Membangkitkan Sisi Pahlawan dalam Diri | YDSF

Membangkitkan Sisi Pahlawan dalam Diri | YDSF

18 Agustus 2022

Sudah sepatutnya, nilai-nilai kepahlawanan diterapkan dalam diri yang diterapkan di kehidupan. Kita pun dapat mengambil banyak hikmah dan teladan dari nilai-nilai tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, nilai-nilai kepahlawanan dikhawatirkan menjadi sesuatu yang hanya bersifat slogan dan wacana saja. Dan memunculkan kekhawatiran, bahwa nilai-nilai tersebut tidak lagi menghadirkan semangat ataupun karakter dari kepahlawanan dari individu.

Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak hal. Akibatnya, nilai-nilai kepahlawanan tidak terpatri dalam pribadi generasi bangsa. Dan bahkan, mungkin juga, tidak muncul dari diri kita sendiri.

Perubahan jaman, hedonisme, serta berkembangnya faham yang bermacam-macam termasuk di antara faktor yang berpengaruh menurunkan sikap kepahlawanan dalam diri kita. Begitu pula dengan perubahan pola hidup, pendidikan, kemajuan teknologi, dan kurangnya kesadaran diri tentang arti sebuah kemerdekaan.

Padahal, kemerdekaan diperjuangkan sungguh-sungguh. Untuk mengisi dan menjaganya, tentu harus dengan semangat patriotisme dan sepenuh hati. Sebagaimana dijelaskan dalam KBBI, patriotisme merupakan sikap bersedia mengorbankan segalanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; (dengan) semangat cinta tanah air.

Kita sebagai bangsa yang besar memiliki banyak pahlawan yang berjuang untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan sekaligus mengisinya. Dan sebagai umat muslim, kita mengenal begitu banyak pahlawan yang hadir dalam sejarah dakwah Islam itu sendiri mulai dari Rasulullah, ahlul bait, sahabat, thabiin dan generasi emas yang sangat cemerlang di masa kejayaan Islam.

Generasi muslim memiliki para pahlawan yang nyata pernah hidup mengisi sejarah dan memiliki prestasi luar biasa. Bahkan beberapa mendapatkan jaminan surga dari Allah Swt. Dan sudah seharusnya, generasi muslim mengenal, memahami perjuangan dan meneladani nilai patriotisme para pahlawan. Tentu itu lebih penting dilakukan, alih-alih mengidolakan karakter pahlawan imajinatif.

Sosok pahlawan yang biasanya dikenal dan tiru sedikit banyak dapat memengaruhi karakter. Ketika memiliki idola dan panutan, tidak sedikit yang ingin menirunya. Baik dalam bersikap maupun berperilaku.

Para orang tua generasi muslim hendaknya menghadirkan kisah-kisah kepahlawanan terbaik dari Rasulullah dan para sahabatnya. Harapannya, agar hati anak-anak kita tidak dangkal atau kosong. Dengan mengenal dan memahami perjuangan, dapat mewujudkan motivasi untuk menghargai sesama dan memperjuangkan masa depan mereka.

Baca juga:
Inilah 4 Cara Mendidik Anak Menjadi Pahlawan Secara Islami | YSDF
Mengenal Generasi Strawberry | YDSF


Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar anak-anak dan diri kita sendiri memiliki rasa patriotisme. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1.       Mengenalkan kisah para pahlawan dan biografi para pahlawan kepada anak-anak melalui buku bacaan.

2.       Melakukan ziarah. Ceritakan tentang perjuangan mereka yang mengorbankan mereka jiwa, raga dan harta.

3.       Meneladani sikap para pahlawan.

4.       Menonton film atau pertunjukan tentang perjuangan dan kisah kepahlawanan.

5.       Menjadi bagian perayaan hari kemerdekaan serta memaknai kemerdekaan.

6.       Mengikuti lomba-lomba menyambut hari pahlawan untuk menumbuhkan sikap sportif dan menerima hasil perlombaan. Serta mengasah mental pemenang.

7.       Berkunjung ke museum dan menonton diorama untuk mengenang dan mempelajari perjuangan dan kisah kepahlawanan.

Tugas Bersama

Adapun untuk mengisi kemerdekaan, lakukanlah berbagai kegiatan bermanfaat dan positif. Lantas, aplikasikan untuk membangkitkan sisi kepahlawanan. Sebab, pada dasarnya setiap kita dapat menjadi pahlawan. Anda adalah sosok pahlawan.

Sementara itu, untuk mengisi kemerdekaan juga bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas. Di antara contohnya adalah sebagai berikut:

1.       Dalam bidang ekonomi; mencintai dan memakai produk dalam negeri, mengembangkan kegiatan usaha produktif, tidak melakukan politik monopoli.

2.       Dalam bidang hukum; berusaha menaati hukum dan norma yang berlaku di masyarakat, tidak main hakim sendiri.

3.       Dalam bidang sosial dan budaya; saling menolong antar sesama, khususnya orang yang terkena musibah, menjaga kebersihan dan keindahan sarana umum, bersikap selektif terhadap pengaruh asing.

4.       Dalam bidang pertahanan dan keamanan; menjaga keamanan lingkungan, menolak paham komunisme, atheisme dan paham yang berseberangan dengan nilai agama.

5.       Dalam lingkungan keluarga; menolong pekerjaan orang tua, memberi teladan dalam perilaku di rumah dan keagamaan.

Membangkitkan sisi pahlawan dalam diri adalah tugas kita bersama. Meskipun dirasakan sulit, tapi bukanlah mustahil dilakukan. Selain itu, semangat kepahlawanan juga dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Karena sesungguhnya tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah Swt. adalah sebagai pemimpin di muka bumi. Maka, setiap dari kita memegang amanah dan tugas-tugas mulia untuk saling mengingatkan, saling memberi manfaat dan saling menjaga, khususnya dalam amar ma'ruf nahi munkar.

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bisa memberikan pencerahan. Wallahu alam bisshawab.

 

Sumber dari Majalah Al Falah Edisi Desember 2021

 

Zakat di YDSF:


Artikel Terkait:

4 HAL PEMICU KERASNYA HATI | YDSF
Zakat dalam Islam | YDSF
PROGRAM PEMERINTAH CEGAH STUNTING BERKONSEP ISI PIRINGKU | YDSF
8 Golongan Penerima Zakat
TIPS MERAIH PAHALA TERBAIK DARI ALLAH | YDSF
Amanah Rumah Wakaf dari Sepupu yang Meninggal | YDSF

 

Donor Darah YDSF:



Tags: kepahlawanan diri

Share:


Baca Juga

Berinfaq/Bersedekah lebih mudah dengan SCAN QRIS Menggunakan Aplikasi berikut: