UPDATE NEWS

...

Saturday, 9 May 2020 10:00

Ramadhan di Fase Pandemi, Waktu yang Tepat Perbanyak Bersyukur Pada Ilahi | YDSF

Ramadhan 1441 H ini menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bersamaan dengan adanya fase pandemi, Ramadhan tahun ini membuat kita harus rela betah berlama-lama di rumah saja. Dalam fase seperti ini hendaknya membuat kita semakin satu, berjuang bersama-sama agar pandemi ini segera usai. Dan benar-benar mengurangi apa-apa yang tidak begitu perlu dan penting dilakukan di luar rumah.

Allah Swt. berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Qs. Al-Baqarah: 286)

Dalam Ramadhan yang berbeda ini, maka sebaiknya kita menjadikannya spesial. Bukan malah menjadi pesimis dan tidak megisi Ramadhan dengan hal-hal terbaik.

Inilah empat hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk syukur atas Ramadhan yang spesial di tahun ini.

 

1. Memiliki banyak waktu bersama keluarga

Bagi sebagian besar orang, mungkin sudah mulai merasa bosan di rumah saja. Padahal, momen-momen memiliki banyak waktu bersama orang-orang yang dikasihi menjadi hal yang kita rindukan. Maka, mari kita manfaatkan momen ini dengan memperbanyak kegiatan bersama mereka. Dan buat Anda yang di rumah saja, apartemen saja, atau di kos saja, juga mari kita kontrol rasa rindu agar tidak terlalu dalam bersedih hati. Ada baiknya kita memiliki celengan rindu untuk keluarga agar kelak saat bertemu kita memahami betapa berharganya waktu-waktu bersama dengan mereka yang kita kasihi.

 

2. Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang disenangi

Sering merasa tidak punya waktu untuk menyalurkan hobi? Nah, masa-masa di rumah saja seperti ini bisa menjadi momen terbaik. Semakin banyak waktu yang bisa kita miliki untuk menyalurkan hobi. Dari kegiatan tersebut, kita juga bisa melatih hal-hal baru dalam diri. Bahkan hal-hal baru yang nantinya dapat berguna di dunia pekerjaan. Misal, dengan sering mengikuti kelas daring yang saat ini juga semakin masif.

 

3. Dapat memperbanyak ibadah mulai yang wajib hingga sunnah dari rumah

Urusan duniawi sering membuat kita lalai dalam beribadah. Bahkan tidak jarang, kita sering lupa waktu dalam menjalankan shalat fardhu karena masih sibuk dengan hal-hal keduniaan. Selama berada di rumah saja, bukan menjadi alasan lagi untuk kita tidak memperbanyak beribadah. Mulai dari istiqomah tepat waktu dalam shalat fardhu, rajin bertadarus dan mentadaburi Al-Qur’an, bahkan hingga semangat dan giat melakukan amalan-amalan sunnah. Selain sebagai tabungan pahala untuk akhirat kelak, ini juga bisa menjadi latihan bagi diri kita agar terbiasa melakukan ibadah tanpa bosan di hari-hari ke depan. Namun, tetap jaga komunikasi agar tidak memutus tali silaturahim.

 

4. Tetap bisa bersyukur dengan bersedekah dari rumah

Masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa menikmati fase pandemi dengan di rumah saja. Mulai karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk tetap ready meski pandemi, hingga perekonomian karena di rumah saja justru membuat mereka menjadi tersiksa. Tidak ada pemasukan sehingga membuat mereka harus berhemat bahkan kelaparan, ditambah juga masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa mendapatkan bansos Covid-19.

Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap Allah Swt. karena meski di rumah saja namun masih bisa menikmati rezeki dan nikmat lain, maka memperbanyak berbagi menjadi kunci. Kunci kita untuk saling menguatkan sesama. Karena pandemi ini bukan hanya perseorangan yang menghadapi dan terdampak, namun seluruh umat juga merasakan dampaknya.

Terutama fase pandemi ini juga bertepatan dengan Ramadhan. Bersyukur dengan perbanyak berbagi sangat dianjurkan.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu:

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)

 

Mari kita jadikan Ramadhan ini spesial, bukan hanya sekedar rasa sebuah pandemi, namun menjadi momen memperbanyak hal untuk memperbaiki diri dan bersyukur kepada Ilahi. (asm)

 

Baca juga:

SETELAH MENJUAL TANAH, APAKAH WAJIB ZAKAT? | YDSF

Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah | YDSF

8 HAL INI BUAT KAMU TIDAK BOSAN #DIRUMAHAJA SELAMA RAMADHAN | YDSF

ZAKAT PENGHASILAN SUAMI-ISTRI BEKERJA | YDSF

Keistimewaan Puasa Ramadhan | YDSF

TIPS MELATIH ANAK BERPUASA DAN BERIBADAH SEJAK DINI | YDSF

Zakat Maal | YDSF

HUKUM BAYAR ZAKAT ONLINE DALAM ISLAM

PERHITUNGAN ZAKAT RUMAH KONTRAKAN | YDSF

Share: