Program

Pranata Ekonomi Umat dalam Islam | YDSF

3 Oktober 2023•46 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Membahas tentang pranata ekonomi umat dalam Islam, maka kita akan dihadapkan dengan berbagai fakta tentang pola pikir dan kebiasaan masyarakat. Sehingga lupa bagaimana cara mengelola potensi ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup. &nbsp;<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Era kini, banyak dijumpai berbagai macam orang yang berupaya mengais rupiah hanya untuk sesuap nasi, demi menyambung keberlangsungan hidupnya. </span><span lang="IT">Sebagian</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">orang</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menganggap jika tidak punya uang akan “mati</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kelaparan” begitulah jargon yang ditanamkan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Hal ini karena mereka memandang bahwa setiap makhluk mempunyai hak untuk hidup. Halal dan haram kadang mereka tidak mengindahkannya, yang penting semua kebutuhan tercukupi.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Orang kaya “harta” dan orang miskin “harta” berlomba-lomba untuk memenuhi keinginannya. <span lang="IN">Terkadang, mereka berjuang sendiri tanpa mengindahkan peluang masing-masing untuk menjalin kemitraan ataupun saling mengisi kelebihan dan kekurangannya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Di antara hiruk pikuk kemegahan kota, bisa disaksikan fenomena itu begitu dekat dengan kehidupan kita perbedaan antara keduanya. Padahal, sinergitas antara keduanya sesungguhnya akan melahirkan satu kekuatan besar untuk memberdayakan potensi masingmasing dalam mewujudkan visi kesejahteraan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Mengutip dari desertasi Alimuddin Universitas Brawijaya tentang hasil penelitian Pilavin (1969) serta Meyer dan Multherin (1980) menyimpulkan, seseorang yang mengalami kesulitan karena di luar kemampunannya akan lebih memperoleh pertolongan daripada mereka mengalami kesulitan akibat ulahnya.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Artinya, manfaat kebersamaan lebih</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">memproteksi dirinya sebagai individu dari</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pada mereka berupaya mencari solusi mandiri</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">tanpa bantuan lain. Dalam pandangan ilmu</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, mereka wajib berinteraksi, memerlukan dan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">membutuhkan bantuan antara satu sama lain,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">“<i>zoon politicon</i>”.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Ibnu Khaldun menyatakan, manusia adalah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">makhluk yang bermasyarakat, <i>al-hayawan alijtima’i</i>,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">artinya manusia memerlukan bantuan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">orang lain mulai dari kelompok masyarakat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">terkecil sampai komunitas terbesar. Bahkan naluri</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">untuk hidup bersama, manusia membangun</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">suatu lembaga tertentu yang diikat dengan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kaidah-kaidah hukum berupa aturan yang</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dibuat oleh manusia sebagai wadah aspirasinya.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IN">Maka dengan alasan tersebut, banyak di antara kita yang membuat komunitas, club, kelompok belajar, kelompok usaha, dll.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam perspektif sosiologi Islam, manusia dinyatakan di dalam Al-Qur’an sebagai “an-Nas” yang mempunyai kecenderungan untuk berkelompok (QS. Ali Imran: 122, QS. Al-Hujurat: 13). Itulah sesungguhnya hikmah yang Allah berikan kepada kita yang menciptakan manusia dari berjenis suku dan bangsa untuk menjalin silaturrahim yang berkesinambungan.<o:p></o:p></span></p><pre><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/pasar-dalam-ekonomi-islam-ydsf-5hqEjWU.html">PASAR DALAM EKONOMI ISLAM | YDSF</a></span></b></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Kekuatan berkelompok akan menghasilkan sebuah produktivitas untuk mendatangkan hasil yang diperoleh, baik itu manfaat yang abstrak ataupun nyata, sesuai dengan orientasi dari pendirian kelompok tersebut. Itulah pentingnya suatu pranata dalam tatanan sosial yang menunjang aktifitas mereka. Islam memandang persatuan dan kesatuan umat, harus dijaga keeratannya untuk meretas perbedaan orientasi dalam pencapaian falah (kemenangan) di dunia dan akhirat kelak (QS. Al-Baqarah: 201).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Untuk terwujudnya kemaslahatan sosial dan kebahagian dunia akhirat, maka ada panduanpanduan yang harus ditempuh serta dipenuhi oleh semua pihak yang bersinergi. Di antaranya adalah kaidah-kaidah hukum yang diatur oleh wahyu Allah kepada manusia dan hubungan sesamanya, ini merupakan aturan yang bersifat mutlak.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Persyaratan tersebut sangat fundamental untuk dijadikan pondasi regulasi dalam sebuah pranata. Selain itu juga harus memenuhi kriteria maqasid syariah (tujuan yang dikehendaki dalam mensyariatkan suatu hukum untuk kebaikan umat).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dalam pandangan ilmu sosial “wajib” diperkuat dan diimbangi juga oleh besarnya kelompok (<i>size of group</i>), status dan peranan seseorang (<i>individual role and status</i>), jaringan komunikasi (<i>the web of communication</i>), pimpinan dan suasana kepemimpinan (<i>leader and leadership situation</i>), dan tugas kelompok (<i>group task</i>).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Gambaran di atas adalah bagian kecil dari upaya pemberdayaan potensi dan kompetensi individu yang berkontribusi aktif dalam memenuhi kebutuhannya, yang bernaung pada suatu pranata. Keberhasilan pemenuhan kebutuhan individu dalam sebuah entitas usaha adalah suatu keniscayaan yang mereka capai.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Selayaknya harus menjadikan itu sebagai wahana ibadah yang diakhiri dengan tawakal kepada sang khalik, karena Allah akan melihat proses yang kita upayakan. Percayalah bahwa Allah juga yang memberikan porsi rezeki berbeda yang kita terima. “Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia Kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar Ra’du: 26).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Orang bijak berkata: Jika engkau miskin bersyukurlah karena engkau akan sedikit mempertanggungjawabkan hartamu, jika engkau kaya bersyukurlah karena engkau mempunyai banyak kesempatan beramal, apapun yang terkadang kita anggap kekurangan sesungguhnya itu rahmat jika kita mensyukurinya, apabila yang kita anggap nikmat bisa jadi adzab jika kita tidak mensyukurinya (QS. Ibrahim: 7), <i>wallahu a’lam</i>.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Majalah Al Falah Edisi Oktober 2014<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">&nbsp;</span></i></b></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait<o:p></o:p></span></h2><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/uu-jaminan-produk-halal-belum-optimal-ydsf-mz0BDsf.html">UU JAMINAN PRODUK HALAL BELUM OPTIMAL | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://www.ydsf.org/berita/ydsf-buat-warung-sedekah-siapapun-bisa-mampir-makan-gratis-hHoe.html">YDSF Buat Warung Sedekah, Siapapun Bisa Mampir Makan Gratis</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/kejar-berkah-rutin-sedekah-ydsf-4vBynve.html">KEJAR BERKAH, RUTIN SEDEKAH | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://www.ydsf.org/berita/dahsyatnya-makna-kata-insya-allah-ydsf-Bc00.html">Dahsyatnya Makna Kata “<i>Insya Allah</i>” | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-diberikan-ke-tetangga-atau-lembaga-ydsf-ZLAoSQD.html">ZAKAT, DIBERIKAN KE TETANGGA ATAU LEMBAGA? | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-zakat-maal-dalam-bentuk-barang-ydsf-hs3p.html">Bolehkah Zakat Maal dalam Bentuk Barang? | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://www.ydsf.org/berita/6-amalan-pembuka-rezeki-ydsf-a9mIFfa.html">6 AMALAN PEMBUKA REZEKI | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><br></span></pre><p class="MsoNormal"><span style="font-size: 1.75rem;">Pemberdayaan Ternak Domba &amp; Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)</span></p><p> </p><p class="MsoNormal"><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/2fDaUcKXIy4" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><br></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat