<p>Berbagai karya jurnalistik yang dapat digunakan untuk mengutarakan aspirasipun terus berkembang. Salah satunya adalah jurnalistik kartun. Tepatnya dengan menggunakan kartun opini. Meski kartun identik dengan kata lucu, namun nyatanya kartun juga dapat berfungsi sebagai kontrol sosial yang dituangkan melalui kartun opini.</p>
<p>Setelah sukses mengadakan kontes kartun opini, YDSF bersama Kartunesia kini juga menggelar pameran untuk karya-karya terbaik yang telah lolos berbagai seleksi. Baik seleksi administrasi hingga penilaian dari segi karya. Pameran Kartun Opini YDSF ft. Kartunesia ini diselenggarakan di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jatim, mulai dari tanggal 9 sampai 11 Desember 2019.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="../../../assets/media/2019/12/10/1104/1-pameran2.jpeg" alt="" width="643" height="482" /></p>
<p>Sebelumnya YDSF dan Kartunesia juga pernah berkolaborasi pada tahun 2013 mengangkat tema yang sama yakni kartun tentang anak. Namun, kali ini animo masyarakat dalam menyambut even ini juga masih sangatlah besar. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah kontestan yang mengikuti kontes kartun opini YDSF ft. Kartunesia di tahun ini.</p>
<p>“Kalau dilihat dari jumlah email yang masuk ada sekitar 100 orang yang mendaftar. Namun, yang lolos seleksi administrasi sejumlah 38. Ada peningkatan sebanyak 60% dari jumlah peserta tahun lalu,” ujar Hendro D. Laksono selaku <em>founder</em> dari Kartunesia.</p>
<p>Selain itu meski kontestan mayoritas masih merupakan para kartunis senior, tetapi sudah mulai bermunculan nama-nama kartunis muda dengan mengusung konsep baru dalam menggambar. Contoh dengan membawakan konsep manga atau kartun bergaya Jepang.</p>
<p>"Karya yang dipamerkan adalah kartun-kartun terbaik yang dikirim peserta dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Denpasar, Medan, Jambi, Yogyakarta, Semarang, dan dari kota-kota di Jawa Timur," kata Humas YDSF Khoirul Anam.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="../../../assets/media/2019/12/10/1103/1-cover-pameran.jpeg" alt="" width="659" height="439" /></p>
<p>Pada hari pertama, juga ada diskusi tentang kartun opini bersama dengan Wahyu Kokang, Kartunis Jawa Pos. Turut hadir pula beberapa senior yang aktif dalam dunia jurnalistik baik fotografer maupun kartunis dari berbagai daerah dalam diskusi tersebut.</p>
<p>Selama pameran berlangsung, para pengunjung juga bisa memesan kaos ilustrasi sesuai dengan desain kartun yang mereka pilih. Seluruh keuntungan akan didonasikan untuk anak-anak dhuafa yang ada di Indonesia. <strong>(asm)</strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<p><a href="https://www.instagram.com/p/B525zYrgdtG/">Give Away Buku Menarik di Pameran Kartun Opini YDSF</a></p>
<p><a href="https://www.instagram.com/p/B52ziKxgjiE/">Kaos Ilustrasi Peduli Anak Khusus Pengunjung Pameran Kartun Opini YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/keutamaan-menyantuni-anak-yatim-ydsf-UenX.html">Keutamaan Menyantuni Anak Yatim | YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/mengasuh-anak-generasi-milenial-2nlF.html">Mengasuh Anak Generasi Milenial | YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/menghadapi-kenakalan-anak-milenial-dengan-parenting-islami-ydsf-bYTE.html?fbclid=IwAR0xeCMCyTpegvB13VqLvklJlgtODTVq-gFcVsAggo0Ry2HzXaxKzvpF4-o">Menghadapi Kenakalan Anak Milenial dengan Parenting Islami | YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/jangan-terbiasa-berbohong-pada-anak-ydsf-CO9U.html">Jangan Terbiasa Berbohong pada Anak | YDSF</a></p>
Program
Pameran Kartun Opini Peduli Anak Indonesia YDSF ft. Kartunesia
10 Desember 2019•18 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat