Program

Menyiapkan Pemimpin dari Masjid | YDSF

6 Oktober 202259 min bacaAdmin
featured
<p class="MsoNormal">Penerapan sistem ekonomi global yang liberal dan kapitalistik hampir pasti akan melahirkan kesenjangan ekonomi di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Kecenderungan yang kaya makin kaya yang miskin makin terjepit adalah sebuah keniscayaan yang sulit dihindari di negeri ini. Di situlah harusnya negara ‘hadir’ karena mendapat mandat untuk mempersempit kesenjangan tersebut dengan regulasi dan kebijakan ekonomi yang memihak yang lemah: fakir dan miskin. Itulah yang sebenarnya menjadi amanah Pancasila dan UUD 1945.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Jika negara tidak hadir sebagai ‘polisi’ penjaga keadilan ekonomi dan hukum, maka jangan salahkan rakyat kalau mereka bertindak sesuai dengan gaya, selera dan cara berpikir masing-masing yang oleh negara cenderung dicap provokatif, intoleran dan radikal.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Pemerintah Jokowi-JK sesungguhnya mengakui akan adanya kesenjangan ekonomi di negeri ini, yang tercermin dalam koefisien GINI ratio (0,43) dan mengakui bahayanya. Belajar dari fakta sejarah bahwa jika GINI ratio lebih besar 0,45, maka potensial akan terjadi kerusuhan. <span lang="IT">Hal</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ini pernah memicu kerusuhan di negara kita</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">1998 dan juga di beberapa negara kawasan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Timur Tengah. Fenomena ini bukanlah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">temuan teori sosial baru. Karena 15 abad</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">lalu Rasulullah saw. pernah mengingatkan,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">“Adalah kefakiran (kemiskinan) itu</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">cenderung membuat kekufuran.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Orang mukmin itu harusnya kuat, baik</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">iman, ilmu maupun ekonomi. Terbukti</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kekuatan santri dan ulama yang mampu</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">mengusir penjajah dan menghantarkan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kemerdekaan NKRI saat itu, pada saat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ketika nama TNI belum dikenal. Naifnya,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sekarang umat kita sekarang dhuafa (lemah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dan dilemahkan). Untuk mengembalikan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">peran umat islam yang telah berjasa</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">melahirkan NKRI, maka kata kuncinya adalah</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menyiapkan pemimpin bangsa dari masjid.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Pareto kepemimpinan menegaskan,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">nasib suatu kaum atau negeri 80 persen</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ditentukan oleh siapa pemimpin. Hal yang</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sama berlaku bagi nasib suatu provinsi,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">organisasi, korporasi atau institusi. Teori</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">ini diperkuat dengan penelitian Kauses</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">dan Postner yang meneliti 10 negara maju,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">mengapa mereka bisa maju dikaitkan dengan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">karakter presiden pilihannya. </span>Yang menarik urutan tertinggi adalah <i>honesty</i> (<i>shiddiq</i>), <i>visioner</i> (amanah), <i>competence</i> (<i>fathonah</i>) dan <i>inspiring</i> (<i>tabligh</i>).<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Contoh paling mudah adalah membandingkan tiga negara di Pulau Borneo, dulunya nenek moyangnya dan hasil buminya adalah sama. Tapi setelah merdeka dengan sistem pemerintahan dan manajemen yang berbeda, hasil kemakmurannya berbeda signifikan. Dan Indonesia ternyata yang paling sengsara, meski paling tua merdekanya dan paling luas wilayahnya. Semua itu tidak bisa lepas dari faktor kepemimpinan.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Pada tataran doa, umat Islam masih berharap anak cucunya menjadi imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqan 74). Namun pada praktiknya banyak orangtua yang menurunkan standar impian anaknya menjadi pekerja saja. Yang penting anak-cucunya bisa sekolah dan kuliah di perguruan tinggi terbaik, bekerja dan terus menikah. Setelah itu orang tua merasa selesai tugasnya.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm"><b><span lang="IN">Baca juga: <o:p></o:p></span></b></p><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/5-pembersih-hati-pikiran-dan-niat-ydsf-4lXC.html">5 Tips Membersihkan Hati, Pikiran, dan Niat | YDSF</a><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/mengenal-istilah-istilah-dalam-wakaf-ydsf-hkuT.html">Mengenal Istilah-istilah dalam Wakaf | YDSF</a><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal">Tidak mengherankan kalau umat dan bangsa besar ini telah terjadi krisis kepemimpinan. <span lang="IT">Kalaupun ada pemimpin,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kualifikasinya benar-benar memprihatinkan.</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Pada skala Indonesia bisa bandingkan antara</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Soekarno, Hatta, Natsir, Syafruddin, Agus</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">Salim, Hamka dengan pemimpin sekarang?<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Penulis yakin pemimpin dari masjid</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">mempunyai jiwa muslih, artinya mempunyai</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">keterpanggilan untuk amar ma’ruf nahi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">munkar, tidak hanya baik (shalih) untuk dirinya</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sendiri. Muslih adalah suatu karakter dasar</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">yang diperlukan bagi pemimpin penyelamat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">bangsa.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Teori yang menjelaskan bagaimana</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">pemimpin bangsa dilahirkan, belakangan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">terkoreksi oleh era Simulacra. Sebuah industr</span><span lang="IN">i </span><span lang="IT">politik yang masif dan sistematis dengan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">simulasi <i>cyber technology</i> sedemikian rupa</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">sehingga seseorang yang tidak dikenal bibit,</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">bobot dan bebet-nya tiba-tiba bisa menjadi</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">tokoh yang sangat popular dan terpilih</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">menjadi presiden. Setelah beberapa tahun</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">memimpin baru rakyat merasakan, <i>lho kok</i></span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">tatanan kenegaraan tambah tidak karuan</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">seperti ini? </span>Seolah rakyat merasa tertipu. Siapa yang menipu? Itulah rekayasa simulasi IT Simulacra.<o:p></o:p></p><h2><span lang="IT">Proyek Dakwah Bersama<o:p></o:p></span></h2><p class="MsoNormal"><span lang="IT">Mengimbangi fenomena Simulacra itu</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">mestinya masjid mengambil alih peran</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">kepemimpinan. </span>Mengapa harus masjid? Sejak zaman nabi, hal tersulit menemukan kriteria pemimpin yang benar-benar mukmin dan mujahid adalah memisahkan dari kriteria munafik. Hal ini bisa diselesaikan oleh komunitas masjid. Orang yang aktif dan istiqomah berjamaah lima waktu dipastikan bukanlah termasuk orang munafik. <span lang="IT">Karena ciri</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">munafik adalah apabila diseru untuk shalat</span><span lang="IT"> </span><span lang="IT">maka dia berdiri dengan malas (QS. </span>An Nisa 142). Dan hal terberat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal">Pemberdayaan kompetensi kepemimpinan masjid perlu ada proyek bersama, berupa kegiatan sosial dan ekonomi (non-ritual) yang mampu mengasah ruh jihad dan menjadi ajang bimbingan lahirnya pemimpin berbasis masjid. Belajar dari sukses aksi damai dan kemenangan Pilkada DKI, mestinya komunitas masjid lebih percaya diri. Karena kiprahnya telah terbukti mampu menggerakkan aksi damai terbesar di negara ini atau bahkan di dunia, dan telah mampu memenangkan pemilu DKI atas izin Allah Swt. Tinggallah merawat semangat jihad itu demi menyiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin berikutnya di seluruh Indonesia. Semoga.<o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p class="MsoNormal"><b><i><span lang="IN">Sumber Majalah Al Falah Edisi Agustus 2017<o:p></o:p></span></i></b></p><p class="MsoNormal"><o:p>&nbsp;</o:p></p><p> </p><h2><span lang="IN">Program Bantu Bangun Masjid di YDSF</span></h2><center><iframe class="instagram-media instagram-media-rendered" id="instagram-embed-0" src="https://www.instagram.com/p/CjUt2ijhcsY/embed/?cr=1&amp;v=14&amp;wp=540&amp;rd=https%3A%2F%2Fydsf.org&amp;rp=%2Fadmin%2Fcontent%2Fberita%2Fcreate#%7B%22ci%22%3A0%2C%22os%22%3A104997.10000002384%2C%22ls%22%3A104631.30000007153%2C%22le%22%3A104948.70000004768%7D" allowtransparency="true" allowfullscreen="true" frameborder="0" height="880" data-instgrm-payload-id="instagram-media-payload-0" scrolling="no" style="background: white; max-width: 540px; width: calc(100% - 2px); border-radius: 3px; border: 1px solid rgb(219, 219, 219); box-shadow: none; display: block; margin: 0px 0px 12px; min-width: 326px; padding: 0px;"></iframe> <script async="" src="//www.instagram.com/embed.js"></script></center><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p><h2><span lang="IN">Sedekah Mudah di YDSF<o:p></o:p></span></h2><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><p class="MsoNormal"><br></p><h3><span lang="IN">Artikel Terkait:<o:p></o:p></span></h3><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/efektivitas-penggunaan-waktu-ydsf-IKsm.html">Efektivitas Penggunaan Waktu | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/semua-bisa-berwakaf-jadikan-umat-semakin-bermatabat-ydsf-2zce.html">SEMUA BISA BERWAKAF, JADIKAN UMAT SEMAKIN BERMATABAT | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/mengapa-perlu-sertifikat-halal-ydsf-Jw3l.html">Mengapa Perlu Sertifikat Halal? | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/wakaf-dari-harta-yang-paling-dicintai-ydsf-FpD0.html">WAKAF DARI HARTA YANG PALING DICINTAI | YDSF</a></span></pre><pre><span lang="IT"><a href="https://ydsf.org/berita/fenomena-bercanda-aib-berujung-bully-ydsf-5v8j.html"><span lang="EN-ID">Fenomena Bercanda Aib Berujung <i>Bully </i>| YDSF</span></a></span></pre><pre><span lang="IT"><a href="https://ydsf.org/berita/zakat-dari-hasil-gaji-ydsf-z6HW.html"><span lang="EN-ID">ZAKAT DARI HASIL GAJI | YDSF</span></a></span></pre><pre><a href="https://ydsf.org/berita/jual-beli-kucing-dalam-islam-ydsf-pPS0.html">Jual Beli Kucing dalam Islam | YDSF</a></pre><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p><span lang="IN"> </span></p><p class="MsoNormal"><o:p></o:p></p><p><span lang="IN"><o:p><br></o:p></span></p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat