " times="" new="" roman";"="">&nbsp; </span></span></b><!--[endif]--><b>Kesederhanaan pola kehidupan Arab Badui</b><b><span lang="IN"><o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal">Mereka tidak mau dilumuri warna-warni dan gemerlapnya peradaban. Hasilnya adalah kejujuran, dapat dipercaya, meninggalkan dusta, dan menjauhi pengkhianatan.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Kita melihat akhlak-akhlak yang sangat mulia ini -di samping letak geografis Jazirah Arabmerupakan sebab mengapa mereka dipilih untuk mengemban beban risalah yang menyeluruh, menjadi pemimpin umat dan masyarakat dunia.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Sebab sifat-sifat ini –sekalipun sebagian di antaranya ada yang menjurus kejahatan dan menyeret pada kejadian yang mengenaskan- toh pada dasarnya itu semua merupakan akhlak yang terpuji. Sifat-sifat ini bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat manusia jika mendapat sentuhan perbaikan. Maka inilah tugas Islam<span lang="IN">.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Barangkali akhlak yang paling menonjol dan paling banyak bermanfaat –setelah sifat pemenuhan janji- adalah sifat kemuliaan dan semangat pantang mundur. Sebab kejahatan dan kerusakan tak bisa diperbaiki –juga keadilan dan kebaikan tidak bisa ditegakkan- kecuali dengan kekuatan dan sifat seperti ini. <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Di luar sifat yang enam ini, tentunya masih ada sifat<span lang="IN">-</span>sifat utama mereka yang lain. Namun kali ini kita cukupkan pembahasannya pada yang enam ini saja (dalam <i>Sirah Nabawiyah</i>, Al Mubarakfury, Pustaka Al Kautsar, cetakan ke-31, 2010, hlm 34- 36). Semestinya kita meneladani sifat-sifat mulia mereka ini. <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">“Tidak ada sesuatu apapun yang paling berat di dalam timbangan (amal baik) seorang mukmin pada hari kiamat nanti daripada akhlak yang mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor lagi jahat” (HR. At Tirmidzi).<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">Sumber: Majalah Al Falah Edisi Juli 2020<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">&nbsp;</span></b></p><h3><b><span lang="IN"><h2> Qurbanmu Bisa Jauh, Tapi Kamu Ga Perlu Pergi Jauh</h2><h2><a href="http://bit.ly/ekspedisiqurban1444"><img src="../../../assets/media/2022/06/02/1826/1-ekspedisi-qurban-ydsf.png" width="164" height="58"></a><p></p><p class="MsoNormal"><br></p></h2><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/potret-pendidikan-karakter-keluarga-nabi-ibrahim-ydsf-wDRk.html">Potret Pendidikan Karakter Keluarga Nabi Ibrahim | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/meneladani-cara-nabi-mengatasi-konflik-ydsf-ChjX.html">Meneladani Cara Nabi Mengatasi Konflik | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kisah-sapi-betina-baqarah-umat-yang-mempermainkan-perintah-nabi-ydsf-14Kb.html">Kisah Sapi Betina (Baqarah) - Umat yang Mempermainkan Perintah Nabi | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/pengorbanan-nabi-ismail-as-dalam-ibadah-qurban-ydsf-P6Dc.html">Pengorbanan Nabi Ismail AS. dalam Ibadah Qurban | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/cara-membentuk-karakter-baik-pada-anak-menurut-islam-ydsf-Gsko.html">Cara Membentuk Karakter Baik pada Anak Menurut Islam | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/hobi-dengan-menebar-kebaikan-ydsf-aTYH.html">Hobi dengan Menebar Kebaikan | YDSF</a></span></pre><p> </p></span></b></h3>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat