Program

Mendidik Generasi Berdaya Juang Pahlawan | YDSF

7 September 2019•41 min baca•Admin
featured
<p>Setiap&nbsp; perjuangan melahirkan&nbsp; sosok pahlawan.&nbsp; Sejarah selalu&nbsp; mencatat bahwa&nbsp; pekerjaan&nbsp; besar&nbsp; hanya dapat&nbsp; diselesaikan&nbsp; oleh mereka yang mempunyai spirit&nbsp; kepahlawanan.&nbsp; Itulah sebabnya&nbsp; nama&nbsp; para pahlawan menyejarah&nbsp; sebagai&nbsp; orang-orang besar.</p> <p>Pertanyaannya, bagaimana mendidik generasi agar mereka punya&nbsp; spirit/naluri/karakter kepahlawanan? Kamus&nbsp; Besar&nbsp; Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan pahlawan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan&nbsp; pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.</p> <p>Ada dua kata kunci yang bisa dijadikan rujukan dalam makna kata pahlawan yakni:</p> <p>(1) Bernyali dan berkorban,</p> <p>(2) Di atas jalan kebenaran.</p> <p>Jika seseorang begitu bernyali dan rela berkorban, namun bukan di atas jalan kebenaran, tak pantas disebut&nbsp; pahlawan.&nbsp; Sebaliknya, jika seseorang berada di atas jalan kebenaran, namun tak bernyali, tak&nbsp; bervisi, enggan berkorban, maka sejarah tak akan memberi sematan gelar pahlawan.</p> <p>Berpijak&nbsp; pada&nbsp; konsepsi&nbsp; di atas, untuk melahirkan generasi dengan&nbsp; etos&nbsp; kepahlawanan, kita pun akan dipandu oleh dua narasi&nbsp; besar.</p> <p><strong>Pertama,</strong>&nbsp; sebagai pendidik,&nbsp; fokus&nbsp; kita&nbsp; adalah mengajarkan peta kebenaran sampai&nbsp; terhampar&nbsp; nyata, diyakini sebagai sebuah visi yang akan&nbsp; menjadi&nbsp; suluh&nbsp; kehidupan. Tak ada cara lain, dekatkan anak didik kepada rujukan kebenaran utama, Al-Qur&rsquo;an.</p> <p>Generasi&nbsp; beretos kepahlawanan&nbsp; adalah&nbsp; generasi penggerak,&nbsp; berprinsip&nbsp; dan setia&nbsp; di&nbsp; atas&nbsp; jalan&nbsp; kebenaran. Al-Qur&rsquo;an&nbsp; menyebut&nbsp; generasi seperti&nbsp; ini&nbsp; adalah&nbsp; generasi terbaik.</p> <p><em>&ldquo;</em><em>Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.&rdquo;</em> (Qs. Ali-Imron [3]: 110).</p> <p>Itulah&nbsp; generasi&nbsp; yang&nbsp; punya kejelasan&nbsp; prinsip&nbsp; dan&nbsp; aksi:&nbsp; beramar&nbsp; ma&rsquo;ruf&nbsp; nahi&nbsp; mungkar dan&nbsp; beriman&nbsp; kepada&nbsp; Allah. Generasi&nbsp; yang&nbsp; kokoh&nbsp; tak mudah&nbsp; diombang-ambingkan oleh&nbsp; lingkungan.&nbsp; Bukan generasi&nbsp; ikut-ikutan,&nbsp; generasi buih yang dipermainkan arah gelombang. Kita diingatkan oleh manusia terbaik sepanjang sejarah&nbsp; kemanusiaan, Rasulullah&nbsp; Shalallahu &lsquo;alaihi wa Sallam.</p> <p><em>&ldquo;Janganlah kalian menjadi Imma&rsquo;ah; kalian berkata: jika orang-orang baik, kami pun ikut baik. Dan jika mereka dzalim kami pun ikut dzalim. Tetapi siapkan diri kalian (untuk menerima kebenaran dan kebaikan); Jika orang-orang baik, kalian harus baik dan jika mereka rusak kalian jangan menjadi orang dzalim.&rdquo;</em> (HR. Tirmidzi)</p> <p><strong>Narasi kedua</strong> yang perlu dikerjakan&nbsp; pendidik&nbsp; adalah menyalakan nyali (rela berkorban,&nbsp; pantang&nbsp; menyerah). Tentang&nbsp; nyali&nbsp; ini, Ustadz Anies Matta dalam Serial Kepahlawanan memberi nasihat bahwa tak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab&nbsp; kesabaran&nbsp; adalah nafas yang menentukan lama tidaknya&nbsp; sebuah&nbsp; keberanian bertahan&nbsp; dalam&nbsp; diri seorang pahlawan.</p> <p>Jika risiko adalah pajak keberanian, maka&nbsp; hanya kesabaran yang dapat menyuplai seorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak&nbsp; itu&nbsp; terus-menerus.&nbsp; Dan itulah yang dimaksud Allah swt dalam&nbsp; firman-Nya:</p> <p><em>&ldquo;</em><em>Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.&rdquo;(</em>QS. Al Anfal: 65).</p> <p>Ada banyak pemberani yang tidak mengakhiri hidup sebagai pemberani. Karena mereka gagal&nbsp; menahan&nbsp; beban&nbsp; risiko. Jadi&nbsp; keberanian&nbsp; adalah&nbsp; aspek ekspansif&nbsp; dari&nbsp; kepahlawanan.</p> <p>Tapi&nbsp; kesabaran&nbsp; adalah&nbsp; aspek defensifnya.&nbsp; Kesabaran&nbsp; adalah daya tahan psikologis yang menentukan&nbsp; sejauh&nbsp; apa&nbsp; kita mampu&nbsp; membawa&nbsp; beban idealisme&nbsp; kepahlawanan,&nbsp; dan sekuat apa kita mampu <em>survive</em> dalam&nbsp; menghadapi&nbsp; tekanan hidup.</p> <p>Mereka yang memiliki sifat ini&nbsp; pastilah&nbsp; berbakat&nbsp; menjadi pemimpin&nbsp; besar.&nbsp; Coba&nbsp; simak firman-Nya:</p> <p><em>&ldquo;Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan&nbsp; perintah&nbsp; Kami&nbsp; ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami.&rdquo;</em> (QS. As-Sajadah: 24).</p> <p>Demikianlah&nbsp; ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam Al Qur&rsquo;an dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah Shalallahu &lsquo;alaihi wa Sallam, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi&nbsp; yang paling terhormat:</p> <p><em>&ldquo;</em><em>Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu</em>',&rdquo; (QS. 2: 45 )</p> <p>Mereka yang memiliki naluri kepahlawan&nbsp; harus&nbsp; mengambil saham&nbsp; terbesar&nbsp; dari&nbsp; kesabaran. Mereka&nbsp; harus&nbsp; sabar&nbsp; dalam segala&nbsp; hal, yakni&nbsp; dalam&nbsp; ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cobaan.</p> <p>Berpijak&nbsp; pada korelasi pahlawan dengan&nbsp; nilai kesabaran,&nbsp; perlulah&nbsp; pendidik merancang tumbuhnya karakter sabar&nbsp; melalui&nbsp; tiga&nbsp; cara:</p> <p>(1)&nbsp; terciptanya&nbsp; situasi&nbsp; dan kondisi&nbsp; ketaatan&nbsp; kepada&nbsp; Allah,</p> <p>(2)&nbsp; semangat&nbsp; kuat&nbsp; menjauhi maksiat,</p> <p>(3)&nbsp; memberinya situasi&nbsp; cobaan/tantangan sebagai&nbsp; &ldquo;latihan&nbsp; beban&rdquo; psikologis.</p> <p>Saya menyebut cobaan&nbsp; atau&nbsp; tantangan&nbsp; yang terukur itu sebagai kurikulum kesengsaraan. Yang sedemikian itu insya Allah&nbsp; membuat&nbsp; anak-anak kita&nbsp; melangit&nbsp; karena&nbsp; jiwanya terpandu&nbsp; oleh&nbsp; Al-Qur&rsquo;an, mentalnya&nbsp; punya&nbsp; daya&nbsp; lenting yang&nbsp; tangguh&nbsp; karena&nbsp; terbiasa memanggul&nbsp; beban&nbsp; idealisme, raganya membumi karena melakukan&nbsp; kerja-kerja&nbsp; yang menguras tenaga.</p> <p>Sebagaimana para petani yang berdoa di&nbsp; tengah&nbsp; sawah,&nbsp; mereka mempunyai harapan besar akan panen&nbsp; raya,&nbsp; tetapi&nbsp; pikiran&nbsp; dan tenaga mereka juga tercurahkan pada kerja berpeluh keringat. Semangat&nbsp; mendekat taat dan menjauhi&nbsp; maksiat,&nbsp; semangat melipatgandakan kekuatan otot-otot&nbsp; mental&nbsp; kesabaran. Semoga Allah ridha.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Sumber: Majalah Al Falah Edisi November 2018</em></p> <p><em>Editor: Ayu SM</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Baca juga:</p> <p><a href="../../../berita/6-prinsip-untuk-menyiapkan-anak-sebagai-pejuang-kehidupan-ydsf-r4Tp.html">6 Prinsip untuk Menyiapkan Anak Sebagai Pejuang Kehidupan | YDSF</a></p> <p><a href="../../../berita/inilah-4-cara-mendidik-anak-menjadi-pahlawan-secara-islami-ysdf-N2YX.html">Inilah 4 Cara Mendidik Anak Menjadi Pahlawan Secara Islami | YSDF</a></p> <p><a href="../../../berita/parenting-islami-cara-mendidik-anak-agar-bahagia-ydsf-8ZjT.html">Parenting Islami: Cara Mendidik Anak Agar Bahagia | YDSF</a></p> <p><a href="../../../berita/hukum-mengajak-anak-kecil-ke-masjid-ydsf-vwIY.html">Hukum Mengajak Anak Kecil ke Masjid | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="../../../berita/millenial-pembentuk-khoiru-ummah-m3BJ.html">Millennial Pembentuk Khoiru Ummah | YDSF</a></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p>

Dukung Program Ini

Mari bersama-sama membantu program ini untuk mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat