Menyikapi Naiknya Harga BBM | YDSF

Menyikapi Naiknya Harga BBM | YDSF

31 Agustus 2022

Beberapa pekan terakhir, masyarakat kita sedang dihebohkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebelumnya, sempat terdapat isu bahwa kenaikan akan dilangsungkan pada 1 September 2022. Namun, kemudian tidak jadi. Hingga pada akhirnya, tepat pada 2 September 2022, kenaikan resmi ada.

Kenaikan BBM yang mendadak ini pun mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat. Pertama, terjadi panic buying pada sehari sebelum 1 September 2022 karena isu sebelumnya tersebut. Setelah mengetahui bahwa tidak akan ada kenaikan, masyarakat pun menjadi lebih lega. Sayangnya, rasa lega ini hanya berlangsung sementara.

Adanya kondisi yang tidak pasti ini pun membuat masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah berada dalam kondisi yang susah. Belum lagi, kesempatan mencari pekerjaan yang lebih baik pun juga tidak semudah dulu.

Memang, seperti yang kita ketahui bahwa terdapat beragam alasan adanya kenaikan BBM ini. Meski kita tidak bisa menerima sepenuhnya adanya penyesuaian ini, tetapi kita tetap harus mampu beradaptasi dan optimis bahwa akan ada takdir yang lebih indah dari Allah Swt.

Di tengah kenaikan harga BBM, harus ada sikap yang kita jaga agar tidak terbelenggu pada rasa kecewa dan tidak terima.

Tetap Bersyukur

Sebagai seorang muslim, kita harus tetap bisa menjaga rasa syukur kita kepada Allah Swt. Jangan sampai, kondisi susah dan sempit, membuat kita tidak bisa mengontrol emosi. Memaki kondisi, mengumpat orang lain yang menyebabkan kondisi itu terjadi, hingga menyalahkan Allah. Astaghfirullah.

Allah Swt. berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”” (QS. Ibrahim: 7)

Melalui ayat tersebut, kita ketahui bahwa dengan memperbanyak rasa syukur, maka Allah pun juga akan memperbanyak nikmat-Nya untuk kita. Begitupula sebaliknya.

Mewujudkan rasa syukur bukan hanya sekadar mengucapkan hamdalah. Harus ada kesungguhan hati dan keikhlasan dalam pengucapan lafadz tersebut. Pada tahap berikutnya, rasa syukur dapat diiringi dengan perbuatan. Seperti, menggunakan rahmat yang diberikan Allah untuk tujuan meraih ridha-Nya. Semisal bukan rahmat/nikmat yang didapatkan, melainkan ujian, maka kita tetap harus beryukur. Berusaha menerima keadaan, berubah menjadi pribadi yang lebih baik, dan bertawakkal kepada Allah Swt.

Dalam surah lain, Allah Swt. berfirman, “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fatir: 2)

Baca juga: 
Doa Minta Rezeki Halal dan Berlimpah Sesuai Sunnah | YDSF
Definisi Rezeki Berkah dalam Islam | YDSF

Menyambung dari firman sebelumnya, setiap rahmat yang diturunkan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun. Sehingga, dalam kondisi sesulit apapun, percayalah bahwa pertolongan Allah akan tetap ada. Jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari Allah akan segera didapatkan.

Namun, tentu untuk mendapatkannya, tidak bisa tiba-tiba begitu saja. Ada proses, tahap pembelajaran dan pematangan diri. Sungguh Allah menyukai pribadi yang akan selalu berusaha menjadi lebih baik hanya karena-Nya.

Mengatur Keuangan dengan Baik

Sudah menjadi hal yang sewajarnya, untuk kita mampu mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya. Tak hanya menunggu saat sempit atau kantong menipis, bahkan di saat lapang pun kita juga harus pandai mengatur keuangan. Agar tidak boros dan terjerumus dalam hal-hal yang tidak penting dan membuat kita menjadi orang yang kufur nikmat.

Dalam surah Al-Isra ayat 27, Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Idealnya, bila memakai logika duniawi, memang saat pengeluaran bertambah banyak maka pemasukan pun harus bertambah. Ingat, rezeki Allah tidak akan pernah tertukar. Percaya dengan adanya “matematika Allah”.

Saat semua harga seba naik, sedangkan pemasukkan belum bertambah, maka saatnya kita untuk menahan banyak hal yang tidak penting sejenak dengan lebih kencang dari sebelumnya. Agar, tidak menjadi besar pasak daripada tiang. Ada banyak rumus keuangan yang dapat kita terapka. Salah satunya, 50-30-20, yaitu mengalokasikan 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan pribadin, dan 20 persen untuk tabungan.

Plus, jangan lupakan pula untuk tetap berbagi dalam kebaikan. Tetap menunaikan zakat, sedekah, bahkan berwakaf. Insya Allah, hal tersebut juga menjadi salah satu pembuka pintu rezeki kita.  

 

Wakaf di YDSF:


Artikel Terkait:

Hukum Zakat Penghasilan dalam Islam | YDSF
2 JENIS HARTA BENDA WAKAF | YDSF
Waktu Membayar Zakat Maal | YDSF
Mengenal Istilah-istilah dalam Wakaf | YDSF
Wakaf dalam Perspektif Mikro Ekonomi Islam | YDSF

 

Wakaf Tanah Kompleks Dakwah YDSF:



Tags: kenaikan bbm, menyikapi kenaikan bbm

Share:


Baca Juga

Berinfaq/Bersedekah lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: