Program

Sedekah Atas Nama Orang Tua yang Telah Meninggal | YDSF

5 Oktober 202239 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bagi setiap anak, sudah semestinya untuk selalu berbakti kepada orang tua, bagaimanapun kondisinya. Sebab, merekalah yang selalu merawat kita sejak lahir hingga dewasa. Tak ada hal apapun yang bisa membalas jasa orang tua terhadap kita.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Allah Swt. memerintahkan hambaNya untuk selalu berbakti kepada orang tua, secara langsung melalui firmanNya dalam Al-Qur’an surah Al Isra’ ayat 23,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right"><span lang="IN" style="font-size:14.0pt;line-height:107%;mso-ansi-language:IN">وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN">“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.<o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sungguh beruntung orang-orang yang diberi kesempatan Allah Swt. untuk bisa merawat kedua orang tua hingga akhir hayat. Sebab, sama halnya kita merawat surganya Allah. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “<i>Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya</i>.” (HR. Ahmad).<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/adab-anak-terhadap-orang-tua-dalam-islam-ydsf-a6mt.html">Adab Anak terhadap Orang Tua dalam Islam | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><h2><b><span lang="IN">Berbakti Kepada Orang Tua, Tak Hanya Semasa Hidup Saja<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tak hanya semasa hidup saja, kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tua akan tetap melekat hingga mereka meninggal dunia. Lantas, bagaimana caranya?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata: <i>“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah. Ketika itu datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi&nbsp; menjawab, “Iya. mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.”</i> (HR. Abu Daud)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Apabila orang tua telah tiada, sebisa mungkin setiap kali kita teringat kepadanya, usahakan selalu mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya. Mengirimi surah Al-Fatihah khusus untuk keduanya. Sebab, doa anak akan memutus amal keburukan orang tua ketika di dunia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Selain itu, hendaklah menepati janji orang tua yang belum terpenuhi semasa hidupnya. Misal ketika kedua orang tua memiliki hutang, maka sebagai anak wajib membayarnya. Satu hal lagi yang tak kalah penting, yakni tetap menjalin silaturahim kepada saudara dan kerabat orang tua kita. Jangan sampai hubungan kekeluargaan terputus pasca orang tua tiada.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: </span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/bayar-zakat-untuk-orang-yang-meninggal-IeDb.html">Bayar Zakat untuk Orang yang Meninggal | YDSF</a><o:p></o:p></span></pre><h2><b><span lang="IN">Sedekah Atas Nama Orang Tua yang Meninggal<o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagian dari kita pasti sempat terpikirkan, sebenarnya dalam Islam jika kita bersedekah atas nama orang tua yang telah meninggal dunia itu diperbolehkan atau tidak? Jika diperbolehkan, apakah pahala sedekah akan sampai kepada orang tua kita? Dalam hal ini, Rasulullah saw. menjawab melalui sabdanya,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan<i>, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ </i>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab<i>, ‘Iya, bermanfaat.’ </i>Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,<i> ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’</i>.” (HR. Bukhari)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sedekah yang ditunaikan anak untuk orang tua yang telah tiada, maka pahala sedekahnya akan sampai kepada keduanya. Sampai kepada orang tua yang meninggal tanpa mengurangi pahala anak yang bersedekah. A</span>nak yang ingin bersedekah atas nama orang tua, merupakan wujud pengabdian anak terhadap orang tua pasca-wafatnya. Dan perlu disadari, bahwa harta anak sebenarnya adalah harta orang tuanya.<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dari ‘Aisyah r.a., Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “<i>Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).</i>” (HR. Bukhari)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">Disadur dari Majalah Al Falah Edisi 408 Bulan Maret 2022<o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN">&nbsp;</span></b></p><h3><b><span lang="IN">Sedekah Online:<o:p></o:p></span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal">&nbsp;<br></p><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></b></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/wakaf-terbaik-untuk-orang-tua-tercinta-blci.html">Wakaf Terbaik untuk Orang Tua Tercinta | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/berbakti-kepada-orang-tua-yang-meninggal-ydsf-rrhb.html">Berbakti Kepada Orang Tua yang Meninggal | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/berdoa-dengan-menyebut-nama-perantara-tawassul-orang-yang-sudah-meninggal-ydsf-RW3b.html">Berdoa dengan Menyebut Nama Perantara (Tawassul) Orang Yang Sudah Meninggal| YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/amanah-rumah-wakaf-dari-sepupu-yang-meninggal-ydsf-jxxu.html">Amanah Rumah Wakaf dari Sepupu yang Meninggal | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/qurban-untuk-orang-meninggal-ydsf-0oZ7.html">Qurban Untuk Orang Meninggal | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-aqiqah-bagi-bayi-yang-meninggal-KJax.html">Hukum Aqiqah Bagi Bayi yang Meninggal | YDSF</a></span></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat