Merajut Kebersamaan Keluarga Membingkai Peradaban | YDSF

Merajut Kebersamaan Keluarga Membingkai Peradaban | YDSF

25 Juli 2022

Untuk dapat mewujudkan peradaban emas dan Islami, tentu tidak hanya satu dua orang saja yang berperan. Atau menyerahkan seluruhnya kepada anak-anak. Peran orang tua dan orang sekitar dalam merajut kebersamaan demi mewujudkan peradaban tersebut tentu juga sangat berpengaruh.

Sewaktu ibu hamil, tidak henti-hentinya berdoa “Rabbi habli minas shalihin” (Wahai Tuhanku, karuniakanlah padaku anak yang saleh). (Qs. Al-Shaffat: 100).

Setelah melahirkan anak, tak henti-hentinya orang tua berdoa agar semua keluarga dan keturunannya dijadikan keluarga yang baik, “Rabbi habli min ladunka dzurriyatan thayyibatan innaka sami’ud dua’” (Wahai Tuhan kami, karuniakanlah padaku dari sisiMu keluarga yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa). (Qs. Al-Mukminun: 38).

Itulah klimaks harapan orang tua kepada anak, agar anak dapat berbuat kebaikan kepada orang tua sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur’an: “Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Qs. Al-Isra’: 23-24).

Itulah sebabnya, semasa pembentukan dan ‘pewarnaannya’, orang tua selalu memberikan hak-hak anak dengan setulus hati. Mereka membesarkan anak dalam buaian kasih sayang. Bahkan, memanjakan dan memberikan sandang pangan pada anak, meskipun melebihi daripada yang mereka nikmati sendiri.

Sebagai gambaran lain, jika sehari-harinya orang tua mengayuh becak, maka demi cintanya kepada anak, akan berupaya memberikan anaknya fasilitas kendaraan bermotor. Harapannya, agar dapat mengenyam ilmu pengetahuan yang lebih baik dan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Baca juga:

Mencetak Ahli Tafsir Alquran dari Anak Cerdas nan Beradab | YDSF

Hukum Mengajak Anak Kecil ke Masjid | YDSF

Berkah Doa Orang Tua

Kini, sang anak dapat bertumbuh kembang dengan peradaban yang jauh lebih baik dari apa yang bapak terima di masa kecilnya. Anak mendapatkan prestasi yang gemilang dalam meraih cita-citanya. Semua itu, tak lepas dari doa dan bimbingan orang tua.

Alhamdulillah berkat ketulusan orang tua, walaupun anak berhasil dalam puncak peradabannya, namun ia tak ada rasa sombong sedikit pun di lubuk hatinya. Semua karunia yang ia terima selalu disyukurinya. Dirinya tetap  berinfaq, sedekah, hingga membayar zakat, yang tak pernah dilupakannya.

Semua itu tidak pernah ia rasakan sebagai hasil jerih payahnya sendiri, semua itu tidak lebih karena doa orang tua dan fadhilah dari Tuhannya. Maka, ia pun selalu mengayomi orang tuanya dengan penuh kasih sayang, bahkan ia memfasilitasi kehidupan orang tuanya melebihi dari kebutuhan dirinya sendiri.

Pun di benaknya, tak pernah tebersit rasa ingin menitipkan orang tua ke panti wreda. Ia selalu merindukan kebersamaan dengan orang tua. Sama sekali tak pernah merasa terbebani untuk hidup bersama orang tuanya yang telah berusia senja.

Demikianlah sepatutnya hasil didikan orang tua yang sejati. Semoga tulisan ini menginspirasi dan menjadi petunjuk bagaimana anak memperlakukan orang tuanya yang sudah renta.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Mei 2022


Sedekah Online di YDSF:


Artikel Terkait:

Cara Membentuk Karakter Baik pada Anak Menurut Islam | YDSF
JAMAK SHALAT KARENA MACET | YDSF
Inilah 4 Cara Mendidik Anak Menjadi Pahlawan Secara Islami | YSDF
ZAKAT PENGHASILAN SUAMI-ISTRI BEKERJA | YDSF
Membuat Nafkah Menjadi Berkah | YDSF
MENGENAL ISTILAH-ISTILAH DALAM WAKAF | YDSF


Tags: merajut kebersamaan, kebersamaan

Share:


Baca Juga

Berbagi kebaikan lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: