Program

Ramai Teror Bom, Ingat Bahwa Masih Banyak Kebaikan di Indonesia | YDSF

6 Desember 2022104 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Beberapa hari terakhir, kita kembali dihebohkan dengan adanya kasus teror bom bunuh diri di Bandung. Ditambah, ditemukannya fakta-fakta yang menyudutkan hingga membuat stigma negatif terhadap kaum muslim.  <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seorang pakar peneliti kejahatan dan perlindungan korban kejahatan (<i>victimologist</i>), Heru Susetyo, PhD, pernah mengulas tentang perbandingan serta analisa angka kejahatan dan kebaikan di Indonesia. Yang terangkum dalam artikel Majalah Al Falah Edisi Februari 2018. Berikut catatan beliau:<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Memang, fakta dan data menyebutkan bahwa angka kriminalitas di Indonesia memang amat tinggi. Utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Medan, Palembang dan Makassar.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di Jakarta misalnya, setiap 12 menit dan 18 detik terjadi satu kali kejahatan, alias 120 kejahatan dalam sehari dan 3600 kejahatan dalam sebulan. Pada 2016 tercatat ada 43.149 kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari jumlah tersebut terjadi 719 kasus pencurian dengan kekerasan, 719 kasus perkosaan, 904 kasus pencurian dengan pemberatan, 71 kasus pembunuhan, dan 3187 kasus penganiayaan berat (detiknews, 30122016).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di bidang korupsi, prestasi Indonesia juga tidak menggembirakan. Pada tahun 2016 Indeks Persepsi Korupsi Indonesia berada pada angka 37 (angka terbaik adalah 100) dan berada pada posisi no 90 dari 176 negara yang di data. Bahkan posisi ini berada di bawah angka median 43 yang menunjukkan bahwa persoalan korupsi di Indonesia memang amat serius. Parahnya, lembaga yang dianggap paling korup di Indonesia, berdasarkan riset, adalah DPR, Birokrasi, DRPD, Ditjen Pajak, dan Kepolisian.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di bidang kesejahteraan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Indonesia meningkat masing-masing 1,83 dan 0,48 di Maret 2017 dibanding realisasi September 2016 yang sebesar 1,74 dan 0,44. Jumlah penduduk miskin di bulan ketiga ini sebanyak 27,77 juta orang dengan persentase 10,64 persen (liputan6.com, 17072017).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Angka pengangguran di Indonesia tidak kalah parahnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang (kompas.com, 06112017). Dengan angka pengangguran sebesar ini sudah jauh melewati penduduk negara-negara termakmur di dunia seperti Denmark, Finlandia, Norwegia, Singapore dan Selandia Baru yang rata-rata penduduknya di bawah angka tujuh juta jiwa.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Benarkah negeri ini melulu hanyalah berwajah kejahatan, kekerasan, korupsi, miskin, mengganggur, diskriminatif, intoleran, radikal?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Tidak benar tentunya. Kita tidak menafikan bahwa semua fenomena sosial tersebut memang eksis di Indonesia, dengan kuantitas yang besar pula. Namun, fenomena itu tidak mewakili Indonesia sepenuhnya. Di samping kejahatan, masih banyak kebaikan di negeri ini.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di samping perilaku korupsi, perilaku jujur juga masih mudah ditemui. Di samping kemiskinan dan pengangguran, penduduk yang sejahtera dan bekerja secara produktif juga masih banyak jumlahnya. Di samping mereka yang diskriminatif, intoleran dan radikal, mereka yang adil, bijak, cinta damai dan penuh toleransi juga masih mudah ditemui di Indonesia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada akhirnya ini kembali pada cara pandang dan <i>tone</i> mana yang akan kita gunakan. Media mana yang kita percayai. Dan mau dibawa ke mana Indonesia yang sama-sama kita cintai ini.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/menebar-kebaikan-dan-kemanusiaan-melalui-pekerja-sosial-q67o.html">MENEBAR KEBAIKAN DAN KEMANUSIAAN MELALUI PEKERJA SOSIAL</a></span></b></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Masih banyak kebaikan di negeri ini. Ketika banyak negara-negara di dunia mulai mendesakralisasi lembaga perkawinan dan keluarga, <i>trend</i> perkawinan dan membentuk keluarga masih amat positif di Indonesia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Indonesia masih mengalami bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang masih melimpah ruah. Penduduk Indonesia bertambah sekitar 4 juta jiwa setiap tahunnya dengan total fertility rates (TFR) 2.34 pada tahun 2017. Bonus demografi ini adalah berkah, kehadiran anak, lembaga perkawinan dan keluarga masih dianggap penting. Walau juga bisa berkembang menjadi musibah apabila tidak dikelola dengan baik.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kebaikan Indonesia yang lain adalah negeri ini masih berketuhanan Yang Maha Esa. Alias, modernitas dan kemajuan teknologi tak sekali-kali menggusur signifikansi agama dalam kehidupan rakyat Indonesia. Semangat beribadah dan beragama tetap lancar jaya. Walau sesekali ada konflik sosial antar umat beragama, namun secara umum kehidupan antar umat beragama di Indonesia relatif harmonis.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Perkawinan tradisional yang heteroseksual masih menjadi satu-satunya perkawinan yang sah di Indonesia. Walaupun 25 negara di dunia sudah melegalkan perkawinan sesama jenis (<i>same sex marriage</i>) sejak 2001 (dimulai oleh Belanda pada 2001 dan terakhir Malta pada 2017), dan sebagian negara lainnya melegalkan <i>cohabitation</i> (kumpul kebo) <i>civil union</i>, <i>domestic partnership</i>, <i>common law marriage</i>, negara Indonesia tetap tidak latah dan tidak genit. Tetap bertahan dengan perkawinan tradisional yang heterokseksual karena pengaruh masih kuatnya nilai-nilai agama dan sosial budaya di Indonesia di tengah-tengah pengaruh liberalism dan sekularisme barat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Negeri ini juga masih mengutuk perilaku seks sebelum nikah. Walau tak ada juga sanksi hukumnya, kecuali dilakukan dengan paksaan dan kekerasan. Bandingkan dengan negara lain. Seks sebelum menikah adalah legal dengan batas usia minimal tertentu. Uruguay misalnya menetapkan usia 12 tahun, Argentina 13 tahun, dan Brasil 14 tahun. Sementara itu Perancis menetapkan usia 15 tahun, Belanda 16 tahun, Jerman 14 tahun, Russia 16 tahun dan Inggris Raya juga 16 tahun. Negeri jiran Singapore menetapkan 16 tahun, Jepang 13 tahun, dan Australia bervariasi antara 16 tahun dan 17 tahun (tergantung negara bagiannya).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kebaikan lain dari negeri bernama Indonesia adalah semangat kedermawanan sosial dan filantropi warga negaranya. Negeri mana di dunia yang secara sukarela menampung dan tidak mengusir pengungsi dan pencari suaka dari Asia Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara yang transit ataupun terdampar di Indonesia dalam perjalanannya menuju Australia?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sejak 1979 Indonesia telah menampung pengungsi dari Cambodia dan Vietnam selama 16 tahun lebih di Pulau Galang dan Rempang di Kepulauan Riau. Lalu gelombang pengungsi di akhir tahun 90-an hingga kini yang mengalir dari Afghanistan, Iran, Irak, Sri Lanka (Tamil), Myanmar (Rohingya) tak sekali sekali diusir pulang ke negeri asal mereka. Contoh paling akhir adalah bagaimana nelayan dan masyarakat di sekitar Aceh dan Sumatera Utara membantu menyelamatkan pengungsi Rohingya yang terkatung-katung di Lautan Hindia berhari-hari akibat terusir dari kampong halamannya di Myanmar. Padahal, Indonesia belum meratifikasi konvensi tentang Status Pengungsi tahun 1951, yang berarti tak memiliki kewajiban dari sisi hukum internasional untuk menampung pengungsi.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/kisah-umat-terdahulu-yang-diuji-allah-ydsf-9GyF.html">KISAH UMAT TERDAHULU YANG DIUJI ALLAH | YDSF</a></span></b></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bandingkan dengan Australia, kebijakan imigrasi Australia sangat keras. Kendati sudah meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, negerinya empat kali luas wilayah Indonesia dan penduduknya hanya 11% dari total penduduk Indonesia (sejumlah 24.7 juta jiwa saja tahun 2017), Australia selalu menolak kedatangan manusia perahu (<i>boat people</i>) dari Asia.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semangat berderma masyarakat Indonesia juga masih luar biasa. Kendati perolehan dana  zakat masih jauh dari potensinya (baru IDR 5 trilliun dari total potensi IDR 271 trilyun pada tahun 2017), namun masih amat mudah menemui para muzakki ataupun orang-orang yang rela untuk menyisihkan sebagian hartanya guna menolong sesamanya. Apalagi, kini amat banyak <i>start-up</i> penggalangan dana kemanusiaan yang memudahkan orang untuk berderma di zaman <i>now</i>.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dan seringkali para muzakki atau orang yang berderma tersebut adalah orang yang tak terduga-duga. Orang biasa saja yang tak dikenal sebagai aktifis dakwah ataupun pegiat masjid. Dan penulis pernah mengalaminya. Ketika penulis melakukan <i>fundraising</i> untuk adik kelas yang terancam drop out karena tak mampu membayar biaya studi, maka penulis mengedarkan imbauan berdonasi via social media kepada mantan teman-teman kuliah zaman dahulu. Dan masya Allah, dalam hitungan jam saja telah terkumpul dana nyaris Rp20 juta rupiah. Kerennya, donasi terbesar diberikan oleh Mr. X, teman penulis, yang mendonasikan hartanya sebanyak Rp 9 juta tanpa syarat apapun kecuali satu: “Ru, gua transfer Rp9 juta ya buat adik mahasiswa itu, dan <i>please</i> nama gua jangan pernah disebut sebagai penyumbang-nya.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dahsyat, <i>tho</i>. Percayalah, masih banyak kebaikan di negeri ini. Dan tak habis kertas berlembar-lembar untuk menuliskan kebaikan-kebaikan tersebut. Tambahan lagi, negeri ini adalah surga yang mengalir ke bumi. Posisinya strategis, antara Asia dan Australia. Antara Samudera Pasifik dan Lautan Hindia. Tanahnya luas, lautnya luas, pantainya indah dan banyak, gunungnya bejibun. Flora dan faunanya amat bervariasi. Budaya masyarakatnya beragam dan amat majemuk.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Cobalah sesekali saudara ke negeri minim hujan dan gersang sangat macam di Afrika Selatan, Kongo, Mozambique, Namibia, atau Afrika Utara dan Timur Tengah, maka betapa kita amat bersyukur tinggal di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke perlu sekitar 4 jam terbang dengan pesawat. Sehingga kitapun punya banyak pilihan <i>travelling</i> di dalam negeri tanpa harus melancong ke negeri lain. Bandingkan apabila anda penduduk Singapura, Malta, Maldives, Palau, Nauru, Tuvalu, St Kitt & Nevis dan Marshall Island, yaitu negeri-negeri pulau yang berukuran mini. Anda tak punya banyak pilihan selain berwisata ke luar negeri apabila bosan mendapati kenyataan bahwa negeri anda amat kecil. Maka, jangan pernah lelah mencintai Indonesia!!!<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber Majalah Al Falah Edisi Februari 2018<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h2><span lang="IN">Raih Jariyah dengan Wakaf:<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><h3><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/cara-mencari-berkah-tabarruk-allah-sesuai-syariat-islam-ydsf-Tjb0.html"><span lang="IN">Cara Mencari Berkah (Tabarruk) Allah Sesuai Syariat Islam | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/konsultasi-zakat-dari-tabungan-gaji-di-bank-ydsf-liUf.html"><span lang="IN">KONSULTASI ZAKAT DARI TABUNGAN GAJI DI BANK | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/5-hajat-asasi-manusia-menurut-islam-ydsf-1Cep.html"><span lang="IN">5 Hajat Asasi Manusia Menurut Islam | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-penghasilan-suami-istri-bekerja-ydsf-2Toj.html"><span lang="IN">ZAKAT PENGHASILAN SUAMI-ISTRI BEKERJA | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-shalat-tahajud-dan-shalat-lail-ydsf-3mzr.html"><span lang="IN">Perbedaan Shalat Tahajud dan Shalat Lail | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-lelang-dan-jual-beli-wakaf-dalam-islam-ydsf-btb9.html"><span lang="IN">HUKUM LELANG DAN JUAL BELI WAKAF DALAM ISLAM | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/wakaf-terbaik-untuk-orang-tua-tercinta-blci.html"><span lang="IN">Wakaf Terbaik untuk Orang Tua Tercinta | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p><p> </p><h2><span lang="IN">Husnul Khotimah dengan Jariyah</span></h2><center> <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/CkyHct2DyU3/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/CkyHct2DyU3/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/CkyHct2DyU3/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">Sebuah kiriman dibagikan oleh Yayasan Dana Sosial al-Falah (@ydsfku)</a></p></div></blockquote> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script> </center><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat