Program

Nishab Zakat Pertanian | YDSF

1 Desember 2023•58 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal">Zakat pertanian merupakan salah satu amalan yang wajib ditunaikan saat hasil panen dari persawahan atau perkebunan yang dimiliki telah memenuhi nishab dan haul zakatnya. Namun, tidak semua jenis tanaman dapat dikeluarkan zakatnya, meski telah memenuhi nishab. Bahkan, juga ada beberapa perbedaan zakat pertanian bila dibandingkan dengan zakat maal jenis lainnya. Baik dari sisi nishab zakat pertanian hingga haulnya.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Dalam fiqih Islam, zakat pertanian dikenal dikenal dengan istilah usyur “sepuluh persen” atau disebut juga “zakat tanaman dan buah-buahan” atau zakat “perpuluh persen”. Dalil utama yang sering menjadi rujukan dalam penunaian zakat pertanian adalah surah Al-An’am ayat ke 141. Dalam ayat surah tersebut, Allah Swt. berfirman, <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><i>“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-,macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya) Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila berbuah. Dan tunaikanlah haknya (zakatnya) di hari memetiknya.”<o:p></o:p></i></p><p class="MsoNormal">Dalam tafsir Ibnu Katsir, pada ayat ini terdapat Riwayat hadits dari Imam Ahmad dan Imam Abu Daud di dalam kitab sunannya melalui hadits Muhammad ibnu Ishaq, “Telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Yahya ibnu Hibban, dari pamannya (yaitu Wasi' ibnu Hibban), dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Nabi Saw. telah memerintahkan untuk menyedekahkan setangkai buah kurma dari tiap-tiap pohon yang menghasilkan sepuluh wasaq, kemudian digantungkan di masjid buat kaum fakir miskin.” <o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Sedangkan para ulama sepakat bahwa sedekah tersebut merupakan bentuk penunaian kewajiban untuk berzakat dari hasil tanaman yang dikembangkan. <o:p></o:p></p><h2>Nishab dan Haul Zakat Pertanian<o:p></o:p></h2><p class="MsoNormal">Yang membuat zakat pertanian unik dan berbeda dari jenis zakat maal lain adalah penunaiannya harus segera setelah mendapatkan atau menjual hasil panennya. Sebagaimana kita ketahui umumnya zakat maal itu ditunaikan setidaknya menunggu haul (kepemilikan harta) selama satu tahun terlebih dahulu.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Untuk nishab zakat pertanian yaitu sebesar 5 wasaq, ini sesuai dengan jumhur ulama yang terdiri dari para sahabat dan tabi’in. Yang mana bersandar pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, <i>“Tidak ada zakat bagi tanaman di bawah 5 wasaq.”</i><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><b>Lalu berapa banyak dari satuan 5 wasaq nishab zakat pertanian?<o:p></o:p></b></p><p class="MsoNormal">Dijelaskan oleh Abu Yusuf dalam bukunya al-Kharaj, 1 wasaq setara dengan 60 sha’ (ukuran Rasulullah saw.). Sehingga, 5 wasaq memiliki konversi menjadi 300 sha’ (5 dikali 60). Berikutnya, untuk setiap 1 sha’ disetarakan dengan 2,176 kilogram (kg). Maka, 300 sha’ memiliki besaran 652,8 kg (300 dikali 2,176 kg). Kemudian, ada yang membulatkannya menjadi 653 kg. <o:p></o:p></p><pre><b>Baca juga:<a href="https://ydsf.org/berita/zakat-pertanian-ydsf-w2PZ.html"> Zakat Pertanian | YDSF</a></b></pre><p class="MsoNormal">Berikutnya, untuk persentase kadar zakat pertanian juga memiliki perincian yang berbeda berdasarkan cara pengairan yang dilakukan. Yaitu irigasi secara alami (gharibah) dan irigasi buatan (basah). Rincian persentase kadar zakat pertanian yang harus ditunaikan:<o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b>1.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></b><!--[endif]--><b>Kadar zakat pertanian untuk irigasi alami (gharibah)<o:p></o:p></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle">Pada lahan pertanian yang menggunakan irigasi alami seperti, bantuan Binatang, timba, kincir atau sejenisnya, maka zakatnya adalah 10% dari total hasil panen setelah mencapai nisab. Dalam hal ini jika hasil panen telah mencapai nisab, maka pemilik lahan wajib mengeluarkan zakatnya 10% dari hasil panen.<o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1"><!--[if !supportLists]--><b>2.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-weight: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></b><!--[endif]--><b>Kadar zakat pertanian untuk irigasi buatan (basah)<o:p></o:p></b></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast">Sedangkan, pada lahan pertanian yang menggunakan irigasi buatan atau tanpa usaha pengairan, maka kadar zakatnya adalah 5% dari total hasil panen setelah mencapai nisab. Hal ini berarti jika hasil panen mencapai nisab, maka pemilik lahan wajib mengeluarkan 5% dari hasil panen sebagai zakat.<o:p></o:p></p><h2>Jenis Tanaman Zakat Pertanian<o:p></o:p></h2><p class="MsoNormal">Terdapat beberapa perbedaan pendapat dari para ulama tentang tanaman seperti apa saja yang wajib dikeluarkan zakat pertanian ketika telah memenuhi nishab dan haul, yaitu:<o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Ibnu Umar dan sebagian tabi’in serta para ulama berpendapat bahwa zakat hanya wajib atas dua jenis biji-bijian yaitu gandum (hintah) dan sejenis gandum lain (syair) dan dua&nbsp; jenis buah-buahan yaitu kurma dan anggur. <o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Imam Maliki dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa hasil panen yang diwajibkan untuk bayar zakat hanyalah hasil panen yang merupakan makanan pokok dan dapat disimpan. Bijian dan buahan kering seperti padi, gandum, jagung kurma, dan sejenisnya.<o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Pendapat lainnya datang dari Imam Ahmad yang mengatakan bahwa hasil pertanian yang dizakatkan ialah hasil tanaman yang kering, tetap, dan ditimbang (bisa disimpan dan ditakar).<o:p></o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo2"><!--[if !supportLists]-->4.<span style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-feature-settings: normal; font-variation-settings: normal; font-variant-position: normal; font-stretch: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Terakhir dari Abu Hanifah, beliau berpendapat bahwa semua hasil tanaman wajib dizakatkan, baik itu sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Dimaksudkan, ketika hasil panennya memenuhi kadar wajib zakat sebesar 10% atau 5%.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><h2><a name="_Hlk150875918">Zakat di YDSF<o:p></o:p></a></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&lt;p&gt;&lt;a href="../../../ayodonasi"&gt;&lt;img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><h2><span lang="IN">Artikel Terkait<o:p></o:p></span></h2><pre><a href="https://ydsf.org/berita/beda-zakat-penghasilan-dan-zakat-maal-ydsf-SeXe.html"><span lang="IN">BEDA ZAKAT PENGHASILAN DAN ZAKAT MAAL</span> | YDSF</a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/ydsf-buat-warung-sedekah-siapapun-bisa-mampir-makan-gratis-hHoe.html"><span lang="IN">YDSF Buat Warung Sedekah, Siapapun Bisa Mampir Makan Gratis</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/perbedaan-zakat-profesi-dan-zakat-pertanian-ydsf-3Vdk.html"><span lang="IN">PERBEDAAN ZAKAT PROFESI DAN ZAKAT PERTANIAN | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/dahsyatnya-makna-kata-insya-allah-ydsf-Bc00.html"><span lang="IN">Dahsyatnya Makna Kata “<i>Insya Allah</i>” | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-diberikan-ke-tetangga-atau-lembaga-ydsf-ZLAoSQD.html"><span lang="IN">ZAKAT, DIBERIKAN KE TETANGGA ATAU LEMBAGA? | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/bolehkah-zakat-maal-dalam-bentuk-barang-ydsf-hs3p.html"><span lang="IN">Bolehkah Zakat Maal dalam Bentuk Barang? | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://www.ydsf.org/berita/6-amalan-pembuka-rezeki-ydsf-a9mIFfa.html"><span lang="IN">6 AMALAN PEMBUKA REZEKI | YDSF</span></a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">&nbsp;</span></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm"><span style="font-size:13.0pt; line-height:107%;font-family:&quot;Calibri Light&quot;,sans-serif;mso-ascii-theme-font: major-latin;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font: major-fareast;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; mso-bidi-theme-font:major-bidi;color:#2F5496;mso-themecolor:accent1;mso-themeshade: 191;mso-ansi-language:EN-US">Panen Raya Porang bersama Wakil Bupati Madiun<o:p></o:p></span></p><p><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/2a_FYITdUTA" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><br></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat