<p>Kita simak kembali kisah kesederhanaan dan keteguhan Ki Bagus Hadikusuma, salah satu Pahlawan Nasional Indonesaia. Sebagai ketua salah satu organisasi terbesar di Indonesia, Ki Bagus tidak merasa dirinya hebat.</p>
<p>Menjadi Ketua Umum Muhammadiyah sejak zaman penjajahan Jepang, Ki Bagus masih menampakkan sifat khasnya: sederhana dan <em>nggak</em> neko-neko. Beliau paling anti protokoler tertentu yang membuatnya merasa harus dihormati.</p>
<p>Bahkan, ada beberapa protokol yang sengaja dilanggarnya. Bagi Ki Bagus, pemimpin rakyat ialah hidup secara kerakyatan. Karena dia bukan “Abdidalem” atau Keluarga Sultan. Pendirian demikian tetap dipegangnya sampai matinya. (Hamka : 1954)</p>
<p>Ketika Ki Bagus wafat pada 5 Muharram 1374/2 September 1954, Buya Hamka menulis obituari di majalah <em>Hikmah</em> No. 38 Tahun VII, 20 Muharram 1374/18 September 1954.</p>
<p>Hamka mencatat kisah-kisah kesederhanan Ki Bagus, termasuk sikap anti protokolernya. Dikisahkan, sebagai Ketua Muhammadiyah di zaman Jepang, Ki Bagus bersama Soekarno dan Hatta turut serta diundang ke Tokyo oleh Kaisar Jepang.</p>
<p>Ki Bagus merupakan salah satu ulama yang enggan melakukan <em>seikerei</em> atau membungkukkan badan ke arah Kaisar Jepang. Seperti dikisahkan dalam <em>Suara</em> <em>Muhammadiyah</em> (Februari : 2011), sebagai Ketua Muhammadiyah, Ki Bagus menerbitkan maklumat haramnya melakukan <em>seikerei</em>.</p>
<p>Ia pernah dipanggil oleh pejabat Jepang, Kolonel Tsuda yang meminta Ki Bagus mencabut maklumatnya. Ia dengan tegas menjawab, “Tidak mungkin Tuan. Agama Islam melarang!"</p>
<p>Kolonel Tsuda tak terima. Dia kembali meminta Ki Bagus memerintahkan rakyat untuk melakukan <em>seikerei</em>. "Kalau tidak tahu, maka saya beritahu bahwa membungkuk kepada sesama manusia itu dilarang oleh agama saya!" jawab Ki Bagus.</p>
<p>Sang Kolonel tetap tak terima. Dia kembali menegaskan bahwa <em>seikerei</em> itu sebuah perintah dan wajib dilaksanakan. Ki Bagus tetap ‘kekeuh’.</p>
<p>"Tidak bisa Tuan. Agama melarang. Saya tidak bisa memerintahkan itu!" tegasnya. Mendengar jawaban itu, Kolonel Tsuda menggebrak meja. Ki Bagus pun terkejut. Namun dengan yakin ia mengatakan, "Tuan menganut agama seperti saya, sekalipun berlainan. Tentu Tuan juga tidak mau melanggar ajaran agama Tuan. Seperti kami orang Islam tidak mau melanggar ajaran kami.”</p>
<p>Melihat keteguhan Ki Bagus, Jepang tampaknya ‘menyerah.’ Pun, ketika Ki Bagus di Tokyo, ia tetap tidak bisa diatur-atur. Dengan gaya sarung khasnya, ia tetap datang. “Bahkan, ketika protokol dilanggarnya, Bung Karno dan Bung Hatta terpaksa menahan rasa jengkel,” ungkap Hamka. Ketika pulang dari jepang, Ki Bagus bertemu Hamka dan mengisahkan kalau dirinya mendapat semacam hadiah dari Jepang.</p>
<p>Namun, benda pemberian Jepang itu diperlihatkan kepada Hamka dengan sikap lucu. “Sehingga kalau kiranya ada Jepang yang melihat tentu mereka akan marah. Kadang-kadang Kimono hadiah Tojo dipakainya ke rapat!” kenang Hamka dalam obituarinya.</p>
<p>Sampai akhir hayatnya, Ki Bagus tetap memperlihatkan prinsip hidup dan kesederhanaanya. Dia tak pernah merasa gengsi, atau merasa harus mengubah penampilannya. Atau ingin terlihat sebagai pejabat atau pemimpin salah satu organisasi terbesar di Indonesia. Itulah Ki Bagus! ***</p>
<p> </p>
<p><strong>Sumber: Majalah Al Falah Edisi Mei 2019</strong></p>
<p><strong>Editor: Nara</strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca juga</strong></p>
<p><a href="kisah-ketua-dpr-pertama-ri-kasman-singodimejo-ydsf-g58H.html">Kisah Ketua DPR pertama RI, Kasman Singodimejo | YDSF</a></p>
<p> </p>
<p><a href="../../berita/6-prinsip-untuk-menyiapkan-anak-sebagai-pejuang-kehidupan-ydsf-r4Tp.html">6 Prinsip untuk Menyiapkan Anak Sebagai Pejuang Kehidupan | YDSF</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="../../berita/biografi-abdul-wahid-hasyim-sang-menteri-agama-ri-OPbn.html">Biografi Abdul Wahid Hasyim, Sang Menteri Agama RI</a></p>
<p> </p>
<p><a href="../../../berita/ernest-douwes-dekker-mualaf-indo-pejuang-negeri-indonesia-ydsf-f1OC.html">ERNEST DOUWES DEKKER, MUALAF INDO, PEJUANG NEGERI INDONESIA | YDSF</a></p>
<p> </p>
<p><a href="../../berita/konsep-patriotisme-dalam-islam-ydsf-IzAn.html">Konsep Patriotisme dalam Islam | YDSF</a></p>
<p><strong> </strong></p>
Program
Mengenal Ki Bagus Hadikusumo, Sosok Pahlawan Nasional Sederhana dan Tegas | YDSF
16 Oktober 2019•23 min baca•Admin
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat