Program

Mengajarkan Aqidah dan Keterampilan pada Anak | YDSF

13 Mei 2022•56 min baca•Admin
featured
<h3 align="center" style="text-align:center"><b><span lang="IN">Teladan Pendidikan KH. Imam Zarkasyi kepada Anaknya<o:p></o:p></span></b></h3><p class="MsoNormal"><b><span lang="IN"> </span></b></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Anak merupakan titipan Allah Swt. yang diberikan oleh setiap orang tua. Tentu, didikan dari orang tua kepada anak menjadi sangat penting didalamnya. Banyak hal yang harus ditanamkan anak sejak dini, diantaranya mengajarkan aqidah, akhlak, karakter yang baik, peduli sesama, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan masih banyak lagi.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Perintah mendidik anak dalam Islam telah diatur dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 17,<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i><span lang="IN">“Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” </span></i><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Banyak contoh teladan dalam mendidik anak yang bisa kita ambil. Salah satunya dari KH. Imam Zarkasyi. Beliau lahir di Gontor, 21 Maret 1910. Beliau adalah Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, bersama kedua kakaknya KH. Ahmad Sahal dan KH. Zainuddin Fananie.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">KH. Imam Zarkasyi dikaruniai sebelas orang anak, enam laki-laki dan lima perempuan. Di tengah kesibukannya merintis Pondok Modern pertama di Indonesia, beliau tidak melupakan pendidikan anak-anaknya. Berperan sebagai guru sekaligus bapak bagi anaknya. Ini seperti disampaikan Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A anak kedepan KH. Imam Zarkasyi.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Beliau dikenal sebagai orang yang keras dan disiplin dalam mengajar. Begitu juga terhadap anaknya. Beliau membekali anaknya dengan ilmu agama, keterampilan, dan pengalaman agar dapat menjadi pemimpin umat. Beliau mengajar anak-anaknya sendiri sampai lulus SD sebelum masuk pesantren ketika SMP.<o:p></o:p></span></p><pre style="text-align:justify"><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/tips-mendidik-anak-berkarakter-ydsf-bXe4.html">Tips Mendidik Anak Berkarakter | YDSF</a></span></b></pre><h2><b><span lang="IN">Ajian <i>Maqomam Mahmuda</i><o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Beliau mengajarkan anaknya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A menceritakan, suatu ketika ia bersama saudaranya melihat Pak De mereka diberi beberapa kemulian oleh Allah, di antaranya dapat menyembuhkan luka bacok dengan sekali usap. Mereka kemudian mendatangi ayahnya untuk bertanya: ”Kalo <i>Pak De</i> bisa seperti itu, kenapa bapak tidak mempraktikkannya?” Mendengar pertanyaan anaknya beliau tersenyum.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">“Kalian mau saya ajari yang lebih? Mau apapun bisa. Kalo mau bisa apa saja itu namanya ajian maqomam mahmuda,” jawab beliau.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Seketika anaknya terdiam. Kemudian di antara mereka ada yang memberanikan diri bertanya: “Amalannya bagaimana Pak?”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">“Amalnya itu bangun malam, shalat minimal delapan rakaat dan satu witir. Kalo mau apa-apa itu yang dipakai.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Pembelajaran aqidah yang sangat indah dari KHImam Zarkasyi. Kemuliaan bukan hanya dilihat dari aspek kebal <i>bacok</i> atau kebal peluru. Terhindar dari bacok dan terhindar dari peluru juga merupakan kemuliaan. Bahkan itu yang lebih baik.<o:p></o:p></span></p><h2><b><span lang="IN">Pola Didik Anak <o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Setiap hari beliau mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada anak-anaknya dengan buku karangannya sendiri. Ada kebanggan tersendiri dengan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak. Setelah belajar Al-Qur’an anak laki-lakinya bergantian menjadi imam shalat isya dan diawasi langsung oleh beliau. Setelah isya beliau mengantarkan anak-anaknya belajar ke seorang guru yang mengajar di sekolah. Beliau mewajibkan tidur siang anak-anaknya agar ketika belajar malam tidak mengantuk.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Jika sedang bepergian ke kota beliau menyempatkan membelikan bola. Beliau mengajarkan dan memfasilitasi anaknya untuk mengembangkan fisik dan keterampilan. Beliau mengajarkan apa saja kepada anaknya agar mempunyai kebanggaan, termasuk dalam bidang olahraga.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Beliau juga membelikan meja Ping Pong (tenis maja). Ini agar anaknya tidak main jauh dari rumah. Memudahkan pengawasan. Semua itu beliau lakukan untuk menyiapkan kemampuan anaknya, agar tidak kalah bersaing dengan anak kota.<o:p></o:p></span></p><pre style="text-align:justify"><b><span lang="IN">Baca juga: <a href="https://ydsf.org/berita/pendidikan-dan-hukum-hijab-untuk-anak-anak-dalam-islam-ydsf-xFKQ.html">Pendidikan dan Hukum Hijab untuk Anak-Anak dalam Islam | YDSF</a></span></b></pre><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Lebih dari itu menyiapkan anak setelah di pesantren bisa masuk ke jajaran elite di bidang pengetahuan, agama dan olahraga. Hal ini terbukti berhasil. Setelah masuk pesantren anaknya berhasil masuk jajaran elite pesantren. <o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Ketika di pesantren memberikan kesempatan kepada anaknya berlatih berorganisasi. Memperbanyak tangggung jawab secara individu dan kelompok. Tanggung jawab ini secara tidak langsung beliau ajarkan melalui olahraga. Ping pong bertujuan melatih tanggung jawab individu dan sepakbola untuk tanggung jawab kelompok.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Bukan tanpa sebab KH Imam Zarkasyi mengajarkan sepak bola kepada anaknya. Karena pada saat itu sepak bola adalah ukuran keperkasaan yang sportif. Beliau ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa santri juga bisa sepak bola, tidak kalah dengan orang-orang abangan.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Pendidikan yang beliau terapkan menitikberatkan untuk mengimani zat yang maha segalanya (Allah) dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Hal ini mengacu pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 151: <i>“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.”</i><o:p></o:p></span></p><h2><b><span lang="IN">Usaha Maksimal, Berdoa Maksimal <o:p></o:p></span></b></h2><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">KH. Imam Zarkasyi memberi nasihat kepada anaknya, seperti disampaikan Ahmad Hidayatullah: “Pangkat dan kekayaan itu seperti baju, jika dilepas akan selesai. Tapi kalau ilmu tak akan pernah selesai. Maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya, akan menemanimu ke mana saja.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Nasihat itu melekat di hati anak-anak beliau. Hingga saat ini banyak anak beliau yang melanjutkan pendidikan sampai tingkat doktor. “Sebenarnya kami tidak genius, biasa-biasa saja. Mungkin karena ketekunan dan doa bapak,” tutur Ahmad Hidayatullah.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Imam Zarkasyi senantiasa mengarahkan anaknya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Usaha maksimal, berdoa maksimal. Di antara doa beliau: “Ya Tuhanku, tempatkanlah anakku pada tempat yang diberkahi.”<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN">Saat ini Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA, meneruskan perjuangannya di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Beberapa ada yang menjadi dosen, mengajar di sekolah formal, dan ada yang menjadi pengusaha. Beliau tidak mewajibkan anaknya menjadi ulama. Di mana saja asalkan bermanfaat.<o:p></o:p></span></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><span lang="IN"> </span></p><h3><b><span lang="IN">Sumber: Majalah Al Falah Oktober 2018<o:p></o:p></span></b></h3><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i><span lang="IN">Featured Images by <a href="https://www.freepik.com/premium-photo/muslim-father-read-quran-with-his-daughter_9224662.htm#query=learn%20child%20moslem&position=22&from_view=search">Freepik</a><o:p></o:p></span></i></p><p class="MsoNormal" style="text-align:justify"><i><span lang="IN"> </span></i></p><h3><b><span lang="IN">Sedekah Online:</span></b></h3><p><a href="../../../ayodonasi"><img src="../../../assets/media/2020/03/31/1223/1-ayodonasi.png" width="164" height="58"></a></p><h3><b><span lang="IN"><br></span></b></h3><h3><b><span lang="IN"><br></span></b></h3><h3><b><span lang="IN">Artikel Terkait:</span></b></h3><h3><a href="https://ydsf.org/berita/tips-melatih-anak-berpuasa-dan-beribadah-sejak-dini-ydsf-J4r9.html" style="font-family: SFMono-Regular, Menlo, Monaco, Consolas, "Liberation Mono", "Courier New", monospace; font-size: 11.375px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255);">TIPS MELATIH ANAK BERPUASA DAN BERIBADAH SEJAK DINI | YDSF</a></h3><pre style="text-align:justify"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/menghadapi-anak-yang-terkena-perundungan-bullying-di-sekolah-ydsf-dCCF.html">MENGHADAPI ANAK YANG TERKENA PERUNDUNGAN (BULLYING) DI SEKOLAH | YDSF</a></span></pre><pre style="text-align:justify"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/mempersiapkan-anak-gadis-menginjak-usia-dewasa-ydsf-fTir.html">Mempersiapkan Anak Gadis Menginjak Usia Dewasa | YDSF</a></span></pre><pre style="text-align:justify"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/tips-menumbuhkan-tanggung-jawab-anak-ydsf-VcrY.html">TIPS MENUMBUHKAN TANGGUNG JAWAB ANAK | YDSF</a></span></pre><pre style="text-align:justify"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/meluangkan-waktu-untuk-anakku-ydsf-xy0z.html">MELUANGKAN WAKTU UNTUK ANAKKU | YDSF</a></span></pre><pre style="text-align:justify"><span lang="IN"><a href="https://ydsf.org/berita/pola-komunikasi-anak-dalam-islam-ydsf-Scc7.html">Pola Komunikasi Pengasuhan Anak dalam Islam | YDSF</a></span></pre><p> </p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat