Pahala Juga Disegerakan di Dunia | YDSF

Pahala Juga Disegerakan di Dunia | YDSF

6 Mei 2022

Pahala dari Allah tidak hanya dibalas di akhirat kelak, tetapi juga disegerakan di dunia. Firman Allah dalam surat Az Zalzalah: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya..”

 

Dahulu Zarrah dimaknai biji sawi, sebagai benda terkecil yang ditemui manusia pada masa itu. Ketika ditemukan benda lebih kecil yaitu molekul, Zarrah pun dinamai sebagai molekul. Ternyata molekul masih bisa dibagi menjadi beberapa bagian lagi. Intinya Zarrah ini adalah sesuatu yang sangat kecil.

 

Kebaikan atau kejahatan sekecil apapun, pasti pelakunya akan melihat balasannya. Kita pasti akan menyaksikan balasan kebaikan dan kejahatan. Menyaksikan ini bukan hanya di akhirat, tetapi juga disegerakan di dunia. Seseorang yang suka menolong pasti akan mendapat pertolongan dari Allah dan makhluk-Nya. Hal ini yang harus kita yakini sebagai seorang muslim.

 

Sejarah mencatat bagaimana orang-orang yang dermawan pasti akan ditolong oleh Allah melalui perantara hamba-Nya. Ingatlah kisah-kisah sahabat nabi yang dermawan seperti Abdurrahman bin Auf dan Usman bin Affan yang telah menginfakkan hartanya di jalan Allah. Harta mereka tidak akan habis karena Allah pasti menggantinya.


Baca juga: Keajaiban Sedekah Rutin di YDSF

Allah telah berjanji akan memberikan balasan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu jalan keluar dari setiap masalah serta rizki yang tidak terduga datangnya. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At Talaq 2-3)

 

Semua ibadah yang bersifat vertikal (hubungan dengan Allah) dianggap belum sempurna sampai memiliki dampak baik terhadap hubungan yang bersifat horizontal.

 

Hubungan dengan Sesama

Misalnya ketika kita telah selesai berpuasa. Pahala dan manfaat puasa tentu akan kembali kepada orang yang berpuasa. Amal ibadahnya akan dilipatgandakan saat berpuasa serta Allah yang akan langsung membalasnya. Apakah selesai sampai di situ? Tidak, untuk menyempurnakan puasa, kita diwajibkan mengeluarkan zakat firtah untuk mensucikan diri.

 

Seperti itu pula ibadah haji, berkunjung ke Tanah Haram. Haji yang mabrur tidak ada balasan lain selain surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits. Tetapi apakah selesai begitu saja? Tentu tidak. Interaksi sosial kita diuji dengan diwajibkan melaksankan Hadyu, yaitu menyembelih hewan ternak yang dibawa ke Tanah Haram untuk disembelih sebagai rasa syukur telah melaksanakan haji.


Baca juga: Makna Qurban dalam Islam | YDSF


Allah tidak butuh kambing dan sapi yang kita qurbankan. Sejatinya qurban adalah menguji keimanan kita dengan mengorbankan harta yang kita cintai. Sebagaimana Ibrahim mengorbankan Ismail yang sangat ia cintai. Selain itu, di antara semangat qurban adalah berbagi dengan mereka yang membutuhkan.


Begitulah kebaikan seorang muslim. Hingga dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menyebutkan “tegakkan shalat dan tunaikan zakat”. Ini menunjukkan hubungan kita tidak hanya vertikal dengan Allah semata, tetapi juga horizontal dengan sesama manusia. Inilah Islam yang dikenal dengan agama fitrah. Agama yang sesuai dalam setiap keadaan dan setiap zaman. Dan tidak akan berubah sampai hari kiamat. Inilah ibadah-ibadah yang bisa membuka pintu surga kita.

 


Sumber: Majalah Al Falah Edisi Juni 2021

 

Featured Image by Pexels

 

Sedekah dari Rumah:



Artikel Terkait:
13 Adab dalam Berdoa | YDSF
Amalan Ringan Berpahala Besar
Tingkatkan Semangat dan Nilai Berqurban | YDSF
WAKTU TERBAIK TERKABULNYA DOA | YDSF
QURBAN, REFLEKSI PENGORBANAN HAQIQI | YDSF

Tags: pahala, dunia, akhirat, meraih pahala di dunia

Share:


Baca Juga

Berinfaq/Bersedekah lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: