UPDATE NEWS

...

Thursday, 12 September 2019 08:00

Pentingnya Air Menurut Alquran | YDSF

Air merupakan sumber kehidupan utama untuk setiap makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini. Orang bisa saja tidak makan berhari-hari, namun belum tentu bisa bertahan hidup tanpa adanya air. Karena hal yang paling dekat antara kita dengan air adalah minum. Memenuhi susbtansi tubuh kita agar tidak kekurangan cairan. Bahkan riset mengatakan bahwa hingga 70% komponen penyusun tubuh manusia terdidi dari kandungan air.

Berangkat dari hal yang paling sederhana inilah kita bisa mengetahui seberapa tergantungnya makhluk hidup terhadap air. Mulai dari internal penyusun tubuh makhluk hidup bahkan hingga kebutuhan sehari-hari. Selain untuk minum, manusia juga sangat bergantung dengan air bahkan untuk beribadah, yakni berwudhu. Meski, kita bisa saja melakukan tayamum kalau memang terpepet kondisinya. Namun, tidak semua orang tentunya memiliki kulit yang bisa berkomromi dengan debu.

Lalu, bagaimana urgensitas air dapat menyokong kebutuhan makhluk hidup dalam Islam?

Sumber Penting Kehidupan

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: ”… Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Qs. Al-Anbiya: 30).

Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat tersebut, dapat dibuat sebuah kesimpulan sederhana, bahwa Allah telah menciptakan air sebagai sumber utama untuk makhluk hidup. Sumber utama yang dimaksudkan adalah keberlangsungan hidup. Mulai dari sebagai penyusun komponen tubuh makhluk hidup hingga kebutuhan hidup. Seperti minum, mandi, bahkan hingga keperluan mencuci untuk manusia.

Penurunan jumlah komponen air dalam tubuh juga akan berpengaruh dalam keberlangsung makhluk hidup yang bersangkutan. Hal yang paling sederhana terasa bagi kita, sebagai manusia. Mulai dari sulit fokus, kulit kering, gangguan organ pencernaan, bahkan hingga bisa menimbulkan kematian.

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Artinya: “Dan Kami turunkan dari langit air sebagai pembersih“ (Qs.Al Furqan :48).

Dalam pembahasan tingkat lanjut, Allah Swt menciptakan air juga sebagai pembersih. Ilustrasi sederhananya adalah air hujan. Melalui air hujan yang Allah turunkan ke bumi, secara tak langsung dapat membantu membersihkan permukaan bumi. Baik dari debu alam bahkan polusi yang mulai banyak bermunculan akibat ulah manusia.

Pentingnya Peran Manusia Menjaga Ekosistem Air

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

Artinya: “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (Qs. Al Mu’minun: 18)

Manusia memiliki peran yang sangat tinggi dalam merubah kondisi alam ini. Kadang, keserakahan membuat kita lupa akan sesuatu nikmat yang Allah berikan. Tingginya angka pembangunan, industri, dan segala hal yang berkaitan untuk memuaskan dahaga duniawi manusia, membuat kita lupa tentang aspek bahwa dalam penyusun alam ini juga terdapat makhluk hidup lainnya.

Eksplorasi alam secara besar-besaran membuat daerah resapan air pun berkurang. Namun, kembali lagi, kuasa hanya ada di tangan Allah Swt. Apa yang kita perbuat, akan berdampak. Meski tidak langsung, tapi waktu akan menjawabnya. Perubahan iklim hingga ketersediaan air yang semakin menipis.

Justru di sinilah peran kita sesungguhnya. Manusia, saat diberikan nikmat hendaknya bukan hanya memetik manisnya saja dari alam. Tetapi, kita harus juga mau turut tetap menjaga keseimbangan ekosistem yang ada. Peduli dengan kondisi lingkungan alam. Sehingga keberlangsungan kehidupan alam ini dapat seimbang dan alam terus memiliki kondisi prima meski usianya tidak lagi muda.

 

Naskah: Ayu (dikutip dari berbagai sumber)

 

Baca juga:

Update Bantuan Kekeringan, Sampang | YDSF

Musim Kemarau 2019, Indonesia Siaga Kekeringan | YDSF

Contoh Sedekah Jariyah di YDSF

Zakat dalam Islam | YDSF

Jejak Kontribusi YDSF untuk Umat | Ponpes Maskumambang

Keajaiban Sedekah Rutin di YDSF

Bahagia dengan Gemar Berbagi | YDSF

Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah | YDSF

Share: