<p>Perjalanan menyalurkan hewan qurban ke pelosok tak selalu mudah. Jalan rusak, medan terjal, hingga cuaca buruk menjadi tantangan yang harus dihadapi tim Ekspedisi Qurban dari Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) saat mengirimkan hewan qurban ke Dusun Tlogo, Desa Leprak, Kecamatan Klabang, Bondowoso, pada Selasa (26/5)</p>
<p>Siang itu sekitar pukul 12.00 WIB, lima ekor domba diberangkatkan menggunakan kendaraan roda tiga menuju kawasan perbukitan yang menjadi akses utama menuju Dusun Tlogo. Perjalanan awal masih dapat dilalui meski jalan dipenuhi bebatuan dan tanjakan curam. Namun, kondisi berubah ketika hujan turun sehingga membuat jalur semakin sulit ditembus.</p>
<p>Jalan berlumpur dan licin membuat kendaraan roda tiga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Beberapa kali tim ekspedisi mencoba mendorong kendaraan agar bisa melewati tanjakan, tetapi hasilnya tetap tidak memungkinkan. </p>
<p>Di tengah kondisi itu, tim akhirnya memutuskan untuk memindahkan seluruh domba ke kendaraan roda dua. Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan tim sekaligus memastikan hewan qurban tetap aman dan tidak mengalami cedera selama perjalanan.</p>
<figure class="image"><img src="https://api.ydsf.org/file/556eda3a4141f4fe" alt="" width="450" height="300">
<figcaption>Domba dipindahkan dari kendaraan roda tiga ke sepeda motor.</figcaption>
</figure>
<p>Perjalanan menuju Dusun Tlogo menggunakan sepeda motor memakan waktu sekitar satu setengah jam. Medan yang berat dan hujan lebat membuat proses pengangkutan harus dilakukan dua kali perjalanan, karena satu motor tidak memungkinkan membawa lebih dari tiga ekor domba sekaligus.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, tim harus melewati jalur perbukitan, jalan berbatu, berlumpur, serta genangan air hujan yang membuat kendaraan beberapa kali kesulitan melintas. Meski demikian, semangat untuk membawa amanah qurban ke pelosok tidak surut.</p>
<figure class="image align-center"><img src="https://api.ydsf.org/file/4b60ef305e6cf91f" alt="" width="450" height="300">
<figcaption>Sepeda motor jadi opsi terakhir pengiriman hewan qurban karena medan terjal dan hujan.</figcaption>
</figure>
<p>Saiful Bahri, tim Ekspedisi Qurban YDSF yang mengawal distribusi, menjelaskan bahwa pergantian kendaraan menjadi satu-satunya pilihan yang memungkinkan saat itu.</p>
<p>“Perjalanan ke atas ini sangat sulit karena kita melewati perbukitan. Jalan berbatu, berlumpur, apalagi tergenang air hujan mengakibatkan medan sangat sulit ditempuh. Beberapa kali kami juga sempat mendorong kendaraan, tetapi memang tidak memungkinkan untuk naik,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, keputusan menggunakan sepeda motor dilakukan demi keselamatan semua pihak.</p>
<p>“Tidak ada opsi lain dalam pengiriman ini selain menggunakan kendaraan roda dua. Kami mencoba mengambil opsi keselamatan baik pada tim ekspedisi qurban maupun keselamatan hewan, sehingga qurban bisa sukses terlaksana di sana,” lanjut Bahri.</p>
<p>Dusun Tlogo, merupakan sebuah dusun yang terletak di ujung bukit. Setiap tahunnya tidak ada qurban. Tahun ini menjadi tahun pertama kalinya warga dusun menyantap daging qurban.</p>
Program
Menembus Hujan dan Perbukitan, Ekspedisi Qurban Capai Pelosok Bondowoso
26 Mei 2026•17 min baca•MediaHumas
Dukung Program Ini
Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat