Program

Saat Amal Baik Batal Dilakukan | YDSF

21 Oktober 202250 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pernahkan Sahabat ingin melakukan amal kebaikan namun batal atau tidak jadi? Biasanya akan ada banyak sebab. Bisa karena mungkin menghindari riya’, atau bahkan terhalang udzur syari lainnya. Namun, apakah bisa amalan baik yang tidak jadi kita lakukan itu tetap tercatat pahalanya?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Allah Maha Pemurah. </span>Allah mengabarkan melalui Rasulullah saw. bahwa Dia berkenan mencatat dan menerima amal kebaikan meskipun terhalang. Apa saja syarat agar Allah mencatat amal kita meskipun kita sedang ada u<span lang="IN">d</span>zur:&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <o:p></o:p></p><h3><span lang="IT">1.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Dalam Keadaan Beriman<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Iman ibarat kunci. Rasulullah saw. mengabarkan, <i>”Siapa saja mengucapkan ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja dia kehendaki</i></span><i><span lang="IN">.</span></i><i><span lang="IT">”</span></i><span lang="IT"> (HR. Muslim no. 149)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Bisa jadi ada orang yang tidak beriman namun dia senantiasa menolong orang atau merawat hewan dan alam. Mungkin dia akan mendapat pujian manusia atau mendapat penghargaan atau juga memperoleh kecukupan harta. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Namun di akhirat, dia tidak mendapat apa-apa. Karena memang selama di dunia dia sendiri tidak meyakini akhirat dan tidak meminta kebaikan di alam abadi. <i>“Siapa saja yang menghendaki kehidupan dunia (semata) dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan di dunia mereka tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”</i> (QS. Huud 15-16)</span></p><pre><span lang="IT"><b>Baca juga:&nbsp;<a href="https://ydsf.org/berita/waspadai-perkara-perusak-amal-onpH.html" target="_blank">Waspadai Perkara Perusak Amal | YDSF</a></b></span></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IT"><b> <o:p></o:p></b></span></p><h3><span lang="IT">2.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Ikhlas<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IT">“Sesungguhnya amal itu berdasarkan niatnya, dan setiap manusia mendapatkan sesuai yang diniatkannya. Siapa saja yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah kepada Allah dan RasulNya, dan siapa saja yang hijrahnya karena dunia yang diinginkannya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa-apa yang ia inginkan itu.” (HR. Bukhari Muslim).<o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IT">3.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Dibenarkan Syariat<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Banyak perbuatan manusia justru merugikan dirinya sendiri. Seperti merokok, penyalahgunaan obat-obatan atau miras. Ada pula perbuatan yang membahayakan orang lain seperti perampokan atau ekplorasi alam yang serampangan. Semua itu tidak dibenarkan agama dan hukum. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Maka, amal yang dalam koridor syariatlah yang akan mendapat balasan kebaikan meskipun suatu saat terhalang uzur. Ada amal individual dan sosial. Khusus ibadah ritual (ibadah mahdhah), harus mengikuti contoh Nabi saw agar bisa diterima Allah. <i>"Siapa saja yang membuat perkara baru yang tidak ada tuntunanya dalam agama kami, maka amalannya tertolak</i></span><i><span lang="IN">,</span></i><i><span lang="IT">”</span></i><span lang="IT"> (HR. Bukhari 2697). Namun untuk urusan ibadah nonritual (<i>ghairu mahdhah</i>), diberi kebebasan asalkan tidak melanggar kaidah akhlak Islam dan kaidah sosial.&nbsp;</span></p><h3><span lang="IT">4.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Diamalkan Secara Rutin<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Rasul saw. menjelaskan, <i>“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang rutin meskipun sedikit</i></span><i><span lang="IN">,</span></i><i><span lang="IT">” </span></i><span lang="IT">(HR Muslim). Keberlanjutan sebuah amal kebaikan sangat penting karena itu menunjukkan konsistensi dari niat dan kesabaran. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Di sini kualitas sebuah perbuatan tidak dinilai dari jenis kebaikannya tapi kesinambungannya. Amal baik akan melahirkan amal baik berikutnya. Amalan yang besar namun berhenti di tengah jalan tak lebih baik dari amalan kecil yang istiqamah. Karena yang kecil yang langgeng suatu saat akan menjadi besar, sementara yang besar tapi stagnan bisa terkikis pelan-pelan. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Malaikat akan tetap mencatat suatu amal kebajikan yang sudah rutin meskipun orangnya terhalang karena sakit, bepergian, atau musibah. <i>“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.”</i> (HR. Bukhari, no. 2996)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan, <i>“Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan lantas terhalang dari melakukannya. Padahal ia sudah punya niatan kalau tidak ada yang menghalangi, amalan tersebut akan dijaga rutin</i></span><i><span lang="IN">.</span></i><i><span lang="IT">”</span></i><span lang="IT"> (Fath Al-Bari, 6: 136)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Di hadits Qudsi, Nabi saw. menceritakan percakapan Allah dengan malaikat pencatat, “<i>Seorang hamba jika ia berada pada jalan yang baik dalam ibadah, kemudian ia sakit, maka dikatakan pada malaikat yang bertugas mencatat amalan, ‘Tulislah padanya semisal yang ia amalkan rutin jika ia tidak terikat sampai Aku melepasnya atau sampai Aku mencabut nyawanya.’” </i>(HR. Ahmad, 2: 203)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <o:p></o:p></span></p><h3><span lang="IT">5.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Bermanfaat Luas<o:p></o:p></span></h3><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ada amalan yang punya manfaat luas. Misalnya membangun jalan umum, membangun sumur/sumber air untuk publik, memberi lapangan kerja, wakaf lahan untuk sekolah/masjid, atau membantu usaha jodoh yang baik bagi bujangan demi menjaga kesuciannya, dll. <i>”Apabila ‘anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali: sedekah yang faidahnya terus-menerus, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya</i></span><i><span lang="IN">.</span></i><i><span lang="IT">”</span></i><span lang="IT"> </span>(HR. Muslim)<span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">&nbsp;</span></i></b></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber Majalah Al Falah Edisi Agustus 2020<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">&nbsp;</span></i></b></p><h2><span lang="IN">Bantu Penyintas Bencana<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h3><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/korban-bencana-boleh-terima-zakat-ydsf-r29x.html"><span lang="IN">KORBAN BENCANA BOLEH TERIMA ZAKAT | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-nazhir-dan-wakif-dalam-wakaf-ydsf-ib42.html"><span lang="IN">Perbedaan Nazhir dan Wakif dalam Wakaf | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/6-keutamaan-sedekah-dalam-janji-allah-swt-ydsf-7NaR.html"><span lang="IN">6 KEUTAMAAN SEDEKAH DALAM JANJI ALLAH SWT. | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-sedekah-dan-wakaf-ydsf-n4oh.html"><span lang="IN">Perbedaan Zakat, Sedekah, dan Wakaf | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-umrah-tapi-belum-zakat-maal-ydsf-IbrT.html"><span lang="IN">BOLEHKAH UMRAH TAPI BELUM ZAKAT MAAL? | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-nazhir-dan-wakif-dalam-wakaf-ydsf-ib42.html"><span lang="IN">Perbedaan Nazhir dan Wakif dalam Wakaf | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p> </p><h2><span lang="IN">Indonesia #SiagaBencana</span></h2><center> <iframe class="instagram-media instagram-media-rendered" id="instagram-embed-0" src="https://www.instagram.com/reel/Cj9fus6jE1o/embed/?cr=1&amp;v=14&amp;wp=540&amp;rd=https%3A%2F%2Fydsf.org&amp;rp=%2Fadmin%2Fcontent%2Fberita%2Fcreate#%7B%22ci%22%3A0%2C%22os%22%3A82601.20000004768%2C%22ls%22%3A82558.79999995232%2C%22le%22%3A82595.79999995232%7D" allowtransparency="true" allowfullscreen="true" frameborder="0" height="880" data-instgrm-payload-id="instagram-media-payload-0" scrolling="no" style="background: white; max-width: 540px; width: calc(100% - 2px); border-radius: 3px; border: 1px solid rgb(219, 219, 219); box-shadow: none; display: block; margin: 0px 0px 12px; min-width: 326px; padding: 0px;"></iframe></center><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat