Program

Multiaspek Penyebab Kecanduan Game Online | YDSF

2 Oktober 2019•33 min baca•Admin
featured
<p><em>Game online</em> secara fisik tidak melelahkan. Permainan ini hanya menyita banyak sekali waktu bagi mereka yang sudah kecanduan.</p> <p>Sekarang kata &ldquo;kecanduan&rdquo; tidak hanya terasosiasi pada narkoba saja. Di era digital, banyak hal lain yang menimbulkan kecanduan. Salah satunya kecanduan <em>game online</em>.</p> <p>Bagi para pecandu, bermain <em>game online</em> adalah segala-galanya. Mereka jadi lupa tugas utama seperti bekerja atau belajar. Bahkan lupa merawat diri dan menjaga kesehatannya.</p> <p>Apa yang membuat <em>game</em> menjadi begitu adiktif? Seperti halnya kecanduan lain, kecanduan <em>game</em> adalah masalah yang multiaspek. Desainer video <em>game</em> selalu mencari cara untuk membuatnya lebih menarik dan orang betah berlama-lama bermain.</p> <p>Mereka merancang <em>game</em> yang mudah dimainkan tapi lebih menantang, pemain dibuat sulit untuk menang sehingga mereka tertantang untuk untuk terus bermain.</p> <p>Ada beberapa daya tarik <em>game</em> dengan tujuan agar pemainnya menjadi kecanduan:</p> <h4>Keinginan Melampaui Skor</h4> <p>Ini berlaku baik untuk&nbsp;<em>game online</em>&nbsp;ataupun&nbsp;<em>game</em>&nbsp;sederhana di layar ponsel. Biasanya ada&nbsp;papan peringkat&nbsp;yang memuat skor paling tinggi yang pernah diraih orang lain, dan peringkat pemain pada saat ini.</p> <p>Jika berhasil mengalahkan satu lawan, akan semakin tertantang mengalahkan skor yang berada di atas. Begitu terus hingga bisa mengalahkan pemuncak peringkat, dan menjadi yang nomor satu.</p> <p>Hal ini membuat pemain tak bisa berhenti. Jika gagal akan penasaran. Jika berhasil, akan makin bersemangat. Begitu seterusnya.</p> <h4><em>Role-Playing</em> dan Ikatan Emosi</h4> <p>Saat ini banyak&nbsp;<em>game</em>&nbsp;yang menawarkan penyesuaian karakter.&nbsp;<em>Gamer</em>&nbsp;diberi kebebasan menciptakan karakter yang paling sesuai dengan kepribadian, sekaligus bebas memilih jenis tantangan dan medan yang akan dihadapi.</p> <p>Tentu saja si <em>gamer</em> akan memiliki keterikatan emosi dengan karakter yang baru saja diciptakannya di dunia&nbsp;<em>virtual&nbsp;</em>ini, dan tidak akan berhenti bermain.</p> <h4>Tidak Ada <em>Game Over</em></h4> <p>Di <em>Super Mario Bros</em> pemain akan menyelesaikan <em>game</em> setelah berhasil menyelamatkan Sang Putri. Namun untuk rata-rata&nbsp;<em>game online</em>&nbsp;masa kini, tidak ada Tuan Putri untuk diselamatkan.</p> <p><em>Gamer </em>tidak akan bisa merasakan sensasi &ldquo;Oke, saya telah menyelesaikan <em>game</em> ini. Dan tidak ada lagi raja tangguh untuk saya bereskan!&rdquo;.</p> <p>Akan selalu ada tantangan baru, area-area baru untuk dijelajahi, dan teman-teman baru yang akan ditemui.</p> <h4>Mendapatkan Pengakuan.</h4> <p>Di kalangan <em>gamer online</em> pasti ada beberapa sosok <em>gamer</em> yang saking jagonya, bisa-bisa popularistasnya mengalahkan artis. Akun media sosialnya dibanjiri <em>follower</em>, semua teknik bermainnya dijadikan acuan, dan bisa berfoto bersama adalah pencapaian yang bukan main-main.</p> <p>Tantangan untuk menjadi <em>gamer</em> &ldquo;dewa&rdquo; ini rupanya menjadi salah satu penyebab seseorang rela menginvestasikan waktunya untuk rajin bermain <em>game</em>, membaca majalah dan forum, menemukan teknik-teknik baru, dan menyelesaikan sebanyak mungkin tantangan. Siapa yang tak mau jadi &ldquo;artis&rdquo;?</p> <h4>Pelarian</h4> <p>Alasan kelima ini mungkin yang paling menyedihkan. Si&nbsp;<em>gamer</em>&nbsp;seringkali adalah orang-orang yang merasa selalu disisihkan di pergaulan nyata. Cenderung diabaikan, bahkan di lingkungan keluarganya sendiri.</p> <p>Nah ia akan mencoba mencari lingkungan baru yang bisa menerima kehadirannya, salah satunya di dunia <em>virtual</em>.</p> <p><em>Gamer</em> semacam ini biasanya akan menjadi sangat jago dan dikagumi <em>gamer</em> lainnya, serta memiliki reputasi yang bagus. Hal ini membuat si <em>gamer</em> semakin puas dan tak pernah bisa berhenti bermain. Karena ia menganggap dunia <em>virtual </em>lebih bisa memberikannya kebahagiaan, dibandingkan dunia nyata.</p> <p>Faktor lain yang membuat seseorang menjadi kecanduan karena rasa bosan. Hubungan dengan anggota keluarga tidak harmonis, merasa terbuang di sekolah atau tidak diperhatikan di rumah. Faktor-faktor itu membuat seseorang lebih mudah menjadi kecanduan game untuk mengisi kekosongan jiwa dan memenuhi kebutuhan yang tidak mereka dapat dari tempat lain.</p> <p>Selain faktor psikologis, konon ada elemen fisiologis yang membuat kecanduan. Para peneliti di Rumah Sakit Hammersmith di London meneliti tahun 2005, menemukan bahwa tingkat dopamin di otak pemain naik dua kali lipat saat mereka bermain. Dopamin adalah hormon yang mengatur suasana hati yang berkaitan dengan perasaan senang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa <em>game</em> benar-benar bisa menjadi adiktif.</p> <p>Kecanduan <em>game</em> adalah masalah nyata yang dihadapi para orangtua, guru, dan mungkin pemainnya sendiri. Solusinya bukan menjauhkan mereka dari komputer atau gadget. Orangtua sebaiknya mulai membangun komunikasi yang aktif dan dua arah dengan mereka. Buat aturan saat bermain game. Ajak anak untuk melakukan kegiatan fisik seperti ikut klub olahraga, atau sekadar bermain dengan anak tetangga.</p> <p>Terlepas dari masalah ketergantungan, penyebab utama rasa puas dan kecanduan bermain <em>game</em> adalah hormon yang bernama dopamin (<em>dopamine</em>). Hormon ini adalah pengontrol perasaan (<em>mood</em>).</p> <p><strong>Naskah: Habibi</strong></p> <p><strong>Sumber Majalah Al Falah Edisi September 2019</strong></p> <p><strong>Editor: Nara</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Baca juga</strong></p> <p><a href="../../../berita/millenial-pembentuk-khoiru-ummah-m3BJ.html">Millennial Pembentuk Khoiru Ummah | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="../../../berita/kisah-keluarga-teladan-dalam-al-quran-0Roc.html">Kisah Keluarga Teladan dalam Al Quran | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="../../../berita/mencetak-ahli-tafsir-alquran-dari-anak-cerdas-nan-beradab-DO0S.html">Mencetak Ahli Tafsir Alquran dari Anak Cerdas nan Beradab | YDSF</a></p> <p><u></u>&nbsp;</p> <p><a href="../../../berita/tips-menghafal-alquran-otodidak-d6Mc.html">Tips Menghafal Al quran Otodidak | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="../../../berita/tips-mengatur-penggunaan-gadget-pada-anak-ydsf-9ZCm.html">Tips Mengatur Penggunaan Gadget pada Anak | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat