UPDATE NEWS

...

Thursday, 18 May 2017 09:15

Rezeki Yang Allah Berkahi

Sudah tentu Allah sang Maha Kaya dan Maha pemberi rezeki tidak pernah lalai akan rezeki hamba-hambanya. Dari burung yang terbang di langit, hingga ular buta yang di dalam tanah sudah Allah jamin rezekinya hingga akhir, terlebih sebagai makhluk yang punya kelebihan seperti Manusia. Allah menciptakan manusia dalam kelebihan yang luar biasa dan sudah sepatutnya kita bersyukur akan itu. Contoh mensyukurinya adalah mensyukuri rezeki yang Allah berikan berapapun nominalnya, seperti yang Siti Nabsiah lakukan. Sebagai salah satu anggota KUM (Komunitas Usaha Mandiri) YDSF, Siti sudah merasakan “asam-garam” kehidupan umurnya yang sudah senior.

 

“Saya sudah berjualan selama 20 tahun lebih” tutur pemilik usaha menjual bahan makanan dan sembako ini. Rezeki Allah itu luas dan tidak terbatas. Terkadang kita yang berkecukupan terlihat kesulitan untuk menghidupi diri kita sendiri. Kita juga tidak melihat dari cara apa kita menerima rezeki, sudah halalkah? Pertanyaan yang sering diabaikan oleh sebagian besar kita dalam mencari rezeki. Tidak semua yang dengan nominal yang besar mampu memberikan kita kebahagiaan.

 

Uang dan harta sering menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang. Banyak yang tidak melihat dari sisi lain yang sederhana bisa menumbuhkan kebahagiaan juga. Kebahagiaan melihat anak kita bisa bersekolah semua dan menikah juga sebuah kebahagiaan yang besar bagi setiap orang tua. Orang tua seperti Siti Nabsiah yang memiliki 5 anak juga merasakan hal yang sama. “Alhamdulillah kelima anak saya bisa saya sekolahkan semua hingga menikah, hanya satu yang masih sama saya untuk membantu saya” tutur Siti.

 

Kemajuan teknologi sering mendapat tempat di hati masyarakat, tetapi tidak dipungkiri juga ada pihak yang terbebani dengan kemajuan ini. Selama 20 tahun lebih berjualan, Ibu Siti merasakan dampak adanya kemajuan teknologi ini. Di sela wawancara dengan wartawan YDSF, ibu Siti menuturkan “Dulu ramai saya berjualan, tetapi menjadi sepi setelah banyak yang berjualan dengan motor” keluhnya.

 

Besarnya biaya kehidupan yang terkadang mencekik tidak membuat Siti berputus asa, tetapi lebih mensyukuri sekecil apapun. Dengan rezeki yang dia dapat dari Pensiunan TNI suaminya dia bisa menyambung hidup hingga menghidupi anak-anaknya hingga dewasa. “Meskipun tidak banyak tetapi cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan yang penting saya bisa tetap Sholat ke masjid” tuturnya.

Share: