<p>Tidak semua negara di belahan dunia ini dapat merasakan nikmatnya memiliki dua musim saja, kemarau dan penghujan. Beruntung, Indonesia menjadi salah satunya. Karena, kita mungkin tak perlu repot-repot menghadapi badai salju. Namun, kita juga harus siap menghadapi hal-hal yang tak terduga. Seperti kebanjiran saat musim hujan atau kekeringan saat musim kemarau.</p>
<p>Jumlah hutan Indonesia yang setiap tahun semakin mengalami penyusutan nampaknya juga berpengaruh besar terhadap rawan kekeringan. Data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa per 2017 telah terjadi pelepasan kawasan hutan sebanyak 185.172 ha.<sup>(*)</sup> Hal ini berarti meningkat sebanyak 131.520 ha dari tahun sebelumnya. Padahal seperti yang kita tahu, hutan merupakan salah satu aset utama dalam menyimpan cadangan air dalam bumi.</p>
<p>Belum lagi jumlah pertambahan penduduk Indonesia yang semakin meningkat setiap saat. Memasuki Januari 2019 tercatat bahwa kini penduduk Indonesia sudah mencapai angka 267 juta jiwa. Tentunya, ini berdampak lurus dengan kebutuhan akan air bersih.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="../../../../assets/media/2019/09/11/991/1-infografis-kekeringan.jpeg" alt="" width="600" height="600" /></p>
<p>Namun, kenyataan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia berbanding terbalik dengan kondisi alam kita. Kenyataannya? Justru berbanding terbalik. Hingga saat ini data BNPB menyebutkan terdapat tujuh propinsi yang tengah dilanda kekeringan. Lima diantaranya berada di pulau Jawa. Dan dua sisanya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>Bahkan diperkirakan pula akan terdapat 48 juta jiwa yang terancam kekeringan (CNN Indo: 30/07). Akan susah mendapatkan air bersih bahkan hanya sekedar untuk makan dan minum. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengungkapkan, sebanyak 63 juta liter air telah didistribusikan ke sejumlah daerah. Terutama untuk daerah yang berstatus tanggap darurat dan terdampak kekeringan.</p>
<p>Hingga prediksi hujan diperkirakan pada bulan November ini oleh BMKG, kekeringan di beberapa daerah akan terus berlangsung. Berhemat air saja tentu tidak bisa menjawab kebutuhan mereka yang saat ini terdampak.</p>
<p> </p>
<p>Krisis air yang melanda, membuat air begitu berharga.</p>
<p>Ayo, bersama-sama memberikan distribusi air bersih melalui Program Sedekah Air.</p>
<p> </p>
<p><strong>Rekening Kemanusiaan:</strong></p>
<p>BNI 004.983.8571 (Kode Bank 009)</p>
<p>A.n. Yayasan Dana Sosial Al Falah</p>
<p> </p>
<p><strong>Format Konfirmasi:</strong></p>
<p>KEKERINGAN#POL#NAMA#NOMINAL</p>
<p>Contoh:</p>
<p>KEKERINGAN#POL#DIANA#5.000.000</p>
<p> </p>
<p><strong>Kirim ke:</strong></p>
<p>0816 1544 5556 (WA/SMS)</p>
<p> </p>
<p>Baca Juga:</p>
<p><a href="../../../../berita/update-bantuan-kekeringan-sampang-ydsf-I65z.html">Update Bantuan Kekeringan, Sampang | YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/contoh-sedekah-jariyah-di-ydsf-xwYJ.html">Contoh Sedekah Jariyah di YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/jayapura-tergenang-banjir-bandang-g1zp.html">JAYAPURA TERGENANG BANJIR BANDANG | YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/jejak-kontribusi-ydsf-untuk-umat-ponpes-maskumambang-Kbed.html">Jejak Kontribusi YDSF untuk Umat | Ponpes Maskumambang</a></p>
<p><a href="../../../berita/keajaiban-sedekah-rutin-di-ydsf-SUiA.html">Keajaiban Sedekah Rutin di YDSF</a></p>
<p><a href="../../../berita/bahagia-dengan-gemar-berbagi-ydsf-ifg5.html">Bahagia dengan Gemar Berbagi | YDSF</a></p>
Program
Musim Kemarau 2019, Indonesia Siaga Kekeringan | YDSF
8 September 2019•18 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat