UPDATE NEWS

...

Tuesday, 30 April 2019 10:00

Perbedaan Zakat Profesi dan Zakat Pertanian | YDSF

Zakat ada beberapa macam. Diantaranya yaitu zakat profesi, zakat pertanian, zakat peternakan dan sebagainya.

Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan pada setiap hasil/gaji yang berasal dari usaha sendiri maupun bersama orang/lembaga lain). Contohnya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, dll.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Belanjakanlah (pada jalan Allah) sebahagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya (lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat), padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu (kalau diberikan kepada kamu), kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi sentiasa Terpuji.” (QS. Al-Baqarah  267)

Zakat pertanian meliputi setiap tanaman makanan pokok dan dapat disimpan, menurut ulama Syafi’iyah, wajib dizakati.

Allah berfirman dalam surat QS. Al An’am: 141.

 وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ 

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin).”

Serta QS. Al Baqarah: 267.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”

Berikut ada beberapa pertanyaan dari donatur YDSF mengenai zakat penghasilan apabila diqiyaskan dengan zakat pertanian.

Pertanyaan

  1. Jika misalnya pendapatan bersih saya lebih kecil dari analogi (qiyas) zakat pertanian tetapi lebih besar analogi emas, apakah saya masih wajib membayar zakat profesi?
  2. Nishab (batas nilai minimal harta yang sudah wajib dizakati) zakat bergantung pada harga emas. Padahal harga emas berubah-ubah setiap waktu. Harga emas manakah yang harus dijadikan patokan?

Sekian, terima kasih

 

Jawab

Jawaban dari Pertanyaan Pertama,

Sebagaimana telah diketaui, terdapat perselisihan dalam penganalogian nishab zakat profesi antara nishab emas dan nishab hasil tanaman.

Secara umum keduanya bisa ditolerir dan setiap orang berhak memilih diantara dua pendapat itu. Maka dalam kondisi dan kasus seperti yang Anda ilustrasikan di atas, pilihannya bergantung pada yang selama ini diikuti dan diterapkan.

Jika selama ini dalam menghitung dan mengeluarkan zakat profesi, Anda menganalogikannya pada hasil tanaman, maka berarti Anda tidak wajib zakat.

Tapi, jika analogi pada ketentuan zakat emas-lah yang selama ini Anda gunakan dan praktikan, maka berarti Anda telah wajib berzakat profesi.

Jawaban dari Pertanyaan Kedua,

Yang jadi patokan adalah harga standar jika ada, atau harga pertengahan jika bisa diketahui, atau harga yang berlaku pada saat kewajiban berzakat tiba.

Terima kasih

 

Sumber: Majalah Al Falah 2013
Sumber jawaban: Dr. H. Zainuddin MZ, Lc. MA.

 

Baca Juga:

Tips Puasa Gadget di Bulan Ramadhan | Ydsf

Tips Melatih Anak Berpuasa | YDSF

Tiga Tingkatan Puasa | YDSF

Bayar Zakat untuk Orang yang Meninggal | YDSF

Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah | YDSF

Kondisi Masjid vs. Mall di Akhir Ramadhan | YDSF

Perbedaan Pahala Shalat di Masjid dan Mushola | YDSF

Tips Memakmurkan Masjid | YDSF

Tips Mengatur Penggunaan Gadget pada Anak | YDSF

Waspadai Perkara Perusak Amal | YDSF

Share: