UPDATE NEWS

...

Tuesday, 28 January 2020 09:00

Meski Telah Sukses, Pengusaha Tahu Susu Ini Terus Gemar Berbagi | YDSF

Keterpurukan yang menimpa diri kita tak seharusnya membuat lupa untuk saling berbagi terhadap sesama. Hal ini pun telah dilakukan dan dibuktikan oleh seorang pengusaha tahu pong yaitu Fathoni. Keterpurukan yang pernah menimpa keluarganya tak membuatnya lupa akan berbagi terhadap sesama.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqoroh : 245).

Demikian Ayat Al-Qur’an yang menyerukan kepada para manusia untuk menafkahkan sebagian harta yang dimilikinya di jalan Allah. Ini yang menjadi motivasi Fathoni dan keluarga untuk menjadi salah satu donatur di YDSF sejak 1994.

Selama 24 tahun, pengusaha tahu pong ini mempercayakan rezekinya kepada YDSF, bahkan ketika ditanya soal awal ia mengenal YDSF, ia mengaku bahwa tidak mengetahui apa itu YDSF, waktu itu ada salah satu koordinator penghimpun donatur di Graha Pena yang mendatanginya, dan menawari untuk menjadi donatur, tanpa pikir panjang, bapak dua anak ini langsung mendaftarkan dirinya menjadi donatur setia YDSF hingga saat ini.

Ia mengaku, selama menjadi donatur, YDSF lah yang paling unggul untuk penyalurannya. “Saya melihat, hanya YDSF yang paling unggul dalam hal penyaluran bantuannya, dibanding dengan lembaga zakat lain”. terangnya.

Pria kelahiran 1970 tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti perkembangan majalah yang diterbitkan YDSF dari tahun ke tahun. Kolom favorit dari Pak Fathoni yaitu rubrik Konsultasi Agama. Karena dalam kolom tersebut, banyak sekali informasi yang diberikan, dan menurutnya itu rubrik yang terpenting buat hidupnya.

Pria kelahiran kediri ini dari kecil sudah diajarkan untuk berbagi terhadap sesama, sampai sekarang pun, dirinya tidak pernah absen untuk menyumbangkan tahu pong buatannya ke beberapa panti asuhan di sekitar wilayahnya. “Dari kecil suka berbagi, namun dulu masih ikut orang bekerjanya, baru di tahun 2008 ingin mandiri dengan jualan tahu pong itu saya bisa berbagi ke anak-anak panti asuhan” tuturnya.

“Bagi yang berminat jadi mitra usaha tahu pong, silahkan bilang ke saya, nanti saya fasilitasi gerobak dan alat penggorengannya, gratis dan tidak ada target” terangnya.

Sifat qona’ah dan mudah percaya kepada orang lain inilah yang dapat memotivasi kita semua, bahwa memberi kepada sesama tidak menunggu kita sukses dulu, atau menunggu jadi orang kaya, tetapi dalam keadaan apapun kita harus menyempatkan untuk berbagi terhadap sesama, seperti yang dicontohkan Bapak Fathoni dan sekeluarga.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Februari 2018

 

Baca juga:

Kisah Perjalanan Hidup Pahlawan Nasional, AR. Baswedan | YDSF

Kelas Rusak, Siswa SD & MI Cokroaminoto Bergantian Bersekolah

Biografi Abdul Wahid Hasyim, Sang Menteri Agama RI

ERNEST DOUWES DEKKER, MUALAF INDO, PEJUANG NEGERI INDONESIA | YDSF

Kisah Ketua DPR pertama RI, Kasman Singodimejo | YDSF

6 Prinsip untuk Menyiapkan Anak Sebagai Pejuang Kehidupan | YDSF

Konsep Patriotisme dalam Islam | YDSF

Share: