Mengingatkan Teman Penyuka Sesama Jenis | YDSF

Mengingatkan Teman Penyuka Sesama Jenis | YDSF

20 Mei 2022

Pembahasan tentang penyuka sesama jenis, merupakan salah satu hal yang cukup sensitif. Dewasa ini, kita mengenal perilaku menyimpang tersebut dengan istilah LGBT. Padahal, kita tahu bahwa sebenarnya hal tersebut haram dan dilarang betul dalam Islam. Bahkan, kita sudah pernah diingatkan tentang adzab Allah terhadap penyuka sesama jenis melalui kisah kaum Sodom.

Allah Swt. berfirman, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81)

Namun, kaum Sodom tetap menolak dakwah tauhid yang diajarkan oleh Nabi Luth a.s. Hingga, adzab Allah Swt. datang. Kondisi ini cukup mirip dengan para pelaku LGBT sekarang, yang menganggap bahwa semua itu tidak mengapa. Dengan dalih menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Perilaku menyimpang tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor. Lingkungan pergaulannya, dominasi hormon yang ada di dalam tubuh, mungkin merasa sering dikecewakan oleh lawan jenis, atau bahkan bisa jadi mereka melakukan penyimpangan itu secara sadar tanpa ada faktor pendukung lainnya.

Lantas, bagaimana jika ada orang di lingkungan terdekat kita memiliki perilaku itu? Saat kita merasa turut prihatin tentu terbesit rasa ingin mengajaknya kembali ke jalan yang benar.

Menolong Teman Penyuka Sesama Jenis

Rasa empati merupakan kekuatan awal untuk bergerak menolong, jadi tidak berhenti sebatas persepsi kekhawatiran bahwa rekan atau orang terdekat tersebut tidak ingin ditolong. Ada baiknya membaca berbagai hal yang berhubungan dengan homoseksualitas.

Baca juga: Inilah Orang yang Dicintai Allah | YDSF

Seperti berbagai faktor penyebab, dinamika psikologis, terapi yang dibutuhkan dan sebagainya. Maka, perlu melakukan pendekatan personal untuk membuat orang tersebut nyaman dan mau terbuka dalam melakukan proses perubahan.

Namun yang perlu dipahami, perubahan akan sulit terjadi dalam dirinya jika penyimpangan yang terjadi adalah pilihannya secara sadar. Perubahan akan terjadi jika pelaku LGBT tersebut memiliki keinginan untuk berubah dan dan berniat mencari pertolongan untuk perubahan.

Dalam perspektif terapi psikologis, terapi dan modifikasi perilaku untuk menolong klien akan efektif jika dalam diri klien memiliki motivasi pribadi atau motivasi internal untuk berubah menjadi sehat dan normal. Motivasi ini penting agar klien mau terlibat secara penuh dalam suatu proses terapi.

Anda memang tidak bisa memaksakan perubahan dalam diri teman Anda, jika kondisi tersebut merupakan pilihan yang ia sadari. Apalagi dalam buku pedoman penggolongan abnormalitas perilaku menjelaskan, homoseksual bukanlah dianggap sebagai perilaku menyimpang atau salah satu bentuk abnormalitas perilaku.

Hal tersebut karena para homoseksual ini tidak merasa terganggu dengan orientasi seksual sejenis, bahkan bisa merasa bahagia dengan orientasi seksualnya tersebut. Di beberapa negara seperti Belanda, homoseksualitas merupakan pilihan gaya hidup, bahkan pernikahan sejenis dilegalkan. Memang perlu hati-hati dan bijak dalam menyikapinya.

Jadi, lakukan pendekatan untuk mengetahui apakah pelaku penyuka sesama jenis tersebut ingin berubah atau tidak, menyukai kondisinya tersebut atau tidak. Jika mereka ingin berubah, dampingi dan arahkan untuk mendapat bantuan dari profesional terkait, yaitu psikolog atau psikiater.

Namun jika mereka benar-benar tidak ingin berubah, merasa nyaman dan secara sadar memilih menjadi homoseksual, maka tugas Anda hanya sampai mengingatkan karena itu adalah pilihannya. Sebab siapa yang mendapatkan hidayah adalah kuasa Allah Swt., tugas manusia hanya menyampaikan dan mengingatkan. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab.

 

Sumber Majalah Al Falah Edisi Desember 2014

 

Artikel Terkait:
Pelaksanaan Shalat Sunnah Rawatib | YDSF
ZAKAT UNTUK HARTA CICILAN | YDSF Menjaga Agama, Melindungi Manusia | Dharuriyah Al-Khams (5 Perkara Asasi) | YDSF
KONSUMSI OBAT BERBAHAN HARAM | YDSF
Bolehkah Sedekah dari Harta Haram? | YDSF


#EkspedisiQurbanYDSF

Tags: LGBT, teman penyuka sesama jenis, penyuka sesama jenis

Share:


Baca Juga

Berinfaq/Bersedekah lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: