UPDATE NEWS

...

Monday, 9 September 2019 02:30

Pentingkah Puasa Tasu’a dan Asyura? | YDSF

Muharram, menjadi salah satu bulan haram bagi umat muslim. Bulan yang disucikan dan dianjurkan memperbanyak amalan. Tak hanya wajib, namun juga amalan sunnah. Lebih bisa pula mendekatkan diri kepada Allah Swt. Pun lebih berhati-hati dalam bertindak. Sebagaimana dalam firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Qs. At Taubah: 36).

Bulan pertama dalam kalender hijriah ini juga menjadi salah satu bulan yang dinantikan oleh umat muslim. Karena, pada bulan ini pula terjadi pergantian tahun baru Islam. Namun, sudah tahukah Anda bahwa juga terdapat hal yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada bulan Muharram? Yap, dua amalan tersebut adalah puasa Tasu’a dan Asyura.

Lalu, apa perbedaannya? Atau apa yang membuatnya hendaknya diamalkan berurutan? Mari kita bahas.

Puasa Asyura dan Keutamaannya

Puasa sunnah yang dilakukan tepat pada 10 Muharram ini memang menimbulkan pertanyaan saat Rasulullah mengajarkan kepada sahabat dan kaum muslimin saat itu. Karena di hari yang sama pula, dua agama samawi lainnya, Nasrani dan Yahudi, juga melakukan puasa. Lantas mengapa kita juga melakukan hal yang sama?

Tujuannya dan caranya pun jelas berbeda. Sebagaimana puasa yang diajarkan dalam Islam, puasa Asyura ini juga mengharuskan kita untuk menahan dahaga dan lapar serta hawa nafsu dari terbitnya fajar hingga maghrib berkumandang. Sedangkan orang Yahudi berpuasa selama 24 jam penuh, bahkan hingga tidak tidur pula.

Rasulullah Saw mengajarkan kepada umatnya untuk berpuasa sunnah Asyura di bulan Muharram, tentu memiliki tujuan tertentu.

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Rasulullah bersabda, “Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yakni dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.

Tambahan Sehari dengan Puasa Tasu’a

Puasa sehari sebelum puasa 10 Muharram, atau yang disebut dengan puasa Tasu’a, tak lain memiliki sebuah tujuan khusus. Yakni, untuk membedakan kita dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi SAW sudah wafat” (HR. Muslim).

Hal ini juga diperkuat dengan pendapat oleh para imam besar kita. Imam Asy-Syafi’i dan para sahabatnya, berkata: “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara keseluruhan, karena Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Nah, itulah keutamaan dari puasa sunnah Asyura dan Tasu’a. Bagi Anda yang tidak berhalangan syari, jangan lupa untuk menunaikan.

 

Naskah: Ayu SM

Dikutip dari berbagai sumber.

 

Baca juga:

Amalan Ringan Berpahala Besar

Batas Istiqomah Menjadi Sebuah Karakter | YDSF

Pintu Dosa di Era Digital | YDSF

Kelas Rusak, Siswa SD & MI Cokroaminoto Bergantian Bersekolah

Dampak Maksiat dalam Kehidupan | YDSF

Tiga Tingkatan Puasa | YDSF

Share: