Program

Niat Puasa Muharram | YDSF

6 Agustus 2022•35 min baca•Admin
featured
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada bulan Muharram, juga terdapat puasa yang sangat dianjurkan. Yaitu puasa pada 10 Muharram atau yang dikenal dengan sebutan puasa Asyura. Namun, ternyata dalam Islam, puasa di bulan Muharram bukan hanya itu saja. Ada puasa di hari lain yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. agar kita menyelisihi kaum Yahudi.<o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Mengenal Puasa Muharram<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Terdapat dua puasa di bulan Muharram, yaitu puasa Asyura dan puasa Tasu’a. Puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram. Sedangkan, puasa Tasu’a dilakukan pada 9 Muharram. Rasulullah saw. .bersabda, <i>“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.”</i> (HR. Muslim)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sayangnya, pada 10 Muharram, kaum Yahudi juga menunaikan puasa selama 25 jam. Hal ini dalam rangka memperingati Yom Kippur. Oleh karenanya, juga disunnahkan menunaikan puasa di tanggal 9 Muharramnya. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sebagaimana hadits Rasulullah saw. berikut: <i>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” </i>(HR. Ahmad dan Daud)<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., beliau berkata, <i>“Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah saw. pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi saw. sudah wafat.”</i> (HR. Muslim)<o:p></o:p></span></p><pre style="margin-bottom:0cm"><b><span lang="IN">Baca juga: <br></span></b><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-shalat-dan-puasa-bagi-orang-koma-ydsf-ruPQ.html">Hukum Shalat dan Puasa Bagi Orang Koma | YDSF<br></a></span><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/sering-dilupakan-ini-dia-keutamaan-dan-cara-puasa-ayyamul-bidh-ydsf-QBCe.html">Sering Dilupakan, Ini Dia Keutamaan dan Cara Puasa Ayyamul Bidh | YDSF</a></span></pre><p class="MsoNormal"><span lang="IN"><br></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila seorang muslim memiliki udzur syari tidak bisa menunaikan ibadah puasa pada 9 Muharram, tetapi dapat berpuasa pada 10 dan 11 Muharram, hal ini pun diperkenankan ulama untuk dilakukan. Karena, pada dasarnya niat membedakan satu hari berpuasa pada 10 Muharram adalah agar tidak serupa dengan ritual ibadah kaum lain. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Meskipun, hadits yang menganjurkan berpuasa pada 11 Muharram ini dhaif, namun para ulama sepakat bahwa tidak mengapa selama memang tidak bisa berpuasan di 9 Muharram karena benar-benar udzur syari. <o:p></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Niat Puasa Muharram<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Imam Nawawi mengatakan dalam salah satu kitabnya, ““Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan. Masalah ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, 1: 268).<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Sehingga, sama seperti amalan kebaikan lain dalam Islam, sebelum berpuasa Asyura dan Tasu’a juga wajib diawali dengan niat. Namun, untuk mempermudah menggerakkan diri dalam menunaikan ibadah, terdapat beberapa ulama yang berpendapat tidak mengapa membantu niat ibadah dengan melafadzkannya (mengucapkannya). <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/zakat-profesi-atau-penghasilan-ydsf-WXeM.html">Zakat Profesi atau Penghasilan | YDSF</a><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lalu, bagaimana bacaan niat untuk puasa Muharram? Banyak redaksi yang beredar sebagai berikut, <i>“nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita'ala”</i> dan <i>“nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala”</i>. Kedua lafadz tersebut memang tidak terdapat haditsnya, tetapi bila diartikan sebenarnya sudah mewakili bentuk niat dari puasa Muharram (Tasu’a dan Asyura) itu sendiri. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Lafadz-lafadz tersebut sama halnya seperti lafadz pada niat puasa ayyamul bidh, yang mana tidak ada contohnya tetapi kita bisa tetap mengucapkannya. Menurut beberapa ulama, &nbsp;hal ini tidak mengapa, toh pada dasarnya niat tersebut berarti “saya niat melakukan puasa ... (Asyura, contohnya)”. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pada intinya, niat berpuasa memang harus kita kuatkan dalam hati dan benar-benar melakukannya hanya karena Allah Swt. Selebihnya, dalam pengucapan niatnya (lafadznya) diperbolehkan guna menambah tekad dan semangat dalam beribadah puasa ‘Asyura dan Tasu’a ini. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><i><span lang="IN">&nbsp;</span></i></p><h2><span lang="IN">Sedekah Mudah di YDSF:<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><h3><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h3><pre><a href="https://ydsf.org/berita/menumbuhkan-kebiasaan-berbagi-menjadi-sebuah-kebutuhan-hidup-ydsf-jjEg.html"><span lang="IN">MENUMBUHKAN KEBIASAAN BERBAGI MENJADI SEBUAH KEBUTUHAN HIDUP | YDSF</span></a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/hukum-puasa-weton-dalam-islam-ydsf-D53b.html">Hukum Puasa Weton dalam Islam | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/mendahulukan-jamak-qashar-dalam-shalat-fardhu-ydsf-786J.html">MENDAHULUKAN JAMAK-QASHAR DALAM SHALAT FARDHU | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-pada-barang-investasi-ydsf-oviw.html">ZAKAT PADA BARANG INVESTASI | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/keutamaan-puasa-senin-kamis-ydsf-1Ie4.html">KEUTAMAAN PUASA SENIN KAMIS | YDSF</a></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/kriteria-yatim-yang-berhak-menerima-santunan-ydsf-dEQC.html">Kriteria Yatim yang Berhak Menerima Santunan | YDSF</a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><br></p><h2><span lang="IN">Sunatan Massal YDSF:</span></h2><h2><iframe frameborder="0" src="//www.youtube.com/embed/auW1Gd4UNNM" width="640" height="360" class="note-video-clip"></iframe><span lang="IN"><o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><br></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat